Bank Dunia Prediksi Ekonomi Indonesia 2021 Tumbuh 3,7 Persen

Kompas.com - 16/12/2021, 17:10 WIB
Ilustrasi perekonomian Indonesia. Shutterstock/David CarilletIlustrasi perekonomian Indonesia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Dunia memperkirakan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2021 akan tumbuh kisaran 3,7 persen dan kembali meningkat pada tahun depan menjadi 5,2 persen.

Menurut Direktur Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste Satu Kahkonen, pemulihan ekonomi di tahun depan dapat dicapai apabila Indonesia tidak mengalami gelombang Covid-19 serta akibat munculnya varian baru.

Selain itu, Bank Dunia melihat risiko adanya virus varian baru Omicron yang telah menyerang beberapa negara di dunia, di tengah vaksinasi yang masih belum merata akan memberikan dampak melemahnya lagi perekonomian RI tahun depan.

Baca juga: Pangkas Proyeksi, OECD Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2021 Hanya 3,3 Persen

"Jika faktor itu dikombinasikan dengan global yang lebih lemah, maka dapat menurunkan pertumbuhan Indonesia menjadi 3,3 persen pada tahun 2022 sebagaimana dirinci dalam laporan utama," katanya secara virtual, Kamis (16/12/2021).

Namun demikian, untuk proyeksi kinerja ekonomi 2022 Bank Dunia menilai tidak ada yang berubah.

Bank Dunia mengingatkan bahwa pemulihan ekonomi dapat berlangsung optimal disertai percepatan vaksinasi Covid-19, hingga mencapai 70 persen dari populasi pada tahun depan.

"Proyeksi mengasumsikan bahwa vaksin peluncuran akan berkembang dengan sebagian besar provinsi mencapai cakupan vaksin 70 persen pada 2022, dan Indonesia tidak akan mengalami gelombang baru Covid-19 yang parah," kata dia.

Ia menambahkan, ketidakpastian pandemik masih menjadi tantangan bagi semua negara dan bahkan mencuat istilah bahwa Covid-19 berpotensi menjadi endemik. Lantaran Covid-19 tidak akan hilang begitu saja dalam waktu cepat.

"Istilah Covid-19 bisa menjadi endemik yang akan menimbulkan tantangan baru seperti mempertahankan vaksin yang memadai dan tindakan kesehatan lainnya," tuturnya.

Di sisi lain, Bank Dunia meminta arah kebijakan moneter dan fiskal domestik yang tetap akomodatif dan mendorong pertumbuhan ekonomi di tahun depan. Dengan dukungan pertumbuhan perdagangan global dan kenaikan harga komoditas yang moderat di tengah pengetatan kondisi keuangan global.

"Konsumsi rumah tangga dan intensif dunia usaha diperkirakan rebound lebih kuat karena vaksinasi yang lebih luas meningkatkan sentimen konsumen dan beberapa permintaan akan meningkat," ujarnya.

Baca juga: Bank Dunia: Kekayaan Global Meningkat, tetapi Memperburuk Ketimpangan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Atasi Krisis Pangan, Bank Dunia Siap Gelontorkan Rp 441 Triliun

Atasi Krisis Pangan, Bank Dunia Siap Gelontorkan Rp 441 Triliun

Whats New
Subsidi Energi Membengkak, Belanja Negara Tahun Ini Dipatok Jadi Rp 3.106 Triliun

Subsidi Energi Membengkak, Belanja Negara Tahun Ini Dipatok Jadi Rp 3.106 Triliun

Whats New
E-Toll Bakal Diganti Sistem Pembayaran Tanpa Sentuh MLFF, Ini Tanggapan BCA

E-Toll Bakal Diganti Sistem Pembayaran Tanpa Sentuh MLFF, Ini Tanggapan BCA

Whats New
Pemerintah Ajukan Perubahan Postur APBN 2022, Begini Rinciannya

Pemerintah Ajukan Perubahan Postur APBN 2022, Begini Rinciannya

Whats New
Ini Upaya Super Indo Jika Harga Daging dan Telur Mahal Akibat Larangan Ekspor Gandum India

Ini Upaya Super Indo Jika Harga Daging dan Telur Mahal Akibat Larangan Ekspor Gandum India

Whats New
Hindari Perceraian Dini, Simak 5 Tips Kelola Keuangan bagi Pasangan Milenial

Hindari Perceraian Dini, Simak 5 Tips Kelola Keuangan bagi Pasangan Milenial

Spend Smart
Menteri PANRB kepada ASN: Jangan Memaki-maki Pemerintahan

Menteri PANRB kepada ASN: Jangan Memaki-maki Pemerintahan

Whats New
Pemerintah Usul Perubahan ICP, Subsidi BBM dkk Bertambah Rp 74,9 Triliun

Pemerintah Usul Perubahan ICP, Subsidi BBM dkk Bertambah Rp 74,9 Triliun

Whats New
IHSG Naik Tipis Pada Penutupan Sesi I Perdagangan, Rupiah Masih di Level Rp 14.700-an

IHSG Naik Tipis Pada Penutupan Sesi I Perdagangan, Rupiah Masih di Level Rp 14.700-an

Whats New
Kapal Berbendera RI Masuk 'White List' Setelah 2 Dekade, Dulu Sempat Dicap Tidak Aman

Kapal Berbendera RI Masuk "White List" Setelah 2 Dekade, Dulu Sempat Dicap Tidak Aman

Whats New
Harga Cabai dan Telur Ayam Naik, Berikut Harga Pangan Hari Ini

Harga Cabai dan Telur Ayam Naik, Berikut Harga Pangan Hari Ini

Whats New
Kemenperin: Berkat Hilirisasi, Ekspor Industri Manufaktur Terus Naik dan Mendominasi

Kemenperin: Berkat Hilirisasi, Ekspor Industri Manufaktur Terus Naik dan Mendominasi

Whats New
Respons Cepat Kendalikan PMK, Mentan SYL Bantu Obat-obatan Hewan Ternak di Sumedang

Respons Cepat Kendalikan PMK, Mentan SYL Bantu Obat-obatan Hewan Ternak di Sumedang

Whats New
Mau Beli Minyak Goreng? Simak Perbandingan Harganya di Indomaret, Alfamart, dan Griya Yogya

Mau Beli Minyak Goreng? Simak Perbandingan Harganya di Indomaret, Alfamart, dan Griya Yogya

Spend Smart
Kembali Turun, Ini Jumlah Utang Luar Negeri Indonesia pada Kuartal I-2022

Kembali Turun, Ini Jumlah Utang Luar Negeri Indonesia pada Kuartal I-2022

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.