Penutupan Kode Broker Dinilai Bisa Cegah Praktik Ikut-ikutan Jual-Beli Saham

Kompas.com - 09/12/2021, 16:45 WIB
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan saham saat merebaknya wabah Covid-19 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2020). ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAKaryawan melintas di dekat layar pergerakan saham saat merebaknya wabah Covid-19 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Keputusan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menutup informasi kode broker di sesi perdagangan bursa dinilai dapat meminimalisir praktik herding behaviour atau ikut-ikutan dalam melakukan transaksi jual-beli saham.

CEO Big Alpha Tirta Prayudha mengatakan, dengan adanya kebijakan itu investor ritel bisa lebih bijak dalam bertransaksi saham, baik jika menggunakan analisa fundamental maupun analisa teknikal.

Baca juga: Respons Perusahaan Sekuritas Terkait Penutupan Kode Broker

Menurut dia, saat ini sudah banyak sekali informasi yang bisa digunakan sebagai data points dalam menganalisa sebuah saham yang sudah tersedia luas.

"Dan sebaiknya, investor ritel yang baru masuk ke Bursa menggunakan informasi-informasi ini ketimbang sekadar mengikuti ‘siapa membeli saham apa,’ tanpa tahu lebih dalam mengenai emiten tersebut," kata Tirta dalam keterangannya, Kamis (9/12/2021).

"Karena, meskipun kita bisa tahu broker mana membeli saham apa, akan jauh lebih sulit untuk mengetahui motif, alasan serta kepentingan mereka membeli saham-saham tersebut," tambah dia.

Jika mempertimbangkan pertumbuhan investor yang sangat pesat dalam satu tahun terakhir, kata Tirta, kebijakan tersebut merupakan langkah yang tepat dan bertujuan sebagai insentif agar investor melakukan pekerjaan rumahnya sendiri sebelum memutuskan untuk membeli atau menjual saham.

"Perlu diketahui, herding behavior di bursa bisa memicu tindakan-tindakan yang bersifat spekulatif dan membuat pasar menjadi lebih tidak stabil dan memang sebaiknya diminimalisir," tutur dia.

Baca juga: BEI Tutup Kode Broker, Bagaimana Dampaknya ke Pasar Modal?

Selain itu, Tirta menilai, penutupan kode broker saham merupakan salah satu bentuk perhatian dari bursa kepada investor ritel.

Pasalnya, tindakan herding behaviour kerap kali justru merugikan investor ritel.

"Penerapan kebijakan (penutupan kode broker) ini jika dilihat lebih dalam sebenarnya merupakan sebuah tanda bahwa otoritas Bursa memperhatikan kondisi dan isu-isu di lapangan," kata dia.

Sementara itu, Founder & CEO Investabook Muhammad Alfisyahrin mengatakan, penutupan kode broker merupakan kebijakan yang positif untuk ekosistem pasar yang lebih sehat.

"Strategi mengekor investor besar dengan membaca kode broker justru berpotensi menjebak kita pada saham yang kita sebenarnya tidak benar-benar yakin dengan prospeknya," ucap dia.

Baca juga: BEI: Penutupan Kode Broker Tak Kurangi Transparansi di Pasar Modal

Sebagaimana diketahui, BEI resmi menerapkan penutupan kode broker sejak Senin (6/12/2021) kemarin. Ini dilakukan untuk mengikuti praktik pasar saham di sejumlah negara lain.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.