Buruh Bisa Ajukan KPR via BP Jamsostek, Ini Syarat dan Caranya

Kompas.com - 13/12/2021, 17:01 WIB
Penulis Isna Rifka
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Tahun 2022 punya rumah bukan lagi impian yang mustahil bagi buruh. Sebab, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kini punya progam pembiayaan rumah melalui Manfaat Layanan Tambahan (MLT) bagi peserta Jaminan Hari Tua (JHT).

Sebenarnya, program MLT-JHT ini sudah ada sejak 2016 tapi digelar kembali karena ada revisi dalam aturannya agar lebih optimal. Sekarang aturannya mengacu pada Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 17 Tahun 2021.

Mengutip dari situs resmi Kemnaker, sebagaimana tertera dalam Permenaker, pekerja atau buruh mendapatkan MLT berupa fasilitas pembiayaan perumahan yang dibiayai dari program JHT miliknya.

Program MLT-JHT mulai diberlakukan kembali Desember 2021, programnya meliputi Pinjaman Uang Muka Perumahan (PUMP), Kredit Kepemilikan Rumah (KPR), dan Pinjaman Renovasi Perumahan (PRP).

Baca juga: Tanpa Calo, Ini Cara Klaim BPJS Ketenagakerjaan Online

Hal ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam mensejahterakan pekerja atau buruh. Pasalnya, memiliki rumah sendiri merupakan kebutuhan pokok manusia agar sejahtera hidupnya.

Berdasarkan informasi dari akun Instagram Kemnaker, kelebihan program MLT-JHT ini sebagai berikut:

  • Tidak dibebankan iuran tambahan.
  • Bunga lebih kompetitif dengan besaran maksimal 8,5 persen.
  • PUMP maksimal RP 150 juta.
  • KPR maksimal Rp 500 juta.
  • PRP maksimal Rp 200 juta atau lebih tinggi dari nominal sebelumnya yang hanya Rp50 juta.
  • Dapat dilakukan pengalihan dari KPR umum ke KPR MLT.

Baca juga: Habis Resign atau di-PHK? Ini Cara Pindah BPJS Kesehatan ke Mandiri

Kendati demikian, tidak semua buruh bisa mendapatkan program pembiayaan rumah ini. Hanya buruh yang menjadi peserta program JHT saja. Selain itu, ada beberapa syarat lain yaitu:

  • Peserta BPJS Ketenagakerjaan penerima upah.
  • Peserta BPJS Ketenagakerjaan penerima upah.
  • Telah terdaftar sebagai peserta program JHT minimal 1 tahun.
  • Perusahaan tempat bekerja tertib administrasi kepesertaan dan pembayaran iuran.
  • Peserta memiliki rumah sendiri, dengan bukti surat pernyataan bermaterai cukup dari peserta, kecuali ingin menggunakan manfaat PRP.
  • Peserta aktif membayar iuran.
  • Mendapat persetujuan dari BPJS Ketenagakerjaan terkait persyaratan kepesertaan.
  • Memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku pada bank penyalur dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Tangkapan layan IG Kemnaker tentang MLT-JHT.Intagram Kemnaker Tangkapan layan IG Kemnaker tentang MLT-JHT.

Cara memperoleh PUMP/KPR/PRP

Dikutip dari Kompas.com, dalam Permenaker Nomor 17 Tahun 2021, disebutkan mengenai syarat memperoleh manfaat PUMP, KPR, PRP. Dengan rincian sebagai berikut.

PUMP

1. Untuk memperoleh manfaat PUMP melalui Bank Penyalur, harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  • Telah terdaftar sebagai peserta minimal 1 tahun.
  • Perusahaan tempat bekerja tertib administrasi kepesertaan dan pembayaran iuran.
  • Belum memiliki rumah sendiri yang dibuktkan dengan surat pernyataan bermaterai cukup dari peserta.
  • Peserta aktif membayar iuran.
  • Telah mendapat persetujuan dari BPJS Ketenagakerjaan terkait persyaratn kepesertaan. Memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku pada Bank Penyalur dan OJK.

