Kompas.com - 10/12/2021, 09:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak pada zona merah di awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jumat (10/12/2021).

Demikian juga dengan mata uang garuda yang melemah pada perdagangan pasar spot.

Melansir data RTI, pukul 09.09 WIB, IHSG berada pada level 6.621,96 atau turun 21,96 poin (0,3 persen) dibanding penutupan sebelumnya pada level 6.643,93.

Baca juga: IHSG Diprediksi Menguat, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Sebanyak 182 saham melaju di zona hijau dan 160 saham di zona merah. Sedangkan 216 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 954,9 miliar dengan volume 2,3 miliar saham.

Bursa Asia merah dengan penurunan Shanghai Komposit 0,38 persen, Hang Seng Hong Kong 0,33 persen, Strait Times 0,19 persen, dan Nikkei melemah 0,54 persen.

Wall Street pada penutupan pagi ini juga merah dengan penurunan index Dow Jones Industrial Average (DJIA) 0,059 poin, S&P 500 turun 0,72 persen, dan index acuan saham teknologi Nasdaq juga melemah 1,71 persen.

Sebelumnya, Research Analyst Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper mengatakan, secara teknikal candlestick membentuk higher high dan higher low disertai indicator stochastic yang bergerak melebar setelah membentuk golden cross mengindikasikan potensi penguatan.

“IHSG diprediksi menguat. Investor masih akan terus mencermati kebijakan The Fed menjaga inflasi dan suku bunga. Selain itu investor juga akan mencermati beberapa rilis data ekonomi,” ujar Denies dalam rekomendasinya.

Baca juga: IHSG Diproyeksi Bergerak di Level 6.394 hingga 6.687 Bulan Ini

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot pagi ini juga melemah. Melansir Bloomberg, pukul 09.11 WIB rupiah bergerak pada level Rp 14.376 per dollar AS, atau turun 10 poin (0,7 persen) dibanding penutupan sebelumnya di level Rp 14.366 per dollar AS.

Pengamat pasar uang Ariston Tjendra mengatakan, pelemahan rupiah terjadi karena sentimen wacana percepatan tapering. Data klaim tunjangan pengangguran AS yang dirilis juga lebih bagus dari proyeksi mendorong potensi percepatan tapering.

"Dengan beralihnya sentimen pasar kembali ke wacana percepatan tapering AS, nilai tukar rupiah masih berpeluang melemah terhadap dollar AS hari ini," ujar Ariston.

Ariston memproyeksikan hari ini rupiah bisa bergerak pada kisaran Rp 14.400 per dollar AS dengan potensi resisten di kisaran Rp 14.320 per dollar AS.

Baca juga: Turun Rp 3.000 per Gram, Simak Harga Terkini Emas Antam

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.