Menaker Sebut Pusat Pasar Kerja Solusi Masalah Pekerja yang Tak Sesuai Latar Pendidikannya

Kompas.com - 08/12/2021, 17:49 WIB
Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Menaker) Ida Fauziyah dalam acara peletakan batu pertama Training Ground PT International Morowali Industrial Park (IMIP) di Morowali, Sulawesi Tengah, Kamis (25/11/2021). Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Menaker) Ida Fauziyah dalam acara peletakan batu pertama Training Ground PT International Morowali Industrial Park (IMIP) di Morowali, Sulawesi Tengah, Kamis (25/11/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan, Pusat Pasar Kerja didirikan sebagai jawaban dari permasalahan link and match dan ekosistem digital ketenagakerjaan yang merupakan keharusan dalam menghadapi era revolusi digital 4.0.

Adanya layanan job matching Pusat Pasar Kerja, juga dapat menjadi solusi segala permasalahan para pekerja yang bekerja tidak sesuai dengan tingkat pendidikannya serta ketidakcocokan latar belakang pendidikan dengan jenis pekerjaannya.

Hal tersebut ia sampaikan saat membuka Rapat Kerja Internal Pusat Pasar Kerja di Jakarta, Rabu (8/12/2021).

Baca juga: Soal Penempatan PMI, Menaker Nilai MoU dengan Malaysia Harus Segera Rampung

"Saya ingin Pusat Pasar Kerja mampu menjalankan tugas pokok dan fungsinya dengan maksimal mengatasi permasalahan ketenagakerjaan di Indonesia," ucap Ida melalui siaran pers tertulis.

Pada raker internal ini, dilakukan juga penandatanganan komitmen bersama (PKB) seluruh unit Eselon I di Kemenaker terhadap Pusat Pasar Kerja.

Menurut Ida, komitmen bersama ini dilakukan untuk menciptakan sistem informasi pasar kerja yang tepat guna, tepat sasaran dan inklusif.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Kemenaker Anwar Sanusi menuturkan, kesiapan Pusat Pasar Kerja untuk memberikan pelayanan didukung oleh SDM yang telah dibekali dengan product knowledge layanan PASKER ID dan kemampuan pelayanan memuaskan.

Adanya ketersediaan Networking diantaranya dengan Better Work, ILO, ICCN, GIZ, Career Development Center (CDC) di berbagai universitas negeri dan swasta serta pengembangan talenta muda melalui berbagai kegiatan talenthub dalam mengelola Karirhub sebagai aplikasi yang mempertemukan supply dan demand.

Baca juga: Berikan Kuliah Umum untuk Politeknik IMIP, Menaker: Era 4.0 Dorong Perkembangan Sektor Industri

"Saat ini telah terlihat progres dalam penggunaan Karirhub baik dari sisi pemberi kerja maupun pencari kerja," kata Anwar.

Ia menambahkan, dari raker Pusat Pasar Kerja diharapkan dapat menyatukan komitmen bersama untuk mewujudkan target kinerja.

"Perlunya kolaborasi antar unit yang ada agar dapat memberikan dampak positif pada penyerapan tenaga kerja di Indonesia," ujar Anwar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.