JNE Sudah 2 Kali Jadi Sasaran Boikot Netizen, Apa Sebabnya?

Kompas.com - 08/12/2021, 10:14 WIB
Imam Nurdiansyah (kiri) dan Ahmad Fauzi (kanan) merupakan karyawan yang mendapatkan grand prize rumah dari JNE. Dok. JNEImam Nurdiansyah (kiri) dan Ahmad Fauzi (kanan) merupakan karyawan yang mendapatkan grand prize rumah dari JNE.

Eri menambahkan, JNE selalu menerapkan nilai-nilai agama dan suku yang direalisasikan dalam berbagai aspek pada aktivitas perusahaan.

Mulai dari kegiatan keagamaan karyawan, apresiasi perjalanan ibadah bagi karyawan dengan masa kerja 10 tahun (umrah, hollyland tour, dan lain-lain), dan berbagai aktivitas lainnya.

Baca juga: Rincian Gaji TNI AL Plus Tunjangan, dari Tamtama hingga Laksamana

Boikot JNE kedua

Sebelumnya, JNE terkena dampak tagar Boikot JNE tepatnya pada Desember 2020. Saat itu, tagar tersebut ramai usai ada foto Sekjen HRS Center Haikal Hassan yang sedang berpose dengan sejumlah wanita yang mengenakan seragam JNE di depan spanduk bertuliskan Pengajian 2 Bulanan.

Diketahui, JNE memang rutin menyelenggarakan pengajian untuk karaywannya. Pengajian karyawan JNE dengan tamu Haikal itu memang disambut antusias oleh karyawan dengan berfoto bersama.

Penyebab lainnya, yakni ucapan selamat ulang tahun dari Ustaz Abdul Somad (UAS) untuk JNE. Komentar miring pun langsung membanjiri akun media sosial jasa ekspredisi tersebut. 

Baca juga: Besaran Gaji TNI Plus Tunjangannya, dari Tamtama hingga Jenderal

Bahkan, muncul kata-kata rasis dengan melabeli JNE sebagai kadal gurun. Saat itu, suasana perpolitikan Indonesia memang masih memanas usai Pilpres 2019. 

Padahal, dalam rangkaian perayaan HUT ke-30 JNE, juga ada ucapan dari Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Gubernur DKI Anies Rasyid Baswedan.

Presiden Direktur JNE Mohamad Feriadi turun tangan membantah mempunyai afiliasi dengan kelompok organisasi kemasyarakatan tertentu. 

"Demi Allah bahwa JNE adalah organisasi yang netral. JNE tidak berafiliasi dengan organisasi, kelompok, atau perorangan manapun," kata Feriadi dilansir Antara. 

Feriadi menambahkan bahwa tidak benar ormas yang dikaitkan dengan perusahaannya memiliki saham di JNE. Lebih lanjut, ia memastikan bisnis JNE tidak terganggu dengan adanya kabar tersangkut hukumnya ormas tersebut ke pihak berwajib.

Dia menduga ada pihak-pihak yang sengaja memanfaatkan 'suhu perpolitikan yang memanas' saat ini, untuk menjungkalkan JNE dari persaingan usaha jasa ekspedisi. 

Baca juga: Ramai Seruan Boikot JNE, Ini Respons Manajemen

(Penulis: Elsa Catherina | Editor: Yoga Sukmana)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.