Pemerintah Gelontorkan Bansos Rp 370,5 Triliun hingga November 2021

Kompas.com - 21/12/2021, 15:20 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat melakukan sosialisasi substansi dari UU HPP di Gedung Sate, Bandung, Jumat (17/12/2021). Dok. Kementerian KeuanganMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat melakukan sosialisasi substansi dari UU HPP di Gedung Sate, Bandung, Jumat (17/12/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah sudah menggelontorkan belanja untuk ragam subsidi dan bantuan sosial  (bansos) sebesar Rp 370,5 triliun hingga November 2021.

Belanja itu tersebar di kementerian/lembaga, non-kementerian/lembaga, dan di pemerintah daerah (pemda) lewat dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD).

"Realisasi bansos dalam hal ini luar biasa. Rp 370,5 triliun sudah dibelanjakan untuk langsung dinikmati masyarakat, dalam bentuk belanja yang dikakukan Kemensos," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita, Selasa (21/12/2021).

Baca juga: Penerimaan Pajak Tembus Rp 1.082,6 Triliun, Sri Mulyani: Bukti Degup Ekonomi yang Kuat

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menyebutkan, belanja bansos melalui K/L sudah mencapai Rp 175,8 triliun, yang disalur melalui 3 K/L, yaitu Kemensos, Kemenkop UKM, dan Kemenaker.

Tercatat, Kemensos sudah membelanjakan anggaran Rp 81,2 triliun untuk bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) sebesar Rp 27,69 triliun, Kartu Sembako sebesar Rp 33,1 triliun, Bantuan Sosial Tunai (BST) Rp 17,23 juta, dan sembako PPKM untuk 4,86 juta keluarga sebesar Rp 2,92 triliun.

"Pada saat terjadinya PPKM level 4 kita beri 4,86 juta keluarga dengan bantuan sembako Rp 2,92 triliun. Dalam hal ini Kemensos Rp 81,2 triliun telah membelanjakan untuk bansos," ucap Sri Mulyani.

Wanita yang akrab disapa Ani ini mengungkapkan, Kemensos sudah membelanjakan Rp 15,4 triliun untuk BPUM kepada 15,36 juta usaha mikro. Adapun Kemenaker menyalurkan bantuan subsidi upah (BSU) bagi 7,48 juta buruh yang terdampak PPKM.

Baca juga: APBN Mulai Pulih, Sri Mulyani Perkecil Penarikan Utang dari SBN Rp 263,5 Triliun

"Bantuan subsidi upah untuk 2 bulan bagi 7,48 juta pekerja yang memiliki upah di bawah Rp 5 juta, dalam hal ini mereka mendapat Rp 1 juta. Inilah belanja bansos yang langsung masuk ke kantong masyarakat," sebut Ani.

Di sisi lain, belanja bansos disalurkan memakai Dana Desa sebesar Rp 19,7 triliun untuk BLT. BLT disediakan untuk 5,62 juta keluarga.

Lalu, bansos yang berasal dari belanja non K/L sebesar Rp 175,3 triliun, untuk subsidi energi dan non-energi di luar subsidi pajak Rp 152,7 triliun, dan untuk program Kartu Prakerja Rp 21,15 triliun bagi 5,96 juta peserta.

"Jangan lupa harga energi meningkat yang menyebabkan subsidi kita mengalami kenaikan termasuk berbagai langkah pemerintah memberi diskon listrik, subsidi bunga UMKM, dan juga program Kartu Prakerja," tandas Sri Mulyani.

Baca juga: Sri Mulyani Tidak Ingin Aset Negara Jadi Beban

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Paket Pembangunan Jalan di Borobudur Senilai Rp 357 Miliar Selesai

7 Paket Pembangunan Jalan di Borobudur Senilai Rp 357 Miliar Selesai

Rilis
[POPULER MONEY] Pegadaian Digugat Rp 322 Miliar Gara-gara Tabungan Emas | Petani Sawit Bakal Geruduk Kantor Airlangga hingga Istana Negara

[POPULER MONEY] Pegadaian Digugat Rp 322 Miliar Gara-gara Tabungan Emas | Petani Sawit Bakal Geruduk Kantor Airlangga hingga Istana Negara

Whats New
Soal Rencana Kenaikan Harga Pertalite hingga Tarif Listrik, Ini Kata Ekonom

Soal Rencana Kenaikan Harga Pertalite hingga Tarif Listrik, Ini Kata Ekonom

Whats New
Apakah Indonesia Mendapat Ganti Rugi dari Jepang yang Pernah Menjajah?

Apakah Indonesia Mendapat Ganti Rugi dari Jepang yang Pernah Menjajah?

Whats New
Apa yang Dimaksud dengan Ekspor dan Impor?

Apa yang Dimaksud dengan Ekspor dan Impor?

Earn Smart
Persyaratan dan Cara Membuat Kartu Kredit BRI Terbaru

Persyaratan dan Cara Membuat Kartu Kredit BRI Terbaru

Whats New
Bandara Juanda Jadi Bandara Tersibuk Saat Mudik Lebaran 2022

Bandara Juanda Jadi Bandara Tersibuk Saat Mudik Lebaran 2022

Whats New
Bebas Biaya Tol, Apa Itu Jalan Tol Fungsional?

Bebas Biaya Tol, Apa Itu Jalan Tol Fungsional?

Whats New
Cara Perpanjang Paspor Online 2022, Lengkap dengan Syarat dan Biayanya

Cara Perpanjang Paspor Online 2022, Lengkap dengan Syarat dan Biayanya

Spend Smart
4 Cara Mencari ATM Bank BJB Terdekat dengan Mudah

4 Cara Mencari ATM Bank BJB Terdekat dengan Mudah

Whats New
Ingin Traveling Sambil Dapat Cuan? Simak Tipsnya

Ingin Traveling Sambil Dapat Cuan? Simak Tipsnya

Earn Smart
Cara Daftar dan Tips Agar Lolos Seleksi Kartu Prakerja Gelombang 29

Cara Daftar dan Tips Agar Lolos Seleksi Kartu Prakerja Gelombang 29

Whats New
Cara Daftar BRImo dengan Mudah Tanpa Harus ke Bank

Cara Daftar BRImo dengan Mudah Tanpa Harus ke Bank

Spend Smart
Larangan Ekspor CPO Bikin Harga Sawit Anjlok, Petani Mengaku Rugi Rp 11,7 Triliun

Larangan Ekspor CPO Bikin Harga Sawit Anjlok, Petani Mengaku Rugi Rp 11,7 Triliun

Whats New
Ada Pekerjaan Rekonstruksi, Jasa Marga: Ruas Tol Jakarta Cikampek Tetap Beroperasi Normal

Ada Pekerjaan Rekonstruksi, Jasa Marga: Ruas Tol Jakarta Cikampek Tetap Beroperasi Normal

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.