Menilik Dampak Normalisasi Ekonomi 2022 ke Pasar Finansial

Kompas.com - 22/12/2021, 07:54 WIB
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Normalisasi pertumbuhan ekonomi dan normalisasi kebijakan moneter dan fiskal akan menjadi tema utama pasar global di tahun depan.

CFA – Senior Portfolio Manager Equity PT Manulife Aset Manajemen Indonesia Samuel Kesuma memprediksi, stimulus pandemi secara gradual akan dikurangi menuju ke level normal.

“Stimulus pandemi secara gradual akan dikurangi menuju ke level normal. Walapun dikurangi, kebijakan dan stimulus fiskal baik di kawasan negara maju maupun berkembang tetap akan akomodatif dan lebih tinggi dari rerata jangka panjangnya,” kata Samuel dalam siaran pers, Selasa (21/12/2021).

Dia bilang, bank sentral dan pemerintah di berbagai negara akan melakukan penyesuaian arah kebijakan moneter dan fiskal seiring era normalisasi ekonomi global. Suku bunga diperkirakan meningkat secara gradual, sembari tetap mengamati kondisi pandemi.

Samuel menjelaskan, setelah penurunan ekstrim di 2020 dan kenaikan masif di 2021, pertumbuhan ekonomi ke depan diperkirakan mulai bergerak ke arah normal. Artinya pertumbuhan ekonomi global di 2022 akan lebih rendah dibandingkan dengan 2021.

Baca juga: Siap-siap, Kemenkeu Bakal Luncurkan Aplikasi Lapor Harta Tax Amnesty Jilid 2

Menurut dia, saat ini pasar terlihat lebih siap dalam menghadapi perubahan kondisi ekonomi dan kebijakan di tahun depan. Mendekati akhir tahun 2021, penyesuaian ekspektasi pasar juga terus dilakukan.

“Terlihat dari perubahan pada data konsensus yang menunjukkan pelaku pasar sudah 'one step ahead' dibandingkan dengan kondisi yang ada, sehingga diharapkan volatilitas di pasar keuangan juga akan lebih terkendali dan terukur,” jelas Samuel.

Dia menambahkan, komunikasi yang seimbang dari bank sentral dan pemerintah dunia akan menjadi sangat penting dalam menjaga stabilitas di sektor keuangan. Menurutnya, Indonesia diperkirakan akan mengalami akselerasi pertumbuhan ekonomi yang lebih optimal di 2022.

“Momentum pembukaan kembali ekonomi diperkirakan meningkat di kuartal pertama, ketika cakupan vaksinasi sudah lebih luas yang diperkirakan akan mencapai 70 persen dari populasi. Demografi Indonesia yang didominasi oleh usia muda juga akan membawa keuntungan, mempercepat aktivitas ekonomi kembali normal terutama apabila pembelian booster semakin diperluas,” kata dia.

Baca juga: Indonesia Negara Paling Dermawan di Dunia Sepanjang 2021

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.