Jadi Presidensi, Ini 3 Fokus Utama RI di KTT G20 Tahun Depan

Kompas.com - 07/12/2021, 11:43 WIB
Kementerian PUPR Benahi Infrastruktur Kawasan Jelang Gelaran KTT G20 di Bali Tahun 2022 Kementerian PUPRKementerian PUPR Benahi Infrastruktur Kawasan Jelang Gelaran KTT G20 di Bali Tahun 2022

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia terpilih menjadi presidensi G20 tahun 2022. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Nathan Kacaribu mengatakan, ada 3 fokus utama yang menjadi pembahasan di KTT G20.

Tiga fokus utama tersebut, yaitu isu kesehatan atau penanganan pandemi Covid-19, penanganan perubahan iklim beserta pembiayaan berkelanjutan, serta perpajakan Internasional. Tiga fokus utama ini merupakan pengerucutan dari sebelumnya 6 fokus.

"Jadi tiga hal ini yang paling terutama akan kita dorong. Memang masih banyak agenda-agenda lain tapi ini yang menjadi agenda utama yang didorong oleh Bapak Presiden yang akan kita terus gaungkan," kata Febrio dalam webinar Presidensi G20 - Manfaat Bagi Indonesia dan Dunia di Jakarta, Senin (6/12/2021).

Baca juga: Menko Airlangga Pasang Target Indonesia di KTT G20, Apa Saja?

Di fokus utama, negara-negara G20 memastikan akselerasi vaksinasi Covid-19 terus berlanjut tanpa ada satupun negara di dunia yang tertinggal. Pemerataan akses ini dilakukan agar pemulihan ekonomi di dunia bisa merata.

Negara-negara ini pun mesti memastikan exit policy yang dilakukan tidak mengganggu atau menimbulkan spill over kepada negara lainnya.

"Katakanlah banyak negara vaksinasinya sudah cukup, satu negara di Afrika vaksinasi tidak cukup, lahir varian baru seperti sekarang Omicron. Jadi tidak mungkin kita tidak recover together, inilah pesan yang harus kita dorong supaya semua negara melihat ini. Berarti vaksin harus merata," beber Febrio.

Selain akselerasinya, KTT G20 juga berdiskusi soal kemungkinan produksi vaksin merata di seluruh negara, bukan hanya terpusat di negara maju.

Pemerataan produksi vaksin dinilai mampu mendukung akselerasi vaksin di negara yang membutuhkan. Tidak meratanya produksi membuat fenomena surplus vaksin di Uni Eropa, namun kekurangan vaksin di Afrika.

"Bahkan kami ingin negara besar memikirkan Bagaimana ke depan kesiapan global terhadap pandemi. Jangan sampai begitu nanti ada pandemi baru lagi kita semua kaget. Harusnya disiapkan mekanisme yang bersama-sama kita siapkan," beber Febrio.

Fokus kedua adalah perubahan iklim. Dalam diskusi di KTT, anggota G20 akan menyorot komitmen tiap negara menurunkan emisi karbon dan pendanaannya.

Sebab, pendanaan untuk transisi ke energi hijau sangat mahal. Indonesia yang berkomitmen menurunkan emisi karbon sebesar 41 persen pada tahun 2030 membutuhkan dukungan dari negara maju.

"Suhu bumi akan naik 1,5-2 derajat celcius, ini yang sama-sama kita jaga. Ini tanggung jawab kita secara global. Indonesia pun terkena dampak sangat serius dari climate change. Negara kepulauan dengan puluhan ribu pulau-pulau akan sangat terancam dengan adanya perubahan iklim," jelas Febrio.

Sementara, fokus terakhir adalah perpajakan Internasional, menyusul kebijakan pilar I dan pilar II yang telah disetujui dalam KTT G20 di Roma, Italia sebagai cara menghindari praktek BEPS.

Baca juga: RI Bakal Pakai Mobil Listrik Saat KTT G20

Dengan komitmen pilar I tersebut, negara mampu memajaki perusahaan multinasional yang beroperasi lintas negara. Kesepakatan akan ditandatangani pada bulan Juli 2022 ketika presidensi G20 dipegang Indonesia.

