Kompas.com - 14/12/2021, 09:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa (14/12/2021). Hal serupa juga terjadi dengan mata uang garuda yang melemah pada awal perdagangan di pasar spot.

Melansir data RTI, pukul 09.11 WIB, IHSG berada pada level 6.645,54 atau turun 17,32 poin (0,25 persen) dibanding penutupan sebelumnya pada level 6.662,87.

Sebanyak 149 saham melaju di zona hijau dan 235 saham di zona merah. Sedangkan 193 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 1,09 triliun dengan volume 2,5 miliar saham.

Baca juga: IHSG Hari Ini Diprediksi Melemah, Simak Rekomendasi Sahamnya

Bursa Asia merah dengan penurunan Shanghai Komposit 0,36 persen, Hang Seng Hong Kong 0,73 persen, dan Nikkei 0,44 persen. Sementara Strait Times naik 0,1 persen.

Wall Street pada penutupan pagi ini juga negatif dengan penurunan index Dow Jones Industrial Average (DJIA) 0,89 persen, S&P 500 melemah 0,96 persen, dan index acuan saham teknologi Nasdaq juga bertambah 1,39 persen.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, pergerakan IHSG hari ini akan dipengaruhi oleh sentimen pemulihan ekonomi global. China sebagai negara yang digadang akan pulih lebih cepat, harus kembali memberikan stimulus.

“Hari ini pasar saham dan obligasi mungkin akan terlihat lebih lesu. Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat saat ini IHSG memiliki peluang bergerak melemah terbatas,” kata Maximilianus dalam rekomendasinya.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot pagi ini juga melemah . Melansir data Bloomberg, pukul 09.02 WIB rupiah bergerak pada level Rp 14.340 per dollar AS, atau turun 10 poin (0,07 persen) dibanding penutupan sebelumnya di level Rp 14.331 per dollar AS.

Pengamat pasar uang Ariston Tjendra mengatakan, pelemahan rupiah terjadi karena pasar fokus pada hasil rapat Bank Sentral AS dan kembalinya kekhawatiran pasar terkait varian Covid-18, Omicron.

"Nilai tukar rupiah berpotensi berbalik melemah terhadap dollar AS hari ini dengan fokus pasar ke hasil rapat Bank Sentral AS di hari Kamis dan kembalinya kekhawatiran pasar soal Omicron setelah Inggris melaporkan kasus kematian karena virus ini kemarin," kata Ariston.

Ariston memproyeksikan hari ini rupiah bisa bergerak melemah pada kisaran Rp 14.360 per dollar AS dengan potensi resisten di kisaran Rp 14.300 per dollar AS.

Baca juga: Baru Melantai di BEI, Saham NASI Kena Auto Reject Atas

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.