Di Penghujung 2021, Anggaran PEN Masih Tersisa Rp 225 Triliun

Kompas.com - 14/12/2021, 18:28 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mencatat realisasi program PEN hingga 10 Desember 2021 telah mencapai Rp 519,7 triliun.

Realisasi ini setara dengan 69,8 persen dari pagu Rp 744,77 triliun. Itu artinya anggaran PEN masih tersisa sekitar Rp 225 Triliun. Hingga akhir tahun 2021, Airlangga memproyeksi realisasi PEN mencapai 90,4 persen.

"Kita lihat realisasi dari berbagai program, seperti program PEN sebesar 69 persen atau mendekati 70 persen dari pagu Rp 744,77 triliun. Dan ini diprediksi capaian sampai akhir tahun 90,4 persen," kata Airlangga dalam webinar Tempo Economic Briefing 2022, Selasa (14/12/2021).

Airlangga menjelaskan, realisasi tersebar di beberapa klaster. Pada klaster kesehatan, realisasi mencapai Rp 143,29 triliun, atau 66,7 persen dari alokasi senilai Rp215 triliun. Klaster kesehatan diprediksi akan menyerap anggaran sebesar Rp 202,94 triliun atau 94,2 persen sampai akhir 2021.

Baca juga: BRI Proyeksi Kebutuhan Uang Tunai untuk Nataru Naik Jadi Rp 30,4 Triliun

Jika dirinci, klaim pasien terealisasi Rp 49,6 triliun atau 78,1 persen dari pagu Rp 63,5 triliun. Sampai akhir tahun, klaim pasien diproyeksi meningkat Rp 79,3 triliun. Adapun pengadaan vaksin terealisasi sebesar Rp 26,2 triliun dari alokasi Rp 47,6 triliun atau 55 persen.

Sementara pada klaster perlindungan sosial sudah mencapai Rp 152,18 triliun, atau 81,5 persen dari alokasi sebesar Rp186,6 triliun. Diprediksi serapan anggaran perlindungan sosial akan mencapai Rp 177,6 triliun, atau 95,2 persen dari alokasi tersedia.

"Program perlinsos yang ditambah adalah Kartu Sembako, pemerintah mempunyai target menurunkan kemiskinan ekstrem mencapai nol sampai tahun 2024. Oleh karena itu, tahun ini sedang dibuat di 35 kab atau kota di 7 provinsi akan diberikan sembako dari Oktober-Desember sebanyak 3 kali," ucap Airlangga.

Sedangkan anggaran PEN pada klaster program prioritas terserap Rp 83,64 triliun atau 70,9 persen dari pagu tersedia sebesar Rp 117,9 triliun. Rinciannya, program padat karya K/L sebesar Rp 27 triliun dan ketahanan pangan Rp 26,4 triliun.

Selanjutnya, dukungan UMKM dan koorporasi terealisasi sebesar Rp 77,73 triliun, atau 47,9 persen dari pagu Rp 162,4 triliun.

Baca juga: Begini Langkah Indika Energy Tekan Emisi Karbon

Di klaster insentif usaha, realisasi PEN telah mencapai 100 persen dari alokasi tersedia sebesar Rp62,8 triliun. Insentif usaha seperti PPnBM DTP Kendaraan Bermotor sudah terealisasi Rp 2,9 triliun dari alokasi Rp 3,5 triliun.

Pembebasan PPh 22 Impor terealisasi 130,7 persen atau Rp 17,4 triliun dari pagu Rp 13,4 triliun. Pengurangan angsuran PPh 25 tercatat Rp 25,1 triliun atau 122,7 persen sudah melebihi pagu Rp 20,5 triliun.

Hingga akhir tahun, pengurangan angsuran PPh 25 ini diperkirakan akan mencapai Rp 25,1 triliun atau 122,7 persen.

"Capaian tertinggi berada pada insentif fiskal termasuk PPN DTP. Ini artinya adalah ekonomi sudah bergerak sehingga insentif yang diberikan melebihi dari pagu," sebutnya.

Baca juga: Mudah, Pesan Tiket Kereta Api Online di Indomaret

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.