Kompas.com - 20/12/2021, 12:34 WIB
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan saham saat merebaknya wabah Covid-19 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2020). ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAKaryawan melintas di dekat layar pergerakan saham saat merebaknya wabah Covid-19 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2020).
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona merah pada penutupan sesi I perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (20/12/2021). Pelemahan juga terjadi nilai tukar rupiah di pasar spot.

Melansir RTI, pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG berada pada level 6.563,71 atau turun 38,21 poin (0,58 persen) dibandingkan penutupan sebelumnya di level 6.601,93.

Sementara itu, terdapat 202 saham yang hijau, 315 saham merah dan 152 saham lainya stagnan. Jumlah transaksi mencapai Rp 5,19 triliun dengan volume 12,1 miliar saham.

Net sell asing tertinggi juga dicatatkan oleh Bank Mandiri (BMRI) sebesar Rp 32,1 miliar. BMRI selama sesi I perdagangan turun 0,7 persen di level Rp 7.100 per saham. BMRI mecatatkan total transaksi Rp 61,6 miliar dengan volume 8,7 juta saham.

Baca juga: Ini Dua Indeks ESG yang Baru Diluncurkan BEI

Bank Rakyat Indonesia (BBRI) juga mencatatkan aksi jual bersih sebesar Rp 28,6 miliar. Saham BBRI naik 0,24 persen di level Rp 4.120 per saham. Adapun volume perdagangan BBRI mencapai 43 juta saham dengan total transaksi Rp 176,1 miliar.

Bank Central Asia (BBCA) juga mencatatkan net sell tertinggi setelah BMRI dan BBRI, senilai Rp 19,7 miliar. BBCA turun 1,6 persen di level Rp 7.375 per saham. Adapun volume perdagangan BBCA sebesar 26,7 juta saham dengan total transaksi Rp 196,8 miliar.

Digital Mediatama Maxima (DMMX) dan Idocement Tunggal Prakasa (INTP) mencatatkan aksi beli bersih tertinggi pada sesi I masing-masing sebesar Rp 7,3 miliar dan Rp 5 miliar. DMMX selama sesi I naik 1,14 di level Rp 2.660 per saham, INTP juga menguat 0,8 persen di level Rp 11.500 per saham.

Top Losers di sesi I yaitu Perusahaan Gas Negara (PGAS) yang turun 2,7 persen di level Rp 1.440 per saham. Bukalapak (BUKA) turun 2,5 persen di level Rp 454 per saham, dan Bukit Asam (PTBA) juga terkoreksi 1,8 persen di level Rp 2.680 per saham.

Baca juga: Ganjil Genap di Tol Saat Nataru Jadi Diterapkan? Ini Kata Kemenhub

Sementara itu, Top Gainers di sesi I yaitu Bank Neo Commerce (BBYB) dan Multipolar (MLPL) yang melesat 5,5 persen di level Rp 2.850 per saham dan 380 per saham. Kemudian Matahari Putra Prima (MPPA) naik 3,4 persen di level Rp 478 per saham.

Sedangkan bursa Asia merah dengan penurunan Shanghai Komposit 0,47 persen, Strait Times 1,1 persen, Nikkei 2,11 persen, dan Hang Seng Hong Kong 1,23 persen.

Adaoun berdasarkan data Bloomberg, rupiah bergerak melemah. Pukul 12.18 WIB mata uang garuda berada di level Rp 14.382 per dollar AS atau turun 28 poin (0,19 persen) dibandingkan sebelumnya Rp 14.355 per dollar AS.

Baca juga: Kurs Rupiah Hari Ini di BNI, BRI, CIMB Niaga, BCA, dan Bank Mandiri

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi Mau Larang Ekspor Timah dan Bauksit Tahun Ini

Jokowi Mau Larang Ekspor Timah dan Bauksit Tahun Ini

Whats New
Ditawari Gabung ICAO, Menhub: Kemajuan Sektor Penerbangan Kita Diakui Dunia Internasional

Ditawari Gabung ICAO, Menhub: Kemajuan Sektor Penerbangan Kita Diakui Dunia Internasional

Whats New
IFG: Dana Pensiun Bisa Kurangi Ketergantungan RI dari Modal Asing

IFG: Dana Pensiun Bisa Kurangi Ketergantungan RI dari Modal Asing

Whats New
Berlaku Hari Ini, Simak Aturan Lengkap Syarat Perjalanan Dalam Negeri dengan Kapal Laut

Berlaku Hari Ini, Simak Aturan Lengkap Syarat Perjalanan Dalam Negeri dengan Kapal Laut

Whats New
Atasi Wabah PMK, Kementan Kirim Obat-obatan Senilai Rp 534,29 Juta ke Beberapa Wilayah

Atasi Wabah PMK, Kementan Kirim Obat-obatan Senilai Rp 534,29 Juta ke Beberapa Wilayah

Whats New
LKPP Segera Terbitkan Aturan Pengadaan Barang Jasa Khusus IKN

LKPP Segera Terbitkan Aturan Pengadaan Barang Jasa Khusus IKN

Whats New
Gelar Halalbihalal, J99 Corp Beri Apresiasi pada Karyawan Terbaik

Gelar Halalbihalal, J99 Corp Beri Apresiasi pada Karyawan Terbaik

Whats New
Eropa Bingung Bayar Impor Gas dari Rusia

Eropa Bingung Bayar Impor Gas dari Rusia

Whats New
Lin Chen Wei Tersangka Kasus Ekspor CPO, Anggota DPR Minta Kementerian yang Gunakan Jasanya Beri Klarifikasi

Lin Chen Wei Tersangka Kasus Ekspor CPO, Anggota DPR Minta Kementerian yang Gunakan Jasanya Beri Klarifikasi

Whats New
Tren Belanja Kuartal I-2022, Tokopedia: Masker Kesehatan Laris Manis

Tren Belanja Kuartal I-2022, Tokopedia: Masker Kesehatan Laris Manis

Whats New
Harga Sawit Petani Anjlok, Tapi Ironinya Minyak Goreng Tetap Mahal

Harga Sawit Petani Anjlok, Tapi Ironinya Minyak Goreng Tetap Mahal

Whats New
Prokes Dilonggarkan, Simak Syarat Perjalanan Lengkap Kereta Api Terbaru

Prokes Dilonggarkan, Simak Syarat Perjalanan Lengkap Kereta Api Terbaru

Whats New
Shopee Tebar Diskon Hingga 60 Persen untuk Produk Kebutuhan Rumah

Shopee Tebar Diskon Hingga 60 Persen untuk Produk Kebutuhan Rumah

Spend Smart
Larangan Ekspor Belum Mempan, Harga Minyak Goreng Masih Saja Mahal

Larangan Ekspor Belum Mempan, Harga Minyak Goreng Masih Saja Mahal

Spend Smart
Kemenkominfo Gelar Startup Gathering Road to Hub.id Summit 2022

Kemenkominfo Gelar Startup Gathering Road to Hub.id Summit 2022

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.