Kompas.com - 21/12/2021, 09:26 WIB
Ilustrasi saham PEXELS/BURAK KIlustrasi saham

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak pada zona hijau di awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa (22/12/2021). Demikian juga dengan mata uang garuda yang menguat pada perdagangan pasar spot.

Melansir data RTI, pukul 09.09 WIB, IHSG berada pada level 6.557,68 atau naik 10,57 poin (0,16 persen) dibanding penutupan sebelumnya pada level 6.547,11.

Sebanyak 215 saham melaju di zona hijau dan 173 saham di zona merah. Sedangkan 167 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 663,85 miliar dengan volume 1,93 miliar saham.

Bursa Asia hijau dengan kenaikan Shanghai Komposit 0,51 persen, Strait Times 0,77 persen, Nikkei 2,02 persen, dan Hang Seng Hong Kong 0,6 persen.

Baca juga: IHSG Masih Beredar di Zona Merah? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Wall Street pada penutupan pagi ini merah dengan penurunan index Dow Jones Industrial Average (DJIA) 1,23 persen, S&P 500 melemah 1,14 persen, dan index acuan saham teknologi Nasdaq juga turun 1,24 persen.

Sebelumnya, Research Analyst Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper mengatakan, secara teknikal candlestick membentuk lower high dan lower low. MACD masih bergerak pada tren distribusi, yang mengindikasikan pelemahan terbatas.

“IHSG berpeluang melemah terbatas hari ini. Pergerakan masih akan dibayangi aksi The Fed yang akan mempercepat tapering,” kata Dennies dalam rekomenasinya.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot pagi ini menguat. Melansir Bloomberg, pukul 09.14 WIB rupiah bergerak pada level Rp 14.388 per dollar AS, atau naik 14 poin (0,1 persen) dibanding penutupan sebelumnya di level Rp 14.402 per dollar AS.

Pengamat pasar uang Ariston Tjendra mengatakan, pelemahan rupiah terjadi karena minat pasar terhadap aset berisiko terlihat masih tertekan dengan melemahnya indeks saham global karena kekhawatiran pasar terhadap penularan Omicron.

Selain itu, keputusan Bank Sentral AS yang mempercepat tapering, Bank Sentral Inggris yang menaikan suku bunga dan Bank Sentral Eropa yang berniat mengurangi pembelian aset sebagai stimulus, menjadi faktor penekan sebagian nilai tukar emerging market terhadap dollar AS.

“Nilai tukar rupiah mungkin masih berpotensi tertekan hari ini dengan sentimen kekhawatiran pasar terhadap Omicron dan kebijakan pengetatan moneter AS,”

Aristom memprediksi rupiah hari ini akan bergerak pada kisaran Rp 14.430 per dollar AS hingga Rp 14.370 per dollar AS.

Baca juga: Harga Saham Turun, Investor Harus Bagaimana?

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.