Sri Mulyani Ngobrol Bareng Fatur Java Jive, Apa yang Dibahas?

Kompas.com - 18/12/2021, 18:47 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani berbincang-bincang dengan vokalis Java Jive, Faturachman, usai bersosialisasi mengenai Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP).

Bendahara negara ini ingin tahu lebih lanjut mengenai tanggapan Fatur sebagai salah satu wajib pajak prominen di Bumi Pasundan. Sebab selama ini banyak masyarakat yang menganggap pajak sebagai beban.

"Orang selalu melihat pajak itu sebagai beban dan menakutkan. Sesudah tadi menjelaskan mengenai UU HPP (di Gedung Sate, Bandung), saya mau menanyakan kepada Fatur ya, menurut kamu bagaimana UU HPP?," tanya Sri Mulyani memulai pembicaraan dengan Fatur, dikutip dari Instagram resminya, @smindrawati, Sabtu (18/12/2021).

Baca juga: Sri Mulyani: Ada Perusahaan Tak Setor PPh, Jahat

Menjawab pertanyaan itu, Fatur mengakui UU HPP kini lebih berpihak kepada masyarakat kecil. Masyarakat yang tidak memiliki penghasilan maupun yang penghasilannya di bawah batas pengenaan pajak, tetap tidak membayar pajak.

Sedangkan masyarakat dengan penghasilan besar, harus membayar pajak untuk membantu warga yang tidak membayar pajak tadi. Sebab, penerimaan perpajakan juga disalurkan untuk bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat tidak mampu.

"Buat saya ini berpihak kepada kaum menengah ke bawah terutama yang penghasilannya tidak besar, tapi juga tidak mengurangi yang berpenghasilan besar untuk memberikan kontribusi. Dan itu penting apalagi di kondisi sekarang, kita banyak terpuruk terutama teman-teman dari komunitas saya juga," sebut Fatur.

Fatur menyebutkan, keadilan dalam UU HPP terlihat dari besaran PTKP yang tidak diubah, namun pemerintah dan DPR sepakat menaikkan penghasilan kena pajak (PKP) di lapisan (bracket) terendah dari Rp 50 juta menjadi Rp 60 juta.

Baca juga: Sri Mulyani Tidak Ingin Aset Negara Jadi Beban

Paralel dengan itu, pemerintah juga menambah satu lapisan teratas untuk orang super tajir, yang memiliki penghasilan di atas Rp 5 miliar per tahun.

"Tadi, pendapatan di bawah Rp 50 juta itu kita tidak harus membayar (pajak). Kalau lebih dari Rp 50-60 juta tidak harus membayar juga, jadi mesti dikurangi (terlebih dahulu PTKP-nya), jadi bayarnya yang sisanya saja. Yang kayaknya (bayar pajak) sepertinya akan besar ternyata tidak," sebut Fatur.

Kendati demikian kata Fatur, pemerintah perlu mensosialisasikan cara penghitungan pajak tersebut. Sebab, masih banyak warga yang belum mengerti tata cara menghitung pajak yang benar.

"Tapi kayaknya perlu sosialisasi, itu yang paling penting supaya informasinya sampai ke masyarakat," tutur Fatur.

Menurut Fatur, sosialisasi harus mencakup tata cara pelaporan pajak, utamanya saat ini pelaporan pajak lebih banyak mengandalkan online.

"(Website lapor pajak) Dibuat semenarik dan semudah mungkin supaya orang pas buka gampang ternyata. Atau dia lupa password, buka email, dapat. Sesimpel itu. enggak harus bongkar file lagi mencari nomor efin," pungkas Fatur.

Baca juga: Keluhan Sri Mulyani: Kalau Sudah Bicara Pajak, Kesannya Beban...

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BEI Jadi Bursa dengan IPO Terbanyak di ASEAN 4 Tahun Berturut-turut

BEI Jadi Bursa dengan IPO Terbanyak di ASEAN 4 Tahun Berturut-turut

Whats New
Genjot Kinerja, Mitratel Tawarkan Skema Bisnis Atraktif untuk Semua Operator Telekomunikasi

Genjot Kinerja, Mitratel Tawarkan Skema Bisnis Atraktif untuk Semua Operator Telekomunikasi

Rilis
Irjen Ferdy Sambo Terima Gaji Besar, Berapa Total Per Bulan?

Irjen Ferdy Sambo Terima Gaji Besar, Berapa Total Per Bulan?

Whats New
Apa yang Harus Dilakukan Saat Mendapat Surat Tilang ETLE?

Apa yang Harus Dilakukan Saat Mendapat Surat Tilang ETLE?

Whats New
Satgas BLBI Sita Aset Tanah dan Bangunan Milik Sjamsul Nursalim

Satgas BLBI Sita Aset Tanah dan Bangunan Milik Sjamsul Nursalim

Whats New
Lebih Tinggi dari RI, Ekonomi Filipina Tumbuh 7,4 Persen di Kuartal II-2022

Lebih Tinggi dari RI, Ekonomi Filipina Tumbuh 7,4 Persen di Kuartal II-2022

Whats New
Mentan Peringatkan Harga Mi Instan Melejit, Sarankan Makan Singkong

Mentan Peringatkan Harga Mi Instan Melejit, Sarankan Makan Singkong

Whats New
Menteri PUPR: Lelang Proyek Kawasan Inti IKN Rampung Agustus Tahun Ini

Menteri PUPR: Lelang Proyek Kawasan Inti IKN Rampung Agustus Tahun Ini

Whats New
Sempat Ada Antrean Panjang di SPBU Bogor, Pertamina: 'Weekend' Ada Peningkatan Konsumsi BBM

Sempat Ada Antrean Panjang di SPBU Bogor, Pertamina: "Weekend" Ada Peningkatan Konsumsi BBM

Whats New
Ini Daftar 13 Proyek Strategis Nasional Baru

Ini Daftar 13 Proyek Strategis Nasional Baru

Whats New
Intip Gaji Jenderal Polisi dan Segudang Tunjangannya

Intip Gaji Jenderal Polisi dan Segudang Tunjangannya

Whats New
Sesi Pagi Perdagangan, IHSG Bergerak di Zona Merah

Sesi Pagi Perdagangan, IHSG Bergerak di Zona Merah

Whats New
Tarif Ojol Naik, Gojek: Kami Pelajari, agar Bermanfaat bagi Mitra dan Pelanggan

Tarif Ojol Naik, Gojek: Kami Pelajari, agar Bermanfaat bagi Mitra dan Pelanggan

Whats New
Harga Mi Instan Diprediksi Naik 3 Kali Lipat, Sandiaga Uno: Pelaku Usaha Kuliner Harus Bersiap

Harga Mi Instan Diprediksi Naik 3 Kali Lipat, Sandiaga Uno: Pelaku Usaha Kuliner Harus Bersiap

Whats New
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp 1.000 Per Gram, Cek Rinciannya

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp 1.000 Per Gram, Cek Rinciannya

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.