Sri Mulyani Sebut Butuh Rp 3.500 Triliun untuk Mencapai Nol Emisi Karbon

Kompas.com - 07/12/2021, 14:20 WIB

Pertama, jika ingin beralih ke energi terbarukan yang ramah lingkungan, penggunaan pembangkit listrik berbasis batu bara atau energi fosil lainnya perlu berhenti.

"Berarti kita membutuhkan dana untuk retierment (penghentian penggunaan pembangkit berbasis fosil) itu, dan itu tidak murah," kata Sri Mulyani.

Kedua, biaya yang dibutuhkan untuk membangun pembangkit listrik dengan sumber energi terbarukan sangat besar, seperti pada energi geothermal atau Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang membutuhkan nilai investasi besar sejak awal pembangunan.

Baca juga: Minyak Sawit Dinilai Bisa Menjadi Solusi Krisis Energi

"Memang jangka panjangnya berdampak sangat positif, tapi membutuhkan front capital spending yang besar," imbuh dia.

Selain itu, ada risiko dalam proses pembangunan pembangkit listrik energi terbarukan.

Pada sisi energi geothermal, misalnya, eksplorasi untuk menemukan energi panas bumi membutuhkan biaya yang besar, tetapi tetap ada potensi bahwa dari eksplorasi tersebut tidak membuahkan hasil.

Oleh sebab itu, kata Sri Mulyani, dalam memetakan transisi energi dibutuhkan pemikiran yang sangat detail.

Hal ini disebabkan tidak hanya soal kebijakan membangun energi terbarukan, tetapi juga mencakup kebijakan mengenai risiko dan pengenaan tarifnya ke depannya.

Baca juga: Belajar dari Semangat Pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) Mesir

"Jadi dibutuhkan pemikiran yang sangat detail, mengenai bagaimana kita bisa menetapkannya, tidak hanya membangun renewable energy, tapi juga kebijakan mengenai risiko dan penarifan dalam jangka menengah panjang yang harus kita desain," pungkas dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.