Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Generasi Sandwich Itu Apa? Pahami Arti dan Dampak Generasi Sandwich

Kompas.com - 08/12/2021, 10:27 WIB
Muhammad Choirul Anwar

Penulis


JAKARTA, KOMPAS.com - Apa yang dimaksud generasi sandwich? Apa artinya generasi sandwich? Generasi sandwich tahun berapa? Generasi sandwich maksudnya apa?

Pertanyaan semacam itu kerap bermunculan di kalangan pembaca yang mencari tahu informasi seputar generasi sandwich itu apa, termasuk terkait dampak generasi sandwich.

Dirangkum dari berbagai sumber, secara umum generasi sandwich adalah sebutan bagi orang-orang tertentu yang umumnya berusia matang alias produktif (setengah tua) yang memiliki peran ganda.

Baca juga: Yayasan dan Perkumpulan adalah Badan Hukum, Apa Bedanya dengan PT?

Peran ganda pada generasi sandwich atau sandwich generation artinya yaitu bertanggung jawab terhadap anaknya yang masih tinggal bersama di rumah dan juga bertanggung jawab atas orang tua serta mertuanya.

Dengan demikian, orang-orang yang termasuk dalam generasi sandwich maksudnya yaitu generasi yang tidak hanya mengurus diri dan pasangan sendiri.

Lebih dari itu, mereka juga turut menanggung beban generasi sebelum dan sesudahnya. Posisi yang berada di antara dua generasi itulah yang kemudian membuat seseorang diibaratkan seperti sandwich.

Itulah penjelasan sederhana mengenai generasi sandwich itu apa. Lantas apa dampak generasi sandwich? Sebelum itu, pahami dulu pengertian generasi sandwich menurut para ahli.

Baca juga: Pahami Kelemahan Robot Trading dan Apa Itu Robot Trading Ilegal

Munculnya generasi sandwich

Shclesinger dan Raphael dalam jurnalnya tahun 1993 pernah menjelaskan bahwa studi mengenai generasi sandwich berawal pada tahun 1981 di California.

Kala itu, terdapat batasan subjek penelitian tentang generasi sandwich dengan kategori usianya, yaitu perempuan yang berada pada kategori middle age yakni berada pada kisaran umur 45-65 tahun.

Selanjutnya, di Toronto terdapat studi terkait generasi sandwich adalah dikategorikan tanpa membatasi usia individu untuk mengklasifikasikannya ke dalam generasi sandwich.

Kendari demikian, penelitian tersebut juga menerapkan batasan khusus yaitu keberadaan anak dengan usia di atas 18 tahun dan memiliki tanggung jawab untuk menjaga/ merawat orangtua dan/atau mertuanya.

Baca juga: Simak Daftar Pedagang Aset Kripto yang Terdaftar di Bappebti

Lebih lanjut, WR Hernandez, Marjanen P dan Riina K pada tahun 2019 menyepakati, sandwich generation artinya individu yang berada dalam kondisi fit untuk bekerja dan terjebak antara tanggung jawab keluarga dengan tanggung jawab profesional.

Adapun T Broady di tahun 2019 menjelaskan, generasi sandwich maksudnya yakni individu yang membagi sumber daya mereka untuk anak dan orang tuanya yang telah memasuki usia lanjut.

JN Migliaccio pada 2019 juga mengulas perkembangan terkait generasi sandwich itu apa. Ia menyoroti munculnya generasi milenial yang mulai berada di masa untuk merawat orang tuanya yang menua,

Dalam kondisi ini, maka dinamika definisi generasi sandwich bertransisi meluas menjadi kelompok generasi sandwich yang terdiri dari empat generasi keluarga yang saling ketergantungan satu sama lain dalam beberapa hal.

Baca juga: Kenali Apa Itu AJB dan Bedanya dengan PPJB Saat Beli Rumah atau Tanah

Dampak generasi sandwich

Keberadaan status generasi sandwich tidak terlepas dari adanya kewajiban menjaga keluarga di luar keluarga intinya. Ini menyebabkan sejumlah konsekuensi.

Status generasi sandwich membuat seseorang memiliki jumlah tanggungan keluarga yang lebih banyak apabila dibandingkan dengan non-generasi sandwich.

Inilah salah satu dampak generasi sandwich. Pasalnya, jumlah tanggungan keluarga yang lebih banyak tersebut menyebabkan generasi sandwich memiliki kewajiban finansial yang cenderung lebih tinggi dan proporsi waktu luang yang lebih sedikit dibanding non-generasi sandwich.

Lebih lanjut, Solberg dan sejumlah rekannya pernah menyepakati, status sebagai generasi sandwich juga memberikan dampak negatif terhadap kondisi pernikahan, kesehatan, menimbulkan stres, kecemasan, dan kesedihan.