Sedangkan di pilar II adalah pengenaan pajak minimum (minimum tax rate) terhadap perusahaan multinasional sebesar 15 persen secara global. Negara tidak boleh memberikan tarif pajak di bawah 15 persen atau bebas pajak untuk badan usaha seiring implementasinya tahun 2023 mendatang.

"Penghindaran pajak dengan pergi ke negara-negara tertentu yang memberikan pajak lebih rendah, itu tidak akan terjadi lagi sehingga hak pemajakan dan tax based kita akan lebih baik ke depannya walaupun terjadi globalisasi dan digital economy," pungkas Febrio.

Baca juga: Bakal Ada 33.000 Lapangan Kerja Baru Berkat Indonesia Jadi Presidensi G20

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Harga Bitcoin dkk Turun, Cek Harga Kripto Hari Ini

Harga Bitcoin dkk Turun, Cek Harga Kripto Hari Ini

Earn Smart
Wall Street Jatuh, Saham–saham Retail di AS Rontok

Wall Street Jatuh, Saham–saham Retail di AS Rontok

Whats New
Soal THR Pekerja, Ini Kata Dunkin' Donuts

Soal THR Pekerja, Ini Kata Dunkin' Donuts

Whats New
Erick Thohir: BUMN Akan Buka 2.300 Lowongan Magang

Erick Thohir: BUMN Akan Buka 2.300 Lowongan Magang

Work Smart
[POPULER MONEY] Profil Lin Che Wei | Jabatan Lin Che Wei di Kemenko Perekonomian | MLFF Bakal Gantikan e-Toll

[POPULER MONEY] Profil Lin Che Wei | Jabatan Lin Che Wei di Kemenko Perekonomian | MLFF Bakal Gantikan e-Toll

Whats New
Kilang Pertamina Berulang Kali Kebakaran, Ini Kata Erick Thohir

Kilang Pertamina Berulang Kali Kebakaran, Ini Kata Erick Thohir

Whats New
Jokowi Mau Larang Ekspor Timah dan Bauksit Tahun Ini

Jokowi Mau Larang Ekspor Timah dan Bauksit Tahun Ini

Whats New
Ditawari Gabung ICAO, Menhub: Kemajuan Sektor Penerbangan Kita Diakui Dunia Internasional

Ditawari Gabung ICAO, Menhub: Kemajuan Sektor Penerbangan Kita Diakui Dunia Internasional

Whats New
IFG: Dana Pensiun Bisa Kurangi Ketergantungan RI dari Modal Asing

IFG: Dana Pensiun Bisa Kurangi Ketergantungan RI dari Modal Asing

Whats New
Berlaku Hari Ini, Simak Aturan Lengkap Syarat Perjalanan Dalam Negeri dengan Kapal Laut

Berlaku Hari Ini, Simak Aturan Lengkap Syarat Perjalanan Dalam Negeri dengan Kapal Laut

Whats New
Atasi Wabah PMK, Kementan Kirim Obat-obatan Senilai Rp 534,29 Juta ke Beberapa Wilayah

Atasi Wabah PMK, Kementan Kirim Obat-obatan Senilai Rp 534,29 Juta ke Beberapa Wilayah

Whats New
LKPP Segera Terbitkan Aturan Pengadaan Barang Jasa Khusus IKN

LKPP Segera Terbitkan Aturan Pengadaan Barang Jasa Khusus IKN

Whats New
Gelar Halalbihalal, J99 Corp Beri Apresiasi pada Karyawan Terbaik

Gelar Halalbihalal, J99 Corp Beri Apresiasi pada Karyawan Terbaik

Whats New
Eropa Bingung Bayar Impor Gas dari Rusia

Eropa Bingung Bayar Impor Gas dari Rusia

Whats New
Lin Chen Wei Tersangka Kasus Ekspor CPO, Anggota DPR Minta Kementerian yang Gunakan Jasanya Beri Klarifikasi

Lin Chen Wei Tersangka Kasus Ekspor CPO, Anggota DPR Minta Kementerian yang Gunakan Jasanya Beri Klarifikasi

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.