PLN Akan Tambah 25 Charger Kendaraan Listrik di Tahun Depan

Kompas.com - 18/12/2021, 12:05 WIB
Ilustrasi stasiun pengisian kendaraan listrik Pixabay/geraltIlustrasi stasiun pengisian kendaraan listrik

JAKARTA, KOMPAS.com - PT PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya (PLN Disjaya) akan menambah sebanyak 25 charger Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di tahun depan. Hal ini seiring dengan meningkatnya tren penggunaan kendaraan listrik.

General Manager PLN Disjaya Doddy B Pangaribuan mengatakan, pada dasarnya penambahan charger SPKLU bergantung pada penugasan dari pusat. Namun, pihaknya menargetkan penambahan charger bisa sebanyak di tahun ini.

Saat ini, PLN Disjaya telah menyediakan 12 charger untuk kendaraan listrik di 8 SPKLU yang berlokasi di Jakarta, baik yang dikelola oleh PLN sendiri maupun kerja sama dengan pihak lain. Di sisi lain, ada 13 charger di 10 SPKLU yang sedang proses pemasangan.

Baca juga: PLN Kebut Bangun 67 Unit SPKLU

Artinya, hingga akhir tahun ini, total PLN akan menyediakan 25 charger kendaraan listrik yang tersebar di 18 SPKLU di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

"Sebetulnya Penambahan SPKLU lebih ke penugasan dari pusat. Tapi kalau boleh kami mengusulkan tentu sama dengan yang sudah dan akan terpasang tahun ini, jadi akan menambah 100 persen yang dipasang oleh PLN," ujar Doddy dalam konferensi pers virtual, Jumat (17/12/2021).

Di sisi lain, PLN membuka kesempatan kerja sama bagi perusahaan-perusahaan lain yang ingin mengelola layanan charger SPKLU. Hal ini sekaligus sebagai upaya untuk mempercepat perluasan ekosistem kendaraan listrik.

Ada tiga unsur utama yang perlu dipenuhi jika ingin menjadi mitra PLN mengelola SPKLU yakni memiliki lahan, memiliki peralatan, dan menjadi operatornya. Meski demikian, PLN memberikan kelonggaran setidaknya mitra bisa memenuhi salah satu dari tiga unsur tersebut.

"Kami berikan kesempatan pada partner untuk sediakan, kalau mau sediakan tiga-tiganya oke, salah satu atau salah dua juga oke," kata dia.

Menurut Doddy, PLN telah menyiapkan mekanisme keuntungan bagi perusahaan yang ingin membangun SPKLU, yang diyakini tarifnya akan sangat kompetitif.

Ia mencontohkan pada skema tarif bisnis atau biasa. Pemilik kendaraan ketika menggunakan layanan charger akan membayar biaya Rp 2.466 per kWh, di mana Rp 1.466 per kWh akan masuk ke PLN dan sisanya menjadi hak investor.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Harga Minyak Goreng Masih Mahal, Simak Minimarket hingga Supermarket yang Gelar Promo

Harga Minyak Goreng Masih Mahal, Simak Minimarket hingga Supermarket yang Gelar Promo

Spend Smart
RI Jadi Magnet Kripto Baru, 15 Negara Rembuk di Bali

RI Jadi Magnet Kripto Baru, 15 Negara Rembuk di Bali

Whats New
Sisa 45 Hari, Harta yang Diungkap dalam PPS Tembus 86,55 Triliun

Sisa 45 Hari, Harta yang Diungkap dalam PPS Tembus 86,55 Triliun

Whats New
Nilai Limit di Bawah Rp 300 Juta, Simak Daftar Lelang Rumah di Bandung

Nilai Limit di Bawah Rp 300 Juta, Simak Daftar Lelang Rumah di Bandung

Whats New
Jenis Tabungan, Jumlah Setoran Awal BRI, serta Biaya-biaya Lainnya

Jenis Tabungan, Jumlah Setoran Awal BRI, serta Biaya-biaya Lainnya

Whats New
Penuhi Pasokan Dalam Negeri, India Larang Ekspor Gandum

Penuhi Pasokan Dalam Negeri, India Larang Ekspor Gandum

Whats New
Kilang Balikpapan yang Kebakaran Masih Diperbaiki, Pertamina Pastikan Suplai BBM Tidak Terganggu

Kilang Balikpapan yang Kebakaran Masih Diperbaiki, Pertamina Pastikan Suplai BBM Tidak Terganggu

Whats New
Digugat Rp 322 Miliar gara-gara Tabungan Emas, PT Pegadaian Buka Suara

Digugat Rp 322 Miliar gara-gara Tabungan Emas, PT Pegadaian Buka Suara

Whats New
Pegadaian Digugat Rp 322 Miliar Gara-gara Tabungan Emas

Pegadaian Digugat Rp 322 Miliar Gara-gara Tabungan Emas

Whats New
Cara Membuat Sertifikat Tanah, Beserta Syarat dan Biayanya

Cara Membuat Sertifikat Tanah, Beserta Syarat dan Biayanya

Spend Smart
Long Weekend, KAI Catat 67.000 Penumpang Berangkat dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen

Long Weekend, KAI Catat 67.000 Penumpang Berangkat dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen

Whats New
Cek Besaran Biaya dan Limit Transfer Bank DKI di ATM

Cek Besaran Biaya dan Limit Transfer Bank DKI di ATM

Spend Smart
Awal Pekan, Harga Emas Antam Bertahan di Rp 967.000 per Gram

Awal Pekan, Harga Emas Antam Bertahan di Rp 967.000 per Gram

Whats New
Sambut Era Society 5.0, Berikut Peran dan Manfaat Digital Manufacturing bagi Bisnis

Sambut Era Society 5.0, Berikut Peran dan Manfaat Digital Manufacturing bagi Bisnis

BrandzView
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.