Pengusaha: Omicron Tidak Akan Berdampak Terhadap Ekonomi Tahun Ini

Kompas.com - 17/12/2021, 19:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -Para pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengaku optimis munculnya varian baru virus corona, Omicron tidak akan memberikan dampak yang signifikan terhadap perekonomian Indonesia hingga akhir tahun 2021.

"Untuk tahun ini, kami cukup optimis Omicron ini tidak berpengaruh banyak karena kita sudah di akhir kuartal empat 2021, sehingga hampir semua kegiatan ekonomi tahun ini sudah dijalankan atau kelihatan kinerjanya. Jadi kemunculan Omicron di dua minggu terakhir tahun ini tidak akan berdampak terhadap kinerja ekonomi di tahun ini," kata Wakil Ketua Apindo Shinta Kamdani kepada Kompas.com, Jumat (17/12/2021).

Untuk itu Apindo memprediksi pertumbuhan ekonomi RI akhir tahun ini masih dikisaran hingga 3,75 persen. Kalaupun ada pengaruh negatifnya, lanjut Shinta, baru bisa kelihatan maksimal 4 minggu ke depan setelah periode liburan akhir tahun.

Baca juga: Omicron Masuk RI, Pengusaha Berharap Pemerintah Tak Perketat PPKM

Bahkan menurutnya, pengaruh ketidakpastian ekonomi atas masuknya Omicron ke Indonesia kemungkinan hanya akan mempengaruhi pada kinerja kuartal I 2022. Walaupun begitu, para pengusaha masih khawatir apabila terjadinya gelombang ketiga pandemi usai Natal dan Tahun Baru 2022 (Nataru) nanti.

Sebab, jika hal tersebut terjadi dimungkinkan pemerintah memutuskan akan mengetatkan kembali mobilitas masyarakat atau biasa disebut PPKM.

"Proyeksi pertumbuhan (ekonomi) pun masih sama di kisaran 3 persen sampai 3,75 persen, kalau pun kinerja kuartal empat luar biasa baik, kemungkinan pertumbuhan 2021 maksimal hanya 4 persen dengan atau tanpa Omicron," ucapnya.

Baca juga: Luhut: Perkembangan Omicron Jadi Kunci Pemulihan Ekonomi di 2022

Namun untuk perkembangan ekonomi tahun depan, lanjut Shinta, masih melihat situasi penyebaran virus varian Omicron, serta upaya pemerintah dalam menanganinya. Namun demikian, pihaknya masih optimis ekonomi RI tumbuh kisaran 5 persen.

"Kami juga tetap optimis pertumbuhan ekonomi tahun depan akan lebih baik dari tahun ini diangka kisaran 5 persen karena pandemi akan berubah menjadi endemi dan aktivitas ekonomi bisa berjalan lebih optimal," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, virus varian B 1.1 529 atau Omicron telah masuk ke Indonesia dengan satu pasien yang terjangkit merupakan petugas kebersihan di Rumah Sakit (RS) Wisma Atlet di Jakarta. Oleh karenanya, pemerintah pun mengambil kebijakan untuk me-lockdown (mengunci penuh) Wisma Atlet tersebut agar tidak meluas penyebarannya.

Baca juga: Omicron Masuk Indonesia, Luhut Harap Masyarakat Tidak Panik

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peserta Tax Amnesty Jilid II Paling Banyak 'Sembunyikan' Hartanya di Singapura

Peserta Tax Amnesty Jilid II Paling Banyak "Sembunyikan" Hartanya di Singapura

Whats New
Pertamina Terima Kompensasi Rp 64 Triliun dari Negara

Pertamina Terima Kompensasi Rp 64 Triliun dari Negara

Whats New
Survei CPI: Perbankan Lebih Banyak Alokasikan Dana ke UMKM daripada ke Sektor Hijau

Survei CPI: Perbankan Lebih Banyak Alokasikan Dana ke UMKM daripada ke Sektor Hijau

Rilis
Diterpa Isu Bakal Tutup, SehatQ Buka Suara

Diterpa Isu Bakal Tutup, SehatQ Buka Suara

Whats New
Uji Coba Beli Pertalite Pakai MyPertamina Dimulai, Ini Solusi Bagi yang Tidak Punya HP

Uji Coba Beli Pertalite Pakai MyPertamina Dimulai, Ini Solusi Bagi yang Tidak Punya HP

Whats New
Menaker: Sebagian Hidup Menpan-RB Tjahjo Kumolo Didedikasikan untuk Negara

Menaker: Sebagian Hidup Menpan-RB Tjahjo Kumolo Didedikasikan untuk Negara

Whats New
Tolak Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi, Buruh: Itu Melanggar Hak Asasi Manusia

Tolak Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi, Buruh: Itu Melanggar Hak Asasi Manusia

Whats New
Aplikasi dan Web MyPertamina Sempat Eror, Ini Kata Pertamina

Aplikasi dan Web MyPertamina Sempat Eror, Ini Kata Pertamina

Whats New
Sri Mulyani: Tjahjo Kumolo Rekan Sejawat yang Kompak dan Dapat Diandalkan...

Sri Mulyani: Tjahjo Kumolo Rekan Sejawat yang Kompak dan Dapat Diandalkan...

Whats New
Tarif Listrik Naik per 1 Juli 2022, Ini Cara Turun Daya Listrik PLN

Tarif Listrik Naik per 1 Juli 2022, Ini Cara Turun Daya Listrik PLN

Whats New
Sosok Tjahjo Kumolo di Mata Buruh: Memotivasi dan Peduli

Sosok Tjahjo Kumolo di Mata Buruh: Memotivasi dan Peduli

Whats New
BUMN Berdikari Buka Lowongan Kerja, Cek Posisi dan Persyaratannya

BUMN Berdikari Buka Lowongan Kerja, Cek Posisi dan Persyaratannya

Work Smart
Tarif Listrik Orang Kaya Naik, Sri Mulyani Jamin Daya Beli Masyarakat dan Inflasi Terjaga

Tarif Listrik Orang Kaya Naik, Sri Mulyani Jamin Daya Beli Masyarakat dan Inflasi Terjaga

Whats New
Menpan-RB Tjahjo Kumolo Berpulang, Mentan SYL Ungkapkan Duka Mendalam

Menpan-RB Tjahjo Kumolo Berpulang, Mentan SYL Ungkapkan Duka Mendalam

Whats New
Pemerintah Kantongi Rp 61 Triliun dari 'Tax Amnesty' Jilid II

Pemerintah Kantongi Rp 61 Triliun dari "Tax Amnesty" Jilid II

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.