Mengenal Apa Itu Aset Likuid dan Urgensinya dalam Investasi

Kompas.com - 07/12/2021, 15:18 WIB
Aset likuid adalah aset yang mudah dicairkan dalam bentuk uang tunai dalam waktu relatif singkat DOK. Prasetiya Mulya (Prasmul)Aset likuid adalah aset yang mudah dicairkan dalam bentuk uang tunai dalam waktu relatif singkat

Sebagai contoh, seseorang memiliki barang yang sangat langka dan berharga senilai Rp 1 miliar. Namun jika tidak ada pembelinya, maka itu tidak relevan karena tidak ada yang akan membayar mendekati nilai yang dinilai, dan ini sangat tidak likuid.

Contoh lain, ada orang yang memiliki rumah untuk dijual, tetapi dia butuh pihak ketiga untuk mencari pembalinya, maka itu akan memakan waktu lebih lama dan menambah biaya.

Baca juga: Ace Hardware Mau Tutup Gerainya Lagi

Sedangkan aset likuid adalah aset yang mudah dan cepat dijual untuk nilai penuhnya dan dengan sedikit biaya. Perusahaan harus memiliki aset likuid yang cukup untuk menutupi kewajiban jangka pendeknya seperti tagihan atau penggajian atau menghadapi krisis likuiditas, yang dapat menyebabkan kebangkrutan.

Aset-aset paling likuid

Ada banyak contoh aset-aset yang paling likuid. Misalnya produk investasi di pasar modal seperti saham, obligasi, dana pasar uang hingga reksadana.

Aset-aset tersebut akan lebih mudah dicairkan dalam bentuk kas atau uang tunai dibanding aset lain seperti real estate, barang langka maupun seni rupa. Biasanya, pencairan aset-aset investasi keuangan ini mudah dicairkan dalam waktu singkat.

Baca juga: Sejarah Angkasa Pura I yang Kini Rugi dan Terlilit Utang Rp 35 Triliun

Berikut contoh aset-aset paling likuid:

  • Uang tunai (kas). Uang tunai adalah aset yang paling likuid. Karena uang tunai adalah alat tukar resmi dan setiap orang membutuhkan uang tunai.
  • Aset pasar uang seperti sertifikat bank Indonesia (SBI), surat berharga pasar uang (SBPU), dan lainnya
  • Saham yang rutin diperdagangkan di bursa efek Indonesia (BEI). Biasanya saham likuid ini yang masuk daftar indeks LQ45.
  • Reksadana juga termasuk salah satu aset yang likuid. Siapa pun bisa dengan mudah dan cepat melakukan transaksi jual beli reksadana.
  • Exchange-traded funds (ETF) yakni reksadana yang diperdagangkan di bursa efek.

Sedangkan aset yang tidak likuid adalah contohnya tanah, bangunan rumah, apartemen, karya seni rupa, dan barang koleksi lainnya. Terutama aset yang membutuhkan waktu lama untuk dicairkan dalam bentuk uang tunai.

Baca juga: Harga Minyak Goreng Melonjak, Komisi VI DPR Desak Pemerintah Intervensi Pasar

Demikian informasi tentang apa itu aset likuid serta contoh-contohnya. Secara umum, aset likuid adalah aset yang mudah dikonversi dalam bentuk kas atau uang tunai dengan waktu yang relatif singkat.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BSI Akan Rights Issue Senilai Rp 5 Triliun Pada Kuartal III-2022

BSI Akan Rights Issue Senilai Rp 5 Triliun Pada Kuartal III-2022

Whats New
BEI Bakal Luncurkan Produk Waran Terstruktur, Seperti Apa?

BEI Bakal Luncurkan Produk Waran Terstruktur, Seperti Apa?

Whats New
Dukung Pemberdayaan UMKM, Bank Mandiri Salurkan KUR Senilai Rp 14,41 Triliun Hingga April 2022

Dukung Pemberdayaan UMKM, Bank Mandiri Salurkan KUR Senilai Rp 14,41 Triliun Hingga April 2022

Rilis
GoTo: Pesanan di Tokopedia yang Diantar GoSend Melonjak Selama Ramadhan 2022

GoTo: Pesanan di Tokopedia yang Diantar GoSend Melonjak Selama Ramadhan 2022

Rilis
Harga Batu Bara Naik Signifikan, ITMG Kantongi Laba Bersih 213 Juta Dollar AS

Harga Batu Bara Naik Signifikan, ITMG Kantongi Laba Bersih 213 Juta Dollar AS

Whats New
PT KAI Imbau Penumpang Cermati Syarat Perjalanan Terbaru

PT KAI Imbau Penumpang Cermati Syarat Perjalanan Terbaru

Whats New
Operator Bandara Optimistis Syarat Perjalanan Udara Terbaru Bisa Naikkan Jumlah Penumpang Pesawat

Operator Bandara Optimistis Syarat Perjalanan Udara Terbaru Bisa Naikkan Jumlah Penumpang Pesawat

Whats New
Prokes Dilonggarkan, Masih Wajib Gunakan PeduliLindungi?

Prokes Dilonggarkan, Masih Wajib Gunakan PeduliLindungi?

Whats New
Cek Kurs Rupiah Hari Ini di CIMB Niaga hingga Bank Mandiri

Cek Kurs Rupiah Hari Ini di CIMB Niaga hingga Bank Mandiri

Whats New
TURI Akan Tebar Dividen Rp 48 Per Saham

TURI Akan Tebar Dividen Rp 48 Per Saham

Whats New
Erick Thohir Jelaskan Penyebab Menumpuknya Utang BUMN Karya

Erick Thohir Jelaskan Penyebab Menumpuknya Utang BUMN Karya

Whats New
Pendaftar Sekolah Kedinasan Lanjut Tahap SKD, Kementerian PAN-RB: Tidak Ada Ruang Kecurangan

Pendaftar Sekolah Kedinasan Lanjut Tahap SKD, Kementerian PAN-RB: Tidak Ada Ruang Kecurangan

Whats New
IHSG Bergerak di Zona Merah, Rupiah Sentuh Rp 14.734 Per Dollar AS

IHSG Bergerak di Zona Merah, Rupiah Sentuh Rp 14.734 Per Dollar AS

Whats New
Aktivitas Belanja Online Kembali Naik, SiCepat Ekspres Catat 46 Persen Lonjakan Pengiriman Paket Lebaran

Aktivitas Belanja Online Kembali Naik, SiCepat Ekspres Catat 46 Persen Lonjakan Pengiriman Paket Lebaran

Whats New
Nikel Indonesia, Elon Musk, dan Peluang Bioekonomi

Nikel Indonesia, Elon Musk, dan Peluang Bioekonomi

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.