Rupiah dan IHSG Melenggang di Zona Hijau Pagi Ini

Kompas.com - 09/12/2021, 09:34 WIB
Ilustrasi IHSG KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGIlustrasi IHSG


JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak pada zona hijau di awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis (9/12/2021). Demikian juga dengan mata uang garuda yang menguat pada perdagangan pasar spot.

Melansir data RTI, pukul 09.09 WIB, IHSG berada pada level 6.619,06 atau naik 15,2 poin (0,23 persen) dibanding penutupan sebelumnya pada level 6.603,79.

Sebanyak 252 saham melaju di zona hijau dan 136 saham di zona merah. Sedangkan 186 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 1,09 triliun dengan volume 1,9 miliar saham.

Baca juga: Turun Rp 3.000 per Gram, Simak Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Bursa Asia mayoritas hijau dengan kenaikan Shanghai Komposit 0,38 persen, Hang Seng Hong Kong 0,8 persen, dan Strait Times 0,38 persen. Sementara itu, Nikkei melemah 0,2 persen.

Wall Street pada penutupan pagi ini hijau dengan kenaikan index Dow Jones Industrial Average (DJIA) 0,1 persen, S&P 500 menguat 0,31 persen, dan index acuan saham teknologi Nasdaq juga bertambah 0,64 persen.

Sebelumnya, Analis Panin Sekuritas William Hartanto memprediksi IHSG akan menguat hari ini. Menurut dia, sentiment window dressing akan mendorong kelanjutan penguatan IHSG.

“Masih melanjutkan window dressing, penguatan IHSG berpotensi berlanjut. Hari ini IHSG berpotensi bergerak mixed cenderung menguat dalam range 6.554 – 6.645,” kata William dalam rekomendasinya.

Baca juga: Pergerakan IHSG Dibayangi Sentimen Window Dressing, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot pagi ini juga menguat. Melansir Bloomberg, pukul 09.11 WIB rupiah bergerak pada level Rp 14.328 per dollar AS, atau naik 29 poin (0,2 persen) dibanding penutupan sebelumnya di level Rp 14.357 per dollar AS.

Pengamat pasar uang Ariston Tjendra mengatakan, meskipun rupiah mengalami penguatan, masih ada potensi pelemahan hari ini karena kekhawatiran varian Covid-19, Omicron. Selain itu juga tapering masih menjadi fokus pasar.

“Belum ada perubahan sentimen di pasar keuangan pagi ini. Penyebaran virus Omicron dan wacana percepatan tapering masih menjadi fokus pasar. Pasar mungkin akan memperhatikan kenaikan kembali yield obligasi pemerintah AS, yang bisa mendorong pelemahan rupiah,” kata Ariston.

Ariston memproyeksikan hari ini rupiah bisa bergerak pada kisaran Rp 14.380 per dollar AS dengan potensi resisten di kisaran Rp 14.320 per dollar AS.

Baca juga: Sri Mulyani dan Bos Pertamina Masuk Jajaran Wanita Paling Berpengaruh di Dunia

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.