Kompas.com - 06/12/2021, 17:47 WIB
Ilustrasi : Para TKI deportan yang ditempatkan di Rusunawa Nunukan Kaltara sebagai lokasi karantina sementara sebelum dipulangkan ke kampung halaman Kompas.com/Ahmad DzulviqorIlustrasi : Para TKI deportan yang ditempatkan di Rusunawa Nunukan Kaltara sebagai lokasi karantina sementara sebelum dipulangkan ke kampung halaman
Penulis Isna Rifka
|

3. Malaysia

Jumlah TKI di negeri tetangga ini mengalami penurunan drastis di mana pada 2019 mencapai 79.662 orang menjadi hanya 14.630 orang di tahun 2020.

Padahal pada tahun 2019 Malaysia menduduki peringkat pertama namun tahun 2020 Malaysia disalip oleh Hongkong dan Taiwan. Seperti diketahu, Malaysia selalu menjadi tujuan utama TKI karena bahasa dan budayanya hampir sama dengan Indonesia.

Uniknya, komposisi TKI di negara ini didominasi oleh TKI laki-laki sebanyak 8.186 orang sedangkan TKW hanya 6.444 orang. Hal yang sama juga terjadi pada tahun sebelumnya.

4. Singapura

Pada 2020 jumlah TKI di Singapura hanya 4.474 orang, berkurang sepertiga dari jumlah tahun sebelumnya yang bisa mencapai 19.354 orang.

Uniknya pada tahun 2020 sama sekali tidak ada TKI laki-laki di negeri Singa ini berdasarkan data BPS. Padahal tahun sebelumnya masih ada tujuh orang TKI laki-laki yang bekerja di Singapura.

Baca juga: Mengenal Transfer SKN serta Bedanya dengan RTGS dan Real Time Online

5. Arab Saudi

Arab Saudi menjadi negara Timur Tengah pertama yang dijadikan tujuan bekerja bagi para TKI. Tercatat pada 2020, sebanyak 1.793 orang menuju Arab Saudi untuk mencari nafkah.

Negara ini nampaknya lebih diminati TKI laki-laki ketimbang TKW, sebab pada tahun itu komposisinya sebanyak 1.550 orang TKI laki-laki dan 243 orang TKW.

Sama seperti negara lainnya jumlah TKI di negara ini turun drastis dari tahun sebelumnya yang bisa mencapai 7.018 orang.

Negara-negara tujuan TKI selanjutnya secara berturut-turut dari yang terbanyak pada 2020 adalah Brunei Darussalam 1.202 orang, Jepang 749 orang, Korea Selatan 641 orang, Italia 411 orang, dan Uni Emirat Arab 117 orang.

Selanjutnya negara Kuwait 74 orang, Oman 65 orang, Qatar 42 orang, Bahrain 12 orang, Macau dan Yordania masing-masing dua orang, dan Inggris satu orang.

Baca juga: Cara Top Up E-money Mandiri Melalui ATM dan Kantor Pos

Sementara negara-negara yang tidak ada TKInya seperti Amerika Serikat, Yaman, Afrika Selatan, Spanyol, Belanda, dan Jerman.

Demikian deretan negara-negara yang menjadi tujuan TKI terbanyak. Semoga tahun ini dan tahun 2022 jumlah TKI di negara lain kembali normal supaya bisa membantu mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tarif Transfer Antarbank Rp 2.500 Kini Tersedia di TMRW

Tarif Transfer Antarbank Rp 2.500 Kini Tersedia di TMRW

Spend Smart
Luhut: Sistem Kesehatan RI Sudah Cukup Siap Menghadapi Omicron

Luhut: Sistem Kesehatan RI Sudah Cukup Siap Menghadapi Omicron

Whats New
Mentan: PDB Sektor Pertanian Konsisten Tumbuh Positif Sejak 2020- 2021

Mentan: PDB Sektor Pertanian Konsisten Tumbuh Positif Sejak 2020- 2021

Whats New
Uang Beredar di Indonesia Terus Meningkat, Berapa Jumlahnya Saat Ini?

Uang Beredar di Indonesia Terus Meningkat, Berapa Jumlahnya Saat Ini?

Whats New
Imlek, Bank Mandiri Tebar Promo Kartu Kredit hingga KPR

Imlek, Bank Mandiri Tebar Promo Kartu Kredit hingga KPR

Spend Smart
Cek Golongan Tarif Listrik Non-subsidi yang Harganya Bakal Lebih Mahal

Cek Golongan Tarif Listrik Non-subsidi yang Harganya Bakal Lebih Mahal

Whats New
UOB Indonesia Luncurkan Fitur BI-FAST pada Aplikasi TMRW

UOB Indonesia Luncurkan Fitur BI-FAST pada Aplikasi TMRW

Rilis
Luhut Ungkap DKI Jakarta Berpotensi Masuk PPKM Level 3

Luhut Ungkap DKI Jakarta Berpotensi Masuk PPKM Level 3

Whats New
Realisasi Belanja Kementerian Pertanian 2021 Tertinggi sejak 5 Tahun Terakhir

Realisasi Belanja Kementerian Pertanian 2021 Tertinggi sejak 5 Tahun Terakhir

Whats New
Tahun Ini 150.000 Mahasiswa  Ditarget Ikut MBKM, agar Saat Lulus Memenuhi Kebutuhan Dunia Usaha

Tahun Ini 150.000 Mahasiswa Ditarget Ikut MBKM, agar Saat Lulus Memenuhi Kebutuhan Dunia Usaha

Whats New
'Travel Bubble' Indonesia-Singapura Dimulai Hari Ini, Patuhi Syaratnya

"Travel Bubble" Indonesia-Singapura Dimulai Hari Ini, Patuhi Syaratnya

Whats New
Simak Cara Cek BPJS Kesehatan Aktif atau Tidak

Simak Cara Cek BPJS Kesehatan Aktif atau Tidak

Spend Smart
Catat, Berikut 3 Tip Kelola Keuangan agar Tak Salah Perhitungan Selama Pandemi

Catat, Berikut 3 Tip Kelola Keuangan agar Tak Salah Perhitungan Selama Pandemi

BrandzView
Bahlil: Proyek Batu Bara Jadi DME di Tanjung Enim Bakal Serap Belasan Ribu Tenaga Kerja Lokal

Bahlil: Proyek Batu Bara Jadi DME di Tanjung Enim Bakal Serap Belasan Ribu Tenaga Kerja Lokal

Whats New
Mau Buka Usaha? Ini Daftar Izin Usaha yang Perlu Diurus

Mau Buka Usaha? Ini Daftar Izin Usaha yang Perlu Diurus

Smartpreneur
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.