Terima Banyak Keluhan, Produk Unitlink Masih Catatkan Kinerja Positif

Kompas.com - 08/12/2021, 14:34 WIB
Ketua Dewan Pengurus AAJI, Budi Tampubolon. KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA KEMALAKetua Dewan Pengurus AAJI, Budi Tampubolon.

JAKARTA, KOMPAS.com - Produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau biasa disebut dengan unitlink masih mencatatkan kinerja yang positif, meskipun tengah disorot oleh berbagai pihak.

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat, total pendapatan premi unitlink tumbuh sebesar 9 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 93,31 triliun hingga kuartal II-2021.

Dengan capaian tersebut, unit link kembali mendominasi total pendapatan premi industri asuransi jiwa, dengan porsi sebesar 62,5 persen dari total pendapatan premi sebesar Rp 149,36 triliun.

Baca juga: OJK Bakal Perketat Aturan Produk Asuransi Unitlink

"Produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi atau unitlink masih mendominasi (total pendapatan premi)," ujar Ketua Dewan Pengurus AAJI, Budi Tampubolon, dalam konferensi pers virtual, Rabu (8/12/2021).

AAJI menyadari, produk unitlink saat ini tengah disorot oleh banyak pihak, sebab banyak pemegang polis mengaku alami kerugian dari produk tersebut.

Namun demikian, Budi menilai, produk unit link masih diminati oleh masyarakat, yang memang menginginkan manfaat investasi dalam produk asuransi proteksi yang dimiliki.

"Kami dari asosiasi selalu berpendapat, prodak unit link itu tidak ada yang salah. Produk unit link menjawab kebutuhan asuransi sebagaian masyarakat Indoneisa," tutur dia.

"Sementara produk asuransi tradisional juga tidak ada yang salah , juga menjawab kebutuhan nasabah asuransi yang lain," tambahnya.

Guna merespons berbagai keluhan pemegang polis, Ketua Bidang Keuangan, Pajak, dan Investasi AAJI Simon Imanto menyebutkan, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat ataupun perusahaan asuransi.

AAJI meminta kepada perusahaan asuransi untuk menjelaskan secara detail produk unitlink yang ditawarkan kepada masyarakat, agar dipahami manfaat sekaligus risiko dari produk itu.

"Artinya memang kalau kita bicara dengan produk PAYDI, itu adalah kita mengerti ada dua komponen premi, premi asuransi dan yang dialokasikan untuk investasi. Yang penting sebetulnya adalah proses pengertian risiko investasi sendiri," ucap dia.

Baca juga: Pilih Asuransi Tradisional atau Unitlink? Simak Dulu Bedanya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.