Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Investor Asing Getol Akuisisi Bank Lokal

Kompas.com - 09/12/2021, 17:44 WIB
Yoga Sukmana

Editor

Sumber

JAKARTA, KOMPAS.com - Dominasi cengkeraman investor asing terhadap industri perbankan lokal semakin kuat. Bank besar hingga menengah tak luput dari incaran asing. Maklum margin perbankan Indonesia masih paling tinggi di kawasan.

Di kelas bank besar ada Permata Bank yang dibeli oleh Bangkok Bank asal Thailand pada 2020 silam. Pada segmen menengah, KB Kookmin asal Korea Selatan mengakuisisi Bank Bukopin.

Kini bank kecil juga makin gemar dilirik dan dibeli oleh investor luar negeri. Investor asal Hong Kong, WeLab, misalnya, baru saja mengakuisisi PT Bank Jasa Jakarta (BJJ) untuk dijadikan bank digital. Sebelumnya, Sea Group yang berbasis di Singapura telah sukses mencaplok Bank Kesejahteraan Ekonomi yang kini sudah berganti nama menjadi Sea Bank Indonesia.

Baca juga: Belanja Online Dapat Diskon Rp 100.000 dari Pemerintah, Sudah Tahu?

Maraknya akuisisi bank kecil oleh asing, seiring dengan keinginan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat industri perbankan. Regulator merilis Peraturan OJK (POJK) No.12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum yang mengatur modal inti bank sedikitnya sebesar Rp 3 triliun pada tahun 2022.

Harapannya, bank kecil bisa bernaung dalam ekosistem bank yang lebih besar. Namun, tak semua bank memilih jalur konsolidasi. Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Amin Nurdin mengatakan kelebihan dari konsolidasi antar bank akan membuat industri lebih efisien dan murah karena jumlah bank relatif sedikit. Juga lebih mudah dilakukan namun negatifnya tidak adanya hal baru yang masuk dari aksi ini.

“Kalau investor asing, secara kekuatan modal, bank akan kuat dan terbantu untuk investasi dan ekspansi bisnis ke depan. Lalu ada alih teknologi, sumber daya manusia, dan pengetahuan dari investor asing kepada bank yang diakuisisi,” ujar Amin kepada Kontan.co.id pada Rabu (8/12/2021).

Baca juga: Sambut Delegasi G20, Sri Mulyani: Selamat Datang di Bali

Ia tidak menampik dampak negatif semakin ramainya investor asing menguasai bank lokal. Ia menyebut industri keuangan menyumbang 90 persen perekonomian Indonesia.

“Artinya perekonomian Indonesia tergantung pada industri keuangan khususnya perbankan. Bila asing menguasai perbankan kita, sama saja ekonomi kita dikuasai oleh asing,” papar dia.

Kendati demikian, Amin tidak setuju bila investor asing dihalangi masuk ke perbankan. Selama dibatasi agar ada alih teknologi, informasi dan SDM yang akan mengakselerasi pertumbuhan industri keuangan Indonesia.

“Idealnya memang susah karena kondisinya tidak banyak investor lokal yang mau berinvestasi di bank digital yang belum tahu ke depannya bakal seperti apa. Apalagi, bank BUKU I dan II itu, modal seret, tingkat kesehatan biasa saja, sedangkan rasio kredit bermasalah tinggi, dan susah ekspansi,” ujar Amin.

Baca juga: Sederet 5 Kilang Minyak Terbesar di Indonesia

Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot menyatakan regulator tidak mendikotomikan kepemilikan asing dan non asing terhadap bank di Indonesia. Bagi OJK, paling penting pihak tersebut harus mampu menyangga kinerja perbankan secara berkelanjutan dan mampu mendorong penguatan bank.

Baik melalui skema konsolidasi, peleburan, penggabungan ataupun pengambilalihan. Toh, OJK ingin pada akhirnya perbankan mampu berkontribusi pada perekonomian.

“Terkait dengan sinyal bahwa bank kecil lebih memilih investor asing, dalam pandangan OJK ini semata-mata masalah pertimbangan bisnis dan bukan masalah asing dan non asing. OJK tentunya akan melakukan fit and proper kelayakan investor manapun untuk menopang sustainability bank, tidak melihat apakah dia asing dan non asing,” jelas Sekar kepada Kontan.co.id pada Rabu (8/12/2021).

