Buruh: Kalau Upah Minimum Naik 5 Persen Akan Terjadi Pertumbuhan Daya Beli Rp 180 triliun

Kompas.com - 20/12/2021, 16:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Beberapa bulan belakangan ini sejak ditetapkannya kenaikan upah minimum tahun 2022 oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), rata-rata sebesar 1,09 persen, para pekerja atau buruh melakukan aksi unjuk rasa nasional.

Mereka menentang kenaikan upah minimum versi pemerintah tersebut. Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yang juga Ketua Umum Partai Buruh Said Iqbal mengungkapkan, aksi tersebut demi memperjuangkan upah buruh yang layak.

"Kami melakukan aksi itu bagian dari perjuangan agar upah di DKI itu naiknya per hari tidak setengah harga toilet. Kalau setengah harga toilet kenaikan upah minimum seperti tahun SK yang lalu, direvisi. Memang nanti siapa yang beli barang-barang dari pengusaha, itu kan buruh," kata Said Iqbal secara virtual, Senin (20/12/2021).

Baca juga: Tolak Kenaikan Upah, Pengusaha Bakal Gugat Anies Baswedan ke PTUN

Ditambah lagi, pernyataan oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa yang menyatakan, kenaikan upah minimum sebesar 5 persen akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi RI hingga mencapai 5 persen pada tahun 2022.

"Menteri Bappenas sudah menyatakan, secara nasional kalau upah minimum naik 5 persen akan terjadi pertumbuhan daya beli itu adalah Rp 180 triliun. Itu angka yang besar untuk menyumbang pertumbuhan ekonomi yang diproyeksikan Presiden Bapak Jokowi 4 persen sampai 5 persen, menurut data BPS," ujar Said Iqbal.

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengambil keputusan merevisi dan menaikkan UMP DKI 2022 sebesar Rp 4.641.854 atau naik 5,1 persen dari UMP tahun 2021 yang sempat diputuskan. Karena keputusan sebelumnya, Anies hanya menetapkan kenaikan UMP DKI sebesar Rp 37.749 atau naik 0,85 persen apabila mengacu PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

Baca juga: Buruh Ingatkan Pengusaha: Jangan Tebar Bensin ke Dalam Api

Keputusan yang ia lakukan tentunya berdasarkan kajian Bank Indonesia (BI) yang memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2022 mencapai 4,7-5,5 persen. Kemudian, pertimbangan lainnya berdasarkan inflasi yang akan terkendali pada posisi 3 persen.

"Dengan kenaikan Rp 225.000 per bulan, maka saudara-saudara kita, para pekerja dapat menggunakannya sebagai tambahan untuk keperluan sehari-hari. Yang lebih penting adalah melalui kenaikan UMP yang layak ini, kami berharap daya beli masyarakat atau pekerja tidak turun," ujar Anies dalam siaran persnya, Sabtu (18/12/2021).

Anies bilang, keputusan menaikkan UMP DKI Jakarta menjunjung asas keadilan bagi pihak pekerja, perusahaan dan Pemprov DKI Jakarta. Sebagai gambaran, pada tahun sebelum pandemi Covid-19, rata-rata kenaikan UMP di DKI Jakarta selama 6 tahun terakhir adalah 8,6 persen.

"Kami menilai kenaikan 5,1 persen ini suatu kelayakan bagi pekerja dan tetap terjangkau bagi pengusaha. Ini juga sekaligus meningkatkan kemampuan daya beli masyarakat. Ini wujud apreasi bagi pekerja dan juga semangat bagi geliat ekonomi dan dunia usaha. Harapan kami ke depan, ekonomi dapat lebih cepat derapnya demi kebaikan kita semua," jelasnya.

Baca juga: Apindo Minta Pengusaha Tidak Menerapkan UMP DKI Jakarta yang Ditetapkan Anies Baswedan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BERITA FOTO: Harga Bawang Merah dan Cabai Diprediksi Turun Bulan Juli

BERITA FOTO: Harga Bawang Merah dan Cabai Diprediksi Turun Bulan Juli

Whats New
BERITA FOTO: Harga Cabai di Jakarta Tembus Rp 130.000 Per Kilogram

BERITA FOTO: Harga Cabai di Jakarta Tembus Rp 130.000 Per Kilogram

Whats New
Inovasi GoTransit Diproyeksi Tingkatkan Transaksi dan Pendapatan GoTo

Inovasi GoTransit Diproyeksi Tingkatkan Transaksi dan Pendapatan GoTo

Whats New
Kemendag: Penggunaan PeduliLindugi saat Beli Minyak Goreng Curah untuk Mencegah Spekulan

Kemendag: Penggunaan PeduliLindugi saat Beli Minyak Goreng Curah untuk Mencegah Spekulan

Whats New
Reksadana Pasar Uang: Definisi, Keuntungan, dan Risikonya

Reksadana Pasar Uang: Definisi, Keuntungan, dan Risikonya

Earn Smart
Setelah Restrukturisasi, Utang Garuda Indonesia Berkurang jadi Rp 75,67 Triliun

Setelah Restrukturisasi, Utang Garuda Indonesia Berkurang jadi Rp 75,67 Triliun

Whats New
Link Daftar MyPertamina untuk Beli Pertalite, Siapkan Dokumen Ini

Link Daftar MyPertamina untuk Beli Pertalite, Siapkan Dokumen Ini

Spend Smart
Kemenperin: Baru 5,3 Persen Pengecer Terapkan Beli Migor Pakai PeduliLindungi

Kemenperin: Baru 5,3 Persen Pengecer Terapkan Beli Migor Pakai PeduliLindungi

Whats New
Mayora Bakal Tebar Dividen Senilai Rp 469 Miliar

Mayora Bakal Tebar Dividen Senilai Rp 469 Miliar

Whats New
8,76 Juta ASN dan Pensiunan Bakal Terima Gaji Ke-13 pada Juli 2022

8,76 Juta ASN dan Pensiunan Bakal Terima Gaji Ke-13 pada Juli 2022

Whats New
Garuda Indonesia akan Turunkan Biaya Kelebihan Bagasi Penumpang

Garuda Indonesia akan Turunkan Biaya Kelebihan Bagasi Penumpang

Whats New
Simak Daftar Biaya Admin BRI, Setoran Awal, dan Saldo Minimal

Simak Daftar Biaya Admin BRI, Setoran Awal, dan Saldo Minimal

Whats New
Cara Membuat Kartu Kuning Online dan Offline 2022, Serta Syaratnya

Cara Membuat Kartu Kuning Online dan Offline 2022, Serta Syaratnya

Whats New
Sri Mulyani Pastikan Gaji ke-13 Cair Awal Juli, Siapa Saja ASN yang Dapat?

Sri Mulyani Pastikan Gaji ke-13 Cair Awal Juli, Siapa Saja ASN yang Dapat?

Whats New
Kemenko Marves: Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi untuk Cegah Penimbunan

Kemenko Marves: Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi untuk Cegah Penimbunan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.