Ditegur Kemenhub karena Pesawat Bermasalah, Ini Tanggapan Citilink dan GMF

Kompas.com - 25/12/2021, 13:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Maskapai penerbangan Citilink dan PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia atau GMF AeroAsia buka suara terkait teguran yang disampaikan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

Melalui surat bernomor A4-402/8/3/DKPPU.2021 Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub menyampaikan teguran kepada Citilink dan GMF, karena ditemukan adanya masalah pada 19 pesawat Citilink, namun maskapai tetap mengoperasikannya.

VP Corporate Secretary & CSR Citilink Diah Suryani menjelaskan, pandemi Covid-19 yang berkepanjangan berimplikasi terhadap berbagai pelaku industri aviasi, yang berdampak pada kondisi finansial, supply chain management, serta produksi dan pengiriman spare part yang tersendat.

Baca juga: Operasikan 19 Pesawat Bermasalah, Citilink dan GMF Ditegur Kemenhub

Ia menyebutkan, di tengah kondisi yang menantang tersebut, GMF dan Citilink tetap mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan. Termasuk mengikuti seluruh peraturan yang telah ditetapkan oleh regulator mengenai kriteria airworthiness pesawat ketika akan beroperasi.

"Untuk itu, kami terus melakukan koordinasi erat dan mempercayakan seluruh pemeliharaan pesawat kepada GMF sebagai penyedia jasa pemeliharaan pesawat untuk bersama-sama memastikan seluruh pesawat Citilink yang dalam pemeliharaan (maintenance) memenuhi standar keselamatan penerbangan yang telah ditetapkan," tutur dia, kepada Kompas.com, Sabtu (25/12/2021).

Sementara itu, VP Corporate Secretary & Legal GMF Rian Fajar Isnaeni mengatakan, pihaknya telah memastikan seluruh pesawat pelanggan yang dioperasikan telah dinyatakan laik terbang.

"GMF telah memenuhi requirements sebagaimana tercantum dalam dokumen minimum equipment list (MEL) milik operator, yakni Citilink, yang telah dikeluarkan oleh pabrikan pesawat terbang dan disetujui oleh otoritas setempat," ujarnya.

Baca juga: Penumpang Buka Pintu Darurat, Citilink Minta Maaf Penerbangan Jakarta-Cepu Batal

Sejak bulan Oktober lalu, Ia menambah, GMF telah berupaya menyelesaikan concern dan temuan dari DKPPU. GMF telah melakukan sejumlah langkah perbaikan, antara lain melakukan review, pemetaan, dan identifikasi hold item list (HIL), yakni daftar perintah kerja yang ditangguhkan karena suku cadang atau perlengkapan tidak ada, atau tidak bisa digunakan, namun tidak mengurangi keamanan dan kelaikudaraan pada pesawat.

"GMF dan Citilink akan senantiasa menjalin komunikasi dan koordinasi dengan DKPPU maupun pihak-pihak terkait lainnya untuk menyelesaikan concern dan temuan tersebut," ucap Rian.

Sebagai informasi, melalui surat bernomor A4-402/8/3/DKPPU.2021 Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub menyampaikan surat teguran, terkait penemuan adanya masalah pada 19 pesawat Citilink, namun maskapai tetap mengoperasikannya.

Surat itu ditandatangani oleh Direktur Kelaikudaraan Dan Pengoperasian Pesawat Udara, Dadun Kohar, dan ditujukan kepada kepada Accountable Manager GMF AeroAsia dan VP Engineering & Maintenance Citilink.

"Dari status HIL (Hold Item List) tanggal 13 Desember 2021, terdapat 19 pesawat yang mengalami open HIL Brake dan dalam tiga bulan terakhir terjadi enam brake occurrences (melting, jammed, rotor damages, over temperature)," bunyi surat tersebut, dikutip Sabtu (25/12/2021).

Terkait dengan temuan tersebut, Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub meminta kepada Citilink dan GMF untuk melakukan 6 rekomendasi.

Baca juga: Kata Citilink Soal Penumpang Iseng Buka Pintu Darurat, Penerbangan Halim-Ngloram Batal

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.