"Kunci Keberhasilan Pebisnis Pemula adalah Pendampingan"

Kompas.com - 10/12/2021, 10:10 WIB

KOMPAS.com - Trend masyarakat untuk berbisnis terus berkembang, dan menjangkiti semua kalangan. Mulai dari anak-anak muda, hingga mereka yang masuk kategori senior.

Usaha yang dijalankan pun bermacam-macam. Mulai dari perdagangan, hingga yang masuk kategori ekonomi kreatif.

Sebagian besar dari mereka adalah pelaku usaha dengan skala kecil, bahkan mikro dan ultra mikro. Mereka pun juga kerap menghadapi kendala. Mulai dari pemasaran hingga permodalan. Tak sedikit dari mereka yang gagal, namun banyak juga yang mendulang sukses.

Baca juga: PIP Akan Perbanyak Agen Penyalur Pinjaman Ultramikro di Luar Jawa

Sejauh ini pemerintah telah memiliki berbagai inisiatif agar para pelaku usaha mikro dan ultra mikro bisa survive salam menghadapi sejumlah kendala.

Salah satu inisiatif tersebut adalah menugaskan Pusat Investasi Pemerintah (PIP) menyalurkan pembiayaan kepada segmen ultra mikro.

Untuk mengetahui bagaimana kondisi nasabah ultra mikro serta upaya untuk memberdayakan mereka, Kompas.com mewawancarai Direktur Utama PIP Ririn Kadariyah.

Apa segmen yang disasar oleh PIP?

Kalau kami, UMKM di segmen paling bawah, di ultra mikro. Makanya produknya pembiayaan ultra mikro. Mereka mengakses perbankan tidak bisa. Ini yang menjadi sasaran kami melalui produk Umi dari PIP.

Berapa banyak UMKM yang telah dibiayai PIP?

Kalau dari 2017, akumulatif sudah 5,4 juta debitur ultra mikro dengan nilai pembiayaan Rp 17,8 triliun. Memang masih sebagian besar nasabah berada di Jawa karena jumlah penduduk terkonsentrasi di sini. Tapi kita memang berusaha untuk menambah dan memperluas jangkauan pelayanan kita. Harapannya semua provinsi dan kabuaten terlayani.

Baca juga: PIP: Semakin Banyak Anak-anak Muda yang Memilih Berbisnis

Selain dukungan permodalan, apa kunci agar pelaku usaha ultra mikro ini tetap bisa survive?

Bagi pelaku usaha ultra mikro, termasuk pebisnis pemula, kunci keberhasilannya adalah adanya pendampingan dan pelatihan. Mereka harus diajari atau dilatih misalnya untuk mencatat penjualan, kemudian labanya. Termasuk menyisihkan uang untuk mencicil. Dari situ mereka bisa menghitung menentukan harga dan memahami struktur biaya.

Bagaimana dengan anak-anak muda yang berbisnis? Apakah PIP juga membiayai mereka?

Kami memang terus mengusahakan agar jumlah debitur yang usia muda bertambah. Saat ini kami punya nasabah yang usianya kurang dari 20 tahun, dan jumlahnya terus berkembang. Dari 0,15 persen pada 2017 menjadi 1,9 persen saat ini. Kemudian usia 20-29 itu pada 2017 di kisaran 10 persen, kini 17 persen. Jadi, pebisnis usia muda semakin banyak.

Dari pengalaman menyalurkan pembiayaan, apa kendala terbesarnya?

Kendala terbesar adalah agen penyalur. Dari Kemenkop ada 227.000 koperasi di Indonesia. Tapi, yang kinerjanya baik dan sehat dan modern, itu tidak banyak. Jadi kami sendiri harus benar-benar ke lapangan melakukan assessment. Pendampingan pun harus sampai berbulan-bulan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.