Resmi Melantai di BEI, Presdir DRMA: Upaya Jadi Perusahaan Kelas Dunia

Kompas.com - 20/12/2021, 10:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Emiten komponen otomotif PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA), melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin (20/12/2021). Saham DRMA ditawarkan dengan harga Rp 500 per saham.

Dalam seremonial pencatatan saham DRMA, Presiden Direktur DRMA Irianto Santoso mengungkapkan, IPO ini merupakan bagian dari upaya untuk menjadi perusahaan manufaktur komponen kelas dunia yang transparan, accountable, dan bertanggung jawab kepada seluruh investor, masyarakat dan seluruh stakeholders.

“Momen ini membawa Dharma Polimetal Tbk ke babak baru dalam industri komponen otomotif di Indonesia. Dengan struktur permodalan yang kuat yang didukung oleh pemegang saham publik serta grup Triputra, DRMA akan siap menjadi salah satu perusahaan manufaktur kelas dunia yang dapat diandalkan di Indonesia,” ujar Irianto.

Baca juga: Hari Ini Melantai di BEI, Simak Prospektus dan Rekomendasi Saham DRMA

Di tahun 2022, perseroan optimis akan mencatatkan laba bersih dan pertumbuhan penjualan double digit. Optimisme ini didorong oleh adanya peningkatan pangsa pasar Perseroan akibat adanya komponen baru untuk existing customer maupun customer baru.

“Untuk tahun 2022, kami optimis target pertumbuhan penjualan dan laba bersih akan tetap mampu tumbuh double digit sejalan dengan naiknya target penjualan mobil nasional oleh Gaikindo sebesar 900.000-unit yang tentunya akan berdampak pada peningkatan penjualan kendaraan serta permintaan akan komponen secara keseluruhan,” kata Irianto Santoso.

Irianto juga mengestimasikan sampai akhir 2021, DRMA akan mampu meraih peningkatan penjualan di atas 50 persen, atau naik sekitar Rp 1 triliun dari Rp 1,87 triliun di akhir 2020. Ia juga memproyeksikan kenaikan laba bersih lebih dari 25 kali lipat di akhir tahun ini dibanding posisi di akhir 2020.

PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) resmi tercatat pada Bursa Efek Indonesia pada hari ini dan telah berhasil meraih dana sekitar Rp 350 miliar. Dalam IPO tersebut, DRMA mematok harga penawaran umum perdana (IPO) saham senilai Rp 500 per saham.

DRMA menawarkan 705,88 juta lembar saham atau 15 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan kepada investor publik. Dari dana tersebut, Perseroan berencana untuk terus melakukan ekspansi dan meningkatkan kapasitas pabrik.

Melansir RTI, saham DRMA sempat naik ke level tertinggi, Rp 550 per saham di menit awal pembukaan pasar, namun langsung turun setelahnya di level Rp 498 per saham atau melemah 0,4 persen (2 poin).

Baca juga: Mandiri Group Luncurkan Startup IPO Whitepaper, Panduan bagi Perusahaan yang Berencana IPO

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.