Kompas.com - 19/12/2021, 11:40 WIB

Sebagai catatatan saja, dalam 10 tahun terakhir, produk unit link adalah telah tumbuh 10 ribu persen. Di sisi lain asuransi konvensional hanya tumbuh 380 persen.

Namun sebaiknya konsumen jangan buru-buru terbuai dengan iming-iming kombinasi investasi dan proteksi dalam satu produk seperti yang ditawarkan asuransi unit link

Baca juga: Minat Jualan Online? Simak Perbedaan Biaya Admin Shopee dan Tokopedia

Sebab, sama dengan produk investasi lainnya, asuransi unit link juga tidak bebas risiko. Salah satunya risiko penurunan nilai investasi.

Salah satu kekurangan asuransi unit link, yakni konsumen tak dapat melacak ke mana dananya diinvestasikan dan biaya apa saja yang harus dikeluarkan menyusul pilihan investasi tersebut. Inilah yang membedakan asuransi unit link dengan berinvestasi reksadana secara langsung.

Jenis-jenis asuransi unit link

1. Unit link pasar uang

Biasanya, perusahaan asuransi penerbit asuransi unit link jenis ini menempatkan portofolio investasi nasabahnya 100 persen pada instrumen pasar uang, seperti deposito berjangka, SBI, dan surat utang jangka pendek. 

Jika kita tergolong investor yang konservatif dan tidak berani mengambil risiko besar, produk asuransi unit link jenis ini bisa jadi pilihan, sebab selain berjangka waktu pendek, risikonya paling rendah.

2. Unit link pendapatan tetap

Lazimnya, komposisi dana investasi nasabah akan difokuskan minimal 80 persen di instrumen obligasi. Jika kita yang ingin mendapatkan keuntungan pada tingkat bunga optimal namun tetap mengutamakan pendapatan yang stabil dan konsisten, bisa mempertimbangkan untuk mengambil asuransi unit link tipe ini.

3. Unit link pendapatan campuran

Asuransi unit link campuran biasanya menempatkan portfolio pada saham dan obligasi dengan komposisi tertentu. Banyak orang yang berpendapat, jenis unit link ini sesuai bagi para nasabah yang ingin memperoleh pendapatan memadai sekaligus peluang pertumbuhan investasi jangka panjang.

4. Unit link dana saham

Asuransi unit link saham adalah menempatkan dana nasabah pada saham minimal 80 persen. Jika kita ingin mendapatkan keuntungan berinvestasi secara maksimal bisa mempertimbangkan unit link ini. 

Syaratnya, nasabah asuransi harus berani mengambil risiko tinggi. Sebab, nilai investasi yang kita benamkan di asuransi unit link jenis ini sangat bergantung pada pergerakan indeks saham.

Baca juga: Pengertian Asuransi, Manfaat, dan Jenisnya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.