Sederet Insiden Serius Proyek Kereta Cepat: Pipa Meledak hingga Tiang Pancang Roboh

Kompas.com - Diperbarui 10/12/2021, 04:33 WIB

Hal ini dikarenakan besi-besi yang dicuri bukanlah bagian dari komponen konstruksi utama lintasan Kereta Cepat Jakarta-Bandung, melainkan besi untuk kebutuhan temporary support.

Baca juga: Rachmat Gobel Kritik Proyek Kereta Cepat karena Mengemis Duit APBN

Pencurian terhadap besi-besi untuk kebutuhan temporary support proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung itu dilakukan para pelaku pada dini hari dengan cara membobol pagar pembatas di kawasan konstruksi

“Konstruksi utama KCJB (Kereta Cepat Jakarta-Bandung) aman. Besi-besi yang dicuri adalah besi untuk keperluan temporary support seperti H-beam, scaffolding, dan sebagainya. Bukan besi tulangan yang dipakai pada konstruksi lintasan atau stasiun,” ujarnya dalam keterangan resmi.

5. Protes warga

Dampak dari pembangunan mega proyek nasional kereta cepat di Kampung Tegalnangklak, Desa Bunder, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta tak hanya berdampak pada lingkungan, kini tembok-tembok rumah warga mulai retak.

Dikutip dari Tribunnews, pemukiman warga Tegalnangklak terletak sangat dekat dengan lokasi pembangunan kereta cepat, bahkan lokasi pemukiman berada dibawa tebing curam sehingga rawan longsor.

Baca juga: Naik Kereta Cepat Tak Sampai Kota Bandung, Harus Ganti Kereta Lagi

Warga sekitar menyebut, getaran mesin diesel hammer yang memasang tiang pancang (paku bumi) dalam pengerjaan proyek tersebut kerap menimbulkan retakan pada tembok rumah.

Sementara itu di Bandung Barat, akses warga di beberapa lokasi tertutup akibat pengerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung.

Warga menyebut, proyek itu bukan saja menutup akses jalan menuju rumahnya tapi juga merusak sumber air bersih, membuat dinding retak, dan atap rumah akibat getaran pengeboran.

Beberapa warga terpaksa mengungsi dengan mengontak rumah di lokasi yang lebih aman dan mudah diakses. Pasalnya, setiap dia mengadukan kondisi rumahnya kepada pelaksana proyek selalu tak ditanggapi.

Baca juga: Indonesia Menanggung Utang dari Proyek Kereta Cepat, Berapa Triliun?

6. Jalan ambles

Penurunan tanah yang mengakibatkan area di eks jalan nasional, Desa Sumur Bandung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, ambles, Senin (31/5). Kejadian penurunan tanah ini berada di area jalan yang sudah tidak dipergunakan lagi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.