Firdaus Putra, HC
Komite Eksekutif ICCI

Ketua Komite Eksekutif Indonesian Consortium for Cooperatives Innovation (ICCI), Sekretaris Umum Asosiasi Neo Koperasi Indonesia (ANKI) dan Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED)

Superman Syndrome, Korporatisasi Usaha Mikro dan Koperasi Multi Pihak

Kompas.com - 14/12/2021, 14:37 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Dengan konsolidasi itu, mobilisasi aneka modalitas/sumber daya menjadi mudah dilakukan. Bandingkan dengan corak koperasi konvensional yang anggotanya sejenis (konsumen semua, produsen semua, pedagang semua, dan seterusnya). Padahal nyatanya kita membutuhkan aneka kecakapan/keahlian tertentu dalam menjalankan suatu bisnis.

Korporatisasi UMK melalui KMP bisa dimulai dari pengembangan kelompok pihak anggota yang relevan untuk diagregasi dalam bisnis tersebut. Dalam konteks ini bisa tiga sampai empat kelompok.

Pertama, kelompok entrepreneur, orang-orang yang memiliki kecakapan bisnis, business insight, pengelolaan, dan kecakapan pendukung lain.

Kedua, kelompok pemilik usaha, berisi para pemilik (bos) usaha mikro/kecil. Ketiga, kelompok pekerja, yakni para pekerja yang berada di bawah masing-masing UMK. Keempat, kelompok investor, yakni para pemodal yang menjadi investor di koperasi tersebut.

Lalu hal apa yang membuat entrepreneur mau bergabung dalam (atau bahkan yang menginisiasi) koperasi tersebut?

Lewat KMP mereka bisa mengatur dan memperoleh insentif material dan immaterial atas kepeloporan/kewirausahaan yang dilakukan. Anggaplah kelompok entrepreneur ini berisi tiga sampai lima orang. Mereka bisa memperoleh deviden atas kepeloporan (bayangkan seperti golden share) sebesar 15-20 persen selama-lamanya. Insentif ekonomi inilah yang bakal membuat para entrepreneur tertarik.

Baca juga: Tiga Menteri Percepat Penerbitan NIB Usaha Kecil Mikro Perorangan, Urusnya Cukup Lewat Hape, Pakai E-KTP

Kemudian mengapa investor tertarik bergabung menjadi anggota?

Selain bagi hasil atas investasi dan deviden, mereka bakal memiliki voting right sehingga bisa mengendalikan langsung bisnis tersebut. Adanya kelompok ini juga akan mendatangkan modalitas lain, seperti business insight, akses pasar, jaringan kerja dan semacamnya. Yang biasanya hal seperti itu menubuh (embedded) dalam dirinya, hasil proses panjang tahunan dalam bentuk reputasi, personal guarantee dan sebagainya.

Lalu bagaimana operasional korporatisasi itu?

Bayangkan begini. Tiga orang entrepreneur melakukan korporatisasi bisnis sektor tertentu, sebutlah makanan atau pertanian. Dimulai dengan rancangan model bisnis dan proposal pengembangan yang apik. Kemudian mereka mengajak serta 10 pemilik usaha dan menjadi satu kelompok.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Generasi Muda Diajak Jadi Pengusaha Berorientasi Ekspor dengan Manfaatkan LPEI

Generasi Muda Diajak Jadi Pengusaha Berorientasi Ekspor dengan Manfaatkan LPEI

Whats New
Pendapatan Melesat, PAM Mineral Bukukan Laba Bersih Rp 24,73 Miliar

Pendapatan Melesat, PAM Mineral Bukukan Laba Bersih Rp 24,73 Miliar

Whats New
Simak Syarat dan Biaya Nikah di KUA Terbaru 2022

Simak Syarat dan Biaya Nikah di KUA Terbaru 2022

Spend Smart
Besok Ada Pemeliharaan Ruas Tol Jagorawi, Kendaraan Berat Akan Dialihkan

Besok Ada Pemeliharaan Ruas Tol Jagorawi, Kendaraan Berat Akan Dialihkan

Whats New
Simak Cara Mendapatkan EFIN Online Tanpa ke Kantor Pajak

Simak Cara Mendapatkan EFIN Online Tanpa ke Kantor Pajak

Spend Smart
Lewat Situs Ini, Pengusaha Bisa Beli atau Sewa Alat Berat

Lewat Situs Ini, Pengusaha Bisa Beli atau Sewa Alat Berat

Whats New
Perbaikan UU Cipta Kerja Ditargetkan Rampung Tahun Ini

Perbaikan UU Cipta Kerja Ditargetkan Rampung Tahun Ini

Whats New
Gugatan Global Medcom ke BNI Dalam Sidang Lanjutan, Kuasa Hukum: Upaya Hukum Masih Ditempuh

Gugatan Global Medcom ke BNI Dalam Sidang Lanjutan, Kuasa Hukum: Upaya Hukum Masih Ditempuh

Whats New
KCIC Bangun Overpass Antelope, Ruas Tol Japek Diberlakukan Buka Tutup Jalur Mulai Hari Ini

KCIC Bangun Overpass Antelope, Ruas Tol Japek Diberlakukan Buka Tutup Jalur Mulai Hari Ini

Whats New
Tarif Listrik Naik, PLN Pastikan Subsidi Tepat Sasaran

Tarif Listrik Naik, PLN Pastikan Subsidi Tepat Sasaran

Whats New
Buka 2nd TIIWG G20, Bahlil Fokus Bahas Perdagangan, Investasi dan Kesehatan

Buka 2nd TIIWG G20, Bahlil Fokus Bahas Perdagangan, Investasi dan Kesehatan

Whats New
Sri Mulyani: Jika Inflasi Tinggi, Masyarakat Semakin Sulit Beli Rumah

Sri Mulyani: Jika Inflasi Tinggi, Masyarakat Semakin Sulit Beli Rumah

Whats New
Tak Lunasi Utang ke LV Logistik, Aset BUMN Konstruksi PT Indah Karya Disita PN Bandung

Tak Lunasi Utang ke LV Logistik, Aset BUMN Konstruksi PT Indah Karya Disita PN Bandung

Whats New
Viral, Video Jendela KRL Dilempar Batu hingga Pecah Berserakan, Ini Penjelasan KCI

Viral, Video Jendela KRL Dilempar Batu hingga Pecah Berserakan, Ini Penjelasan KCI

Whats New
Isu 'Business Judgment Rule' dan 'Talent Mobility' di PP Nomor 23 Tahun 2022

Isu "Business Judgment Rule" dan "Talent Mobility" di PP Nomor 23 Tahun 2022

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.