TBIG Catatkan Pertumbuhan Pendapatan 15,8 Persen di Kuartal III 2021

Kompas.com - 08/12/2021, 16:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Emiten menara, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) membukukan pertumbuhan pendapatan 15,8 persen di kuartal III tahun 2021 sebesar Rp 4,56 triliun, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 3,9 triliun.

Sementara itu, EBITDA di kuartal III tahun 2021 sebesar Rp 3,9 miliar.

Per 30 September 2021, TBIG memiliki 37.983 penyewaan dan 20.049 site telekomunikasi. Site telekomunikasi milik Perseroan terdiri dari 19.938 menara telekomunikasi dan 111 jaringan DAS.

Baca juga: TBIG Terbitkan Surat Utang Senilai Rp 5,6 Triliun dalam Jangka Waktu 5,5 Tahun

Dengan angka total penyewaan pada menara telekomunikasi sebanyak 37.872, maka rasio kolokasi (tenancy ratio) Perseroan menjadi 1,90.

Hardi Wijaya Liong, CEO TBIG, mengatakan, pertumbuhan tersebut didorong oleh pertumbuhan organik yang menopang bisnis operator jaringan.

“Pertumbuhan organik kami terus kuat karena operator telekomunikasi kami memperkuat jaringan mereka di seluruh negeri. Pada kuartal ketiga tahun ini, kami menambahkan 801 penyewaan kotor organik yang terdiri dari 347 sites telekomunikasi dan 454 kolokasi,” ungkap Hardi melalui siaran pers, Rabu (8/12/2021).

Per 30 September 2021, total pinjaman (debt) Perseroan, jika pinjaman dalam mata uang dollar AS yang telah dilindung nilai diukur dengan menggunakan kurs lindung nilainya, adalah sebesar Rp 27.142 miliar dan total pinjaman senior (gross senior debt) sebesar Rp 11.416 miliar.

Baca juga: Jadi Inspirasi Perusahaan, Grab Pajang Dua Foto Mitra Difabel Asal Indonesia di Menara NASDAQ

Dengan saldo kas yang mencapai Rp 842 miliar, maka total pinjaman bersih (net debt) menjadi Rp 26.300 miliar dan total pinjaman senior bersih (net senior debt) Perseroan menjadi Rp 10.575 miliar.

Menggunakan EBITDA kuartal ketiga 2021 yang disetahunkan, maka rasio pinjaman senior bersih terhadap EBITDA adalah 1,9 kali dan total pinjaman bersih terhadap EBITDA adalah 4,7 kali.

 CFO dari TBIG Helmy Yusman Santoso menjelaskan, pada akhir Oktober 2021, TBIG menetapkan penawaran surat utang dengan jumlah keseluruhan sebesar 400 juta dollar AS dengan tingkat suku bunga 2,8 persen Surat Utang Tanpa Jaminan Yang Didahulukan, yang merupakan spread paling minimal dari obligasi korporasi non-BUMN Indonesia.

“Kami memiliki struktur utang yang sangat kuat, sumber pendanaan yang terlindung nilai sepenuhnya, sumber pendanaan yang terdiversifikasi, dan komitmen atas ketersediaan dari pinjaman yang belum ditarik. Kami secara reguler mengakses pasar Obligasi Rupiah melalui program Obligasi Rupiah Berkelanjutan V dengan jumlah total hingga Rp 15 triliun, yang berlaku sampai Agustus 2023,” jelas Helmy.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.