Kompas.com - 21/12/2021, 17:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Dompet digital OVO resmi terintegrasi dengan Google Play, platform digital terbesar yang tersedia di perangkat Android yang dapat digunakan untuk membeli beragam aplikasi.

OVO kini dapat digunakan di Google Play sebagai metode pembayaran untuk mengakses berbagai aplikasi dan konten yang tersedia di Google Play. Hadirnya OVO di Google Play ini didukung oleh jaringan Global Payment Network Raypd, sebagai perusahaan global payment gateway yang menghubungkan antara OVO dan Google Play, serta Doku sebagai payment gateway.

Kehadiran OVO di Google Play merupakan inisiatif untuk mengikuti dan menjawab pergeseran perilaku konsumen yang semakin digital, juga mendukung perkembangan industri game Indonesia sesuai arahan pemerintah.

Sejak tahun 2020, pemerintah telah menetapkan E-Sports atau bidang olahraga yang menggunakan game online sebagai bidang kompetitif sebagai cabang olahraga, bahkan telah dilaksanakan event turnamen E-Sport tingkat nasional oleh Kemenpora sebagai salah satu modal pembangunan bangsa Indonesia.

Baca juga: Mendag: Nilai Ekspor RI Periode Januari-November 2021 Tertinggi dalam Sejarah

Harumi Supit, Head of Corporate Communication OVO mengatakan, kehadiran OVO di Google Play semakin mempertegas komitmen OVO dalam memberikan pembayaran digital yang dapat digunakan di mana saja, sekaligus memfasilitasi kalangan masyarakat unbanked termasuk gamers muda yang belum memiliki rekening bank, untuk melakukan pembelian atas layanan dan produk digital yang hadir di Google Play.

"Seperti diketahui saat ini masih ada sekitar 95 juta penduduk yang belum memiliki rekening bank. Dengan hadirnya OVO di ekosistem digital Google Play, diharapkan dapat memberikan kemudahan mengakses aplikasi atau konten berbayar di Android dan khususnya games yang sangat diminati,” kata Harumi dalam siaran pers, Senin (20/12).

Sementara menurut data Newzoo, Indonesia saat ini menjadi pasar game terbesar kedelapan di dunia. Tidak hanya itu, 46% masyarakat Indonesia pun mulai bermain mobile games sejak pandemi COVID-19. Laporan tersebut juga menyampaikan bahwa yang cenderung paling berkomitmen dalam bermain mobile games ini berada di rentang usia 35-44 tahun, dimana rentang usia tersebut merupakan pengguna aktif OVO.

Harumi menambahkan bahwa pada tahap awal, baik OVO dan Google Play akan fokus pada aplikasi dan konten game yang banyak diminati oleh generasi muda. Hal ini pihaknya lakukan untuk menjawab kebutuhan pengguna OVO, sejalan dengan meningkatnya tren perkembangan industri hiburan khususnya online game.

"Inisiatif ini diharapkan mampu mendorong perkembangan ekosistem digital dan mendukung upaya pemerintah dalam membangun industri game. Untuk itu, hadirnya OVO di Google Play, diharapkan dapat mengantisipasi lonjakan pembelian voucher online game yang cenderung terjadi di penghujung tahun, yang digunakan untuk mengisi waktu luang selama di rumah,” jelas Harumi.

Hadirnya OVO sebagai metode pembayaran di Google Play khususnya untuk konten game, diperkuat dengan hasil survei OVO mengenai Online Gamers Segmentation, yang menyatakan bahwa OVO diminati pecinta game sebagai opsi pembayaran yang dirasakan sangat mudah. (Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Tendi Mahadi)

Baca juga: Bank Mandiri dan MIND ID Kerja Sama soal Skema National Pooling, Apa Itu?

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Antisipasi Lonjakan E-Games pada Akhir Tahun, OVO Resmi Terintegrasi Google Play

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.