Baca juga: Cara Ganti Faskes BPJS Kesehatan Online dan Offline

2. Dalam hal suami dan istri merupakan peserta maka manfaat PUMP hanya dapat diajukan oleh suami atau istri.
3. Peserta dapat mengajukan manfaat PUMP hanya 1 kali selama menjadi peserta.
4. Besaran PUMP yang diberikan kepada peserta paling banyak Rp 150 juta.
5. Besaran PUMP dituangkan dalam perjanjian kerja sama antara Bank Penyalur dengan BPJS Ketenagakerjaan.
6. Besaran PUMP diberikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perbankan.

KPR

1. Untuk memperoleh KPR melalui Bank Penyalur harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  • Telah terdaftar sebagai peserta minimal 1 tahun.
  • Perusahaan tempat bekerja tertib administrasi kepesertaan dan pembayaran iuran.
  • Belum memiliki rumah sendiri yang dibuktkan dengan surat pernyataan bermaterai cukup dari peserta.
  • Peserta aktif membayar iuran.
  • Telah mendapat persetujuan dari BPJS Ketenagakerjaan terkait persyaratn kepesertaan.
  • Memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku pada Bank Penyalur dan OJK.

Baca juga: Cara Pesan Tiket Kereta Online, Praktis Cuma 5 Menit

Tangkapan layar unggahan soal program MLT-JHT.Instagram: @kemnaker Tangkapan layar unggahan soal program MLT-JHT.

2. Dalam hal suami dan istri merupakan peserta maka manfaat KPR hanya dapat dilakukan oleh suami atau istri.
3. Peserta dapat mengajukan manfaat KPR hanya sekali selama menjadi peserta.
4. Besaran KPR yang diberikan kepada peserta paling banyak sebesar Rp 500 juta.
5. Peserta melalui Bank Penyalur dapat mengajukan pengalihan KPR umum atau komersial menjadi KPR MLT kepada BPJS Ketenagakerjaan sepanjang peserta memenuhi persyaratan di atas.
6. Besaran KPR dan pengalihan KPR dituangkan dalam perjanjian kerja sama antara Bank Penyalur dengan BPJS Ketenagakerjaan.

PRP

1. Untuk memperoleh PRP melalui Bank Penyalur harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  • Telah terdaftar sebagai peserta minimal 1 tahun.
  • Perusahaan tempat bekerja tertib administrasi kepesertaan dan pembayaran iuran.
  • Telah memiliki rumah yang akan direnovasi, yang dibuktikan dengan surat pernyataan bermaterai cukup dari peserta Peserta aktif membayar iuran.
  • Telah mendapat persetujuan dari BPJS Ketenagakerjaan terkait persyaratn kepesertaan.
  • Memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku pada Bank Penyalur dan OJK.

Baca juga: Cara Top Up E-money Mandiri Melalui ATM dan Kantor Pos

2. Dalam hal suami dan istri merupakan peserta maka manfaat PRP hanya dapat dilakukan oleh suami atau istri.
3. Peserta dapat mengajukan manfaat PRP hanya 1 kali selama menjadi peserta.
4. Besaran PRP diberikan kepada peserta paling banyak sebesar Rp 200 juta.
5. Besaran PRP dituangkan dalam perjanjian kerja sama antara Bank Penyalur dengan BPJS Ketenagakerjaan.

