Kompas.com - 24/12/2021, 10:11 WIB

KOMPAS.com - Menteri BUMN Erick Thohir menetapkan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman sebagai Komisaris Utama PT Pindad (Persero). Dudung menggantikan posisi Jenderal TNI Andika Perkasa yang sebelumnya mengisi posisi tersebut.

Pengangkatan Dudung dilakukan melalui Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-411/MBU/12/2021 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Komisaris Utama Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pindad.

"Diharapkan, dengan bergabungnya Bapak (Dudung Abdurahman) sebagai Komisaris Utama PT Pindad (Persero) akan memberikan tambahan dukungan untuk bisa meningkatkan kinerja kedepan," kata Wakil Menteri BUMN I Pahala Nugraha Mansury dalam keterangannya, Jumat (24/12/2021). 

Sementara itu, KSAD Dudung Abdurachman menyampaikan terima kasih atas pengangkatannya dengan jabatan baru sebagai Komisaris Pindad tersebut.

Baca juga: Deretan Pensiunan Jenderal Polisi yang Jadi Komisaris BUMN

Dudung bilang, dalam menjalankan tugas ini, perlu adanya dukungan, kerja sama dan koordinasi dengan jajaran komisaris serta direksi Pindad.

"Tugas ini merupakan hal baru yang memberikan wawasan dan ilmu mengenai dunia korporasi. Saya berharap PT Pindad kedepan dapat menjadi perusahaan besar dengan produk unggulan dan berdaya saing dalam mendukung pembangunan nasional dan menjaga kedaulatan bangsa. Semoga kehadiran saya menjadi manfaat serta dapat menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya," ucapnya.

Sebagai informasi, PT Pindad (Persero) adalah perusahaan BUMN manufaktur yang bergerak dalam pembuatan produk alat utama sistem pertahanan (alutsista) militer dan komersial di Indonesia. 

Awal berdirinya PT Pindad ini tidak lepas dari berdirinya bengkel  peralatan militer yang bernama  Artilleriee Constructie Winkle (ACW) dan Pyrotekniesche Werkplaats (PW) pada tahun 1808.

Baca juga: Daftar 9 Pentolan NU yang Jadi Komisaris BUMN

Kedua perusahaan Belanda itu pada awalnya berfungsi sebagai  penyedia dan pemelihara alat-alat perkakas senjata dan bahan peledak untuk memenuhi kebutuhan Angkatan Laut Belanda.  

Pada era tahun 1920an, bengkel-bengkel yang semula berada di Surabaya dan kota-kota lain digabung menjadi satu dengan nama Artilerie Inrichtingen (AI) yang terletak di Bandung.

Pada tanggal 29 April 1950, pemerintah Belanda menyerahkan LPB kepada pemerintah Indonesia (kala itu RIS) dan berganti nama menjadi Pabrik Senjata dan Mesiu (PSM). 

Tahun 1958 PSM berganti menjadi Pabrik Alat Peralatan Angkatan Darat dan kemudian berganti kembali menjadi PINDAD yang pada akhirnya berubah menjadi BUMN pada tahun 1983.

(Penulis: Ade Miranti Kusuma Karunia | Editor: Aprillia Ika)

Baca juga: Terima Gaji Besar, Apa Sebenarnya Tugas Komisaris BUMN?

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.