Meski Terpukul Pandemi, Industri Franchise Serap 628.000 Tenaga Kerja pada 2020

Kompas.com - 07/12/2021, 13:42 WIB
Beragam usaha waralaba Indonesia dalam acara International Franchise, Lisence, and Bussiness Concept Expo & Conference (IFRA) 2019 di JCC, Jumat (5/7/2019). FIKA NURUL ULYABeragam usaha waralaba Indonesia dalam acara International Franchise, Lisence, and Bussiness Concept Expo & Conference (IFRA) 2019 di JCC, Jumat (5/7/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengungkapkan, meskipun terpukul pandemi Covid-19, industri waralaba atau franchise bisa menyerap 628.000 tenaga kerja pada 2020.

"Kami melihat walaupun bisnis waralaba dan lisensi betul-betul terpukul pandemi, bisnis ini pada tahun 2020 masih tetap berkontribusi dalam penyerapan tenaga kerja," ujar Lutfi saat pembukaan Franchise Forum dan BizFest 2021 secara virtual, Selasa (7/12/2021).

"Bahkan, bisnis waralaba ini juga mencatatkan omzet tidak kurang dari Rp 54,4 miliar," sambungnya.

Baca juga: Pelaku Bisnis Franchise Mulai Merasakan Angin Segar

Mendag lutfi menilai potensi pasar waralaba Indonesia sangat menjanjikan. Oleh sebab itu dia berharap dengan adanya kerja sama baik dari pemerintah hingga pengusaha franchise bisa mendorong pengembangan bisnis waralaba di Tanah Air.

"Saya optimistis dengan kolaborasi waralaba kita dapat menguasai pasar bahkan bisa menembus pasar global," kata Mendag Lutfi.

Di sisi lain, Mendag mengaku bangga karena Indonesia tidak menjadi target pasar waralaba asing karena waralaba lokal sudah menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia Tri Rahardjo mengatakan, berdasarkan data yang dimilikinya di kuartal IV-2021, ada sebanyak 25 persen pelaku industri franchise sudah pulih hingga 100 persen.

Baca juga: Ini 5 Hal yang Harus Dilakukan Pengusaha Franchise Menghadapi 2022

Tri menuturkan berdasarkan survei kecil-kecilan yang dilakukan Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia dengan melibatkan 30 responden, tercatat ada sebanyak 25,8 persen reponden yang menjawab bahwa bisnis mereka berangsur normal 90 hingga 100 persen.

Selain itu, sebanyak 32,3 persen responden yang mengaku bisnisnya akan normal dari 80-89 persen, dan 16,1 responden yang mengaku bisnisnya akan kembali tumbuh dari 70-79 persen dibandingkan pada saat pandemi terjadi.

"Artinya apa, kami melihat bahwa di tengah pandemi ini pelaku usaha optimistis menatap masa depan dan akan melakukan pengembangan bisnis di 2022," kata Tri Rahardjo.

Baca juga: Dua Pentolan Buruh Temui Ketum Kadin, Ini yang Dibahas

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.