Alur pengajuan progam MLT-JHT

Sekretaris Jenderal Kemnaker Anwar Sanusi beberapa waktu lalu menjelaskan mengenai skema atau alur pengajuan program MLT-JHT  sebagai berikut:

1. Peserta JHT mengajukan permohonan fasilitas MLT kepada Bank Penyalur.

2. Permohonan dilengkapi dengan persyaratan yg diatur Bank Penyalur dan dilengkapi Kartu Peserta BPJS Ketenagakerjaan.

3. Bank Penyalur melakukan verifikasi kelayakan kredit sesuai ketentuan perundang-undangan.

Baca juga: 10 Film dengan Modal Cekak Namun Untung Besar

Demikian penjelasan mengenai program pembiayaan rumah MLT-JHT serta rincian syarat dan cara pengajuannya. Diharapkan program ini dapat membantu para buruh untuk bisa membeli rumah sendiri, mengingat harga tanah dan rumah yang bertambah mahal setiap tahunnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Top Up OVO lewat ATM dan m-Banking dengan Mudah

Cara Top Up OVO lewat ATM dan m-Banking dengan Mudah

Spend Smart
Pengunjung Meningkat, Emiten Mal Ini Optimistis Kinerja Keuangan Membaik

Pengunjung Meningkat, Emiten Mal Ini Optimistis Kinerja Keuangan Membaik

Whats New
Pendapatan Nasional: Pengertian, Manfaat, Konsep, dan Rumusnya

Pendapatan Nasional: Pengertian, Manfaat, Konsep, dan Rumusnya

Earn Smart
Saat 'Green Energy' Tenaga Surya dan Angin Ubah Desa Energi Berdikari Cilacap dari Gelap Menjadi Terang...

Saat "Green Energy" Tenaga Surya dan Angin Ubah Desa Energi Berdikari Cilacap dari Gelap Menjadi Terang...

Whats New
G20 Sherpa Meeting ke-2 Bakal digelar di Labuan Bajo, Apa Saja yang Dibahas?

G20 Sherpa Meeting ke-2 Bakal digelar di Labuan Bajo, Apa Saja yang Dibahas?

Whats New
Syarat dan Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan 2022, Bisa lewat HP

Syarat dan Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan 2022, Bisa lewat HP

Earn Smart
Dapat Tambahan PMN, BUMN Diminta Bisa Memanfaatkannya Secara Optimal

Dapat Tambahan PMN, BUMN Diminta Bisa Memanfaatkannya Secara Optimal

Whats New
MenKopUKM Ajak Pelaku Seni Masuk Ekosistem Digital

MenKopUKM Ajak Pelaku Seni Masuk Ekosistem Digital

Whats New
Minat Mendaftar MyPertamina Tinggi, Warga Diharap Makin Bijak Konsumsi BBM

Minat Mendaftar MyPertamina Tinggi, Warga Diharap Makin Bijak Konsumsi BBM

Whats New
Pemerintah Berencana Kembangkan Klaster Industri Kimia di IKN

Pemerintah Berencana Kembangkan Klaster Industri Kimia di IKN

Whats New
Jangan Sampai Tertipu, Ini Syarat dan Cara Melamar Kerja di PT PLN (Persero)

Jangan Sampai Tertipu, Ini Syarat dan Cara Melamar Kerja di PT PLN (Persero)

Whats New
KAI Gandeng Operator KA Malaysia, Latih 92 Pekerja LRT Jabodebek

KAI Gandeng Operator KA Malaysia, Latih 92 Pekerja LRT Jabodebek

Whats New
Summarecon Agung Bakal Bagikan Dividen Rp 99,05 Miliar

Summarecon Agung Bakal Bagikan Dividen Rp 99,05 Miliar

Rilis
BTN Incar Tambahan Dana Murah dari Transaksi 'BTN Bisnis', Targetnya Rp 7 Triliun

BTN Incar Tambahan Dana Murah dari Transaksi "BTN Bisnis", Targetnya Rp 7 Triliun

Whats New
Kehadiran Investor Strategis Diharapkan Bisa Dongkrak Kinerja Garuda Indonesia di Masa Mendatang

Kehadiran Investor Strategis Diharapkan Bisa Dongkrak Kinerja Garuda Indonesia di Masa Mendatang

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.