Sejalan dengan hasil studi tersebut, penelitian Hopps dan kawan-kawan pada 2017 di Amerika Serikat menemukan bahwa kelompok individu yang memiliki tanggung jawab merawat orang tua lebih banyak yang merasa tertekan apabila dibandingkan dengan yang tidak memiliki tanggung jawab serupa.

Baca juga: Pahami Apa Itu PPJB Sebelum Beli Tanah atau Rumah

Di negara lain, Juin pada 2015 di Perancis menemukan bahwa tanggung jawab merawat orang tua memiliki efek negatif terhadap tingkat kesehatan, terutama apabila tanggung jawab perawatan tersebut adalah intensif lebih dari 20 jam per minggu.

Praktis, konsekuensi berikutnya dari generasi sandwich adalah mereka menghadapi konflik ketika tanggung jawab keluarga dan tuntutan pekerjaan harus diselesaikan secara bersamaan.

Ahmad dan koleganya di Malaysia pada tahun 2016 bahkan menemukan, potensi konflik ini semakin tinggi pada kelompok individu berpendapatan rendah dan mempengaruhi kualitas hidup generasi sandwich dalam hal tingkat kepuasan terhadap pekerjaan dan keluarganya.

Itulah penjelasan mengenai generasi sandwich itu apa untuk menjawab pertanyaan sandwich generation artinya apa, termasuk mengenai dampak generasi sandwich.

Baca juga: Aturan Transaksi E-Mas Bank BSI, Pahami Risiko Tabungan Emas BSI

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

3,1 Juta Tiket Kereta Api Terjual pada Masa Angkutan Lebaran 2024, Ini Rute Favorit

3,1 Juta Tiket Kereta Api Terjual pada Masa Angkutan Lebaran 2024, Ini Rute Favorit

Whats New
3 Jalur Alternatif Arus Balik Lebaran di Jawa Barat

3 Jalur Alternatif Arus Balik Lebaran di Jawa Barat

Whats New
Menhub Targetkan Pembangunan Jalur Kereta Simpang Joglo Selesai September 2024

Menhub Targetkan Pembangunan Jalur Kereta Simpang Joglo Selesai September 2024

Whats New
Mata Uang Indonesia Diatur Secara Resmi oleh Pemerintah dalam Aturan?

Mata Uang Indonesia Diatur Secara Resmi oleh Pemerintah dalam Aturan?

Whats New
Cara Isi Saldo e-Toll BCA, BRI, BNI, dan Mandiri lewat HP

Cara Isi Saldo e-Toll BCA, BRI, BNI, dan Mandiri lewat HP

Spend Smart
Apa Mata Uang Singapura dan Berapa Nilai Tukarnya ke Rupiah?

Apa Mata Uang Singapura dan Berapa Nilai Tukarnya ke Rupiah?

Whats New
Jasa Marga Catat 471.000 Kendaraan Kembali ke Jabotabek pada Hari Puncak dan H+1 Lebaran

Jasa Marga Catat 471.000 Kendaraan Kembali ke Jabotabek pada Hari Puncak dan H+1 Lebaran

Whats New
Mengenal Mata Uang Myanmar dan Nilai Tukarnya ke Rupiah

Mengenal Mata Uang Myanmar dan Nilai Tukarnya ke Rupiah

Whats New
Jasa Marga Catatkan 16.000 Kendaraan Alami Saldo E-Toll Kurang Saat Arus Mudik

Jasa Marga Catatkan 16.000 Kendaraan Alami Saldo E-Toll Kurang Saat Arus Mudik

Whats New
H2+2 Lebaran, KAI Daop 1 Jakarta Catat Sebanyak 46.000 Lebih Penumpang Tiba di Jakarta

H2+2 Lebaran, KAI Daop 1 Jakarta Catat Sebanyak 46.000 Lebih Penumpang Tiba di Jakarta

Whats New
Ketentuan dan Cara Refund-Reschedule Tiket Damri

Ketentuan dan Cara Refund-Reschedule Tiket Damri

Whats New
Mengenal Mata Uang Laos dan Nilai Tukarnya ke Rupiah

Mengenal Mata Uang Laos dan Nilai Tukarnya ke Rupiah

Whats New
Sopir Dinyatakan Tersangka, Rosalia Indah Akan Patuhi Proses Hukum

Sopir Dinyatakan Tersangka, Rosalia Indah Akan Patuhi Proses Hukum

Whats New
PLN Pastikan Keandalan Pembangkit EBT Buat Suplai Listrik Saat Libur Lebaran

PLN Pastikan Keandalan Pembangkit EBT Buat Suplai Listrik Saat Libur Lebaran

Whats New
Kementan dan Provinsi Banten Kembangkan Padi Varietas Biosalin untuk Wilayah Pesisir

Kementan dan Provinsi Banten Kembangkan Padi Varietas Biosalin untuk Wilayah Pesisir

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com