Namun konsolidasi di perbankan dalam negeri tetap terjadi. Hal ini dilakukan oleh Mega Corpora yang merupakan subholding CT Corpora milik konglomerat Chairul Tanjung, pas sektor keuangan. Perseroan memiliki 14 entitas anak, dimana lima di antaranya bergerak di bidang usaha perbankan. Mereka yakni PT Bank Mega Tbk., PT Bank Mega Syariah, PT Bank SulutGo, PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tengah, dan PT Allo Bank Indonesia Tbk. (Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Wahyu T.Rahmawati)

Baca juga: Nilai Ekspor Mi Instan Indonesia Capai 185 Juta Dollar AS hingga September 2021

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Investor asing makin gencar akuisisi bank lokal kecil hingga besar

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Apa Itu Reksadana Pendapatan Tetap? Ini Arti, Keuntungan, dan Risikonya

Apa Itu Reksadana Pendapatan Tetap? Ini Arti, Keuntungan, dan Risikonya

Work Smart
BI Kerek Suku Bunga Acuan ke 6,25 Persen, Menko Airlangga: Sudah Pas..

BI Kerek Suku Bunga Acuan ke 6,25 Persen, Menko Airlangga: Sudah Pas..

Whats New
Suku Bunga Acuan BI Naik, Rupiah Masih Melemah

Suku Bunga Acuan BI Naik, Rupiah Masih Melemah

Whats New
Harga Emas ANTAM: Detail Harga Terbaru Pada Kamis 25 April 2024

Harga Emas ANTAM: Detail Harga Terbaru Pada Kamis 25 April 2024

Spend Smart
SMGR Gunakan 559.000 Ton Bahan Bakar Alternatif untuk Operasional, Apa Manfaatnya?

SMGR Gunakan 559.000 Ton Bahan Bakar Alternatif untuk Operasional, Apa Manfaatnya?

Whats New
Harga Emas Terbaru 25 April 2024 di Pegadaian

Harga Emas Terbaru 25 April 2024 di Pegadaian

Spend Smart
Harga Bahan Pokok Kamis 25 April 2024, Harga Cabai Rawit Merah Naik

Harga Bahan Pokok Kamis 25 April 2024, Harga Cabai Rawit Merah Naik

Whats New
Simak Rincian Kurs Rupiah Hari Ini di BNI hingga Bank Mandiri

Simak Rincian Kurs Rupiah Hari Ini di BNI hingga Bank Mandiri

Whats New
Harga Emas Dunia Melemah Seiring Meredanya Konflik Timur Tengah

Harga Emas Dunia Melemah Seiring Meredanya Konflik Timur Tengah

Whats New
IHSG dan Rupiah Melemah di Awal Sesi

IHSG dan Rupiah Melemah di Awal Sesi

Whats New
Terinspirasi Langkah Indonesia, Like-Minded Countries Suarakan Penundaan dan Perubahan Kebijakan EUDR

Terinspirasi Langkah Indonesia, Like-Minded Countries Suarakan Penundaan dan Perubahan Kebijakan EUDR

Whats New
Manfaat Rawat Inap Jadi Primadona Konsumen AXA Financial Indonesia

Manfaat Rawat Inap Jadi Primadona Konsumen AXA Financial Indonesia

Whats New
Kemenko Marves: Prabowo-Gibran Bakal Lanjutkan Proyek Kereta Cepat sampai Surabaya

Kemenko Marves: Prabowo-Gibran Bakal Lanjutkan Proyek Kereta Cepat sampai Surabaya

Whats New
Layani Angkutan Lebaran Perdana, Kereta Cepat Whoosh Angkut 222.309 Penumpang

Layani Angkutan Lebaran Perdana, Kereta Cepat Whoosh Angkut 222.309 Penumpang

Whats New
Laba Unilever Naik 3,1 Persen Menjadi Rp 1.4 Triliun pada Kuartal I-2024

Laba Unilever Naik 3,1 Persen Menjadi Rp 1.4 Triliun pada Kuartal I-2024

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com