Bangun SUTT Bima-Sape, PLN Gelontorkan Rp 120 Miliar

Kompas.com - 25/12/2021, 16:24 WIB

MATARAM, KOMPAS.com – Guna mengatasi kendala listrik di Pulau Sumbawa, PT PLN (Persero) menyelesaikan pembanguan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kiloVolt (kV) Bima-Sape senilai Rp 120 miliar.

General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara Josua Simanungkalit mengatakan, pemberian tegangan pertama pada satu line jalur SUTT 150 kV Bima-Sape ini tersambung dari Gardu Induk (GI) Bima di Desa Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima sampai ke GI Sape Desa Parangina, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima.

"PLN terus berupaya meningkatkan layanan dengan membangun sejumlah infrasturktur kelistrikan, salah satunya SUTT 150 kV Bima-Sape," kata Josua melalui siaran pers, Sabtu (25/12/2021).

Baca juga: PLN Akan Tambah 25 Charger Kendaraan Listrik di Tahun Depan

Jaringan SUTT Bima-Sape merupakan jaringan yang dibangun sepanjang 31 kilometer sirkuit (kms) dan ditopang sebanyak 91 tapak tower. Pembangunan infrastruktur kelistrikan yang dimulai sejak 2014 ini memenuhi komponen Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) 90,84 persn.

“Pembangunan STUTT ini akan meningkatkan keandalan pelayanan kepada pelanggan karena PLN dapat menghubungkan GI Taliwang di ujung barat sampai ke GI Sape di ujung timur pulau Sumbawa,” ujar Josua.

Melalui transmisi dari Bima ke Sape ini, PLN juga dapat mengoperasikan dan memaksimalkan operasi trafo 20 Megavolt Ampere (MVA) di GI Sape.

Rencananya, pengiriman energi listrik untuk wilayah Sape dapat ditransmisikan dari pembangkit PLTMG Bima di Bonto atau dari pembangkit lain di wilayah Sumbawa, seperti PLTMG Sumbawa atau PLTU Sumbawa Barat mengingat sudah ada sistem interkoneksi satu pulau melalui Tol Listrik Sumbawa.

“Saat ini, kami baru mengoperasikan satu dari dua line jalur yang memiliki total panjang 62,48 kms. Ditambah dengan beroperasinya GI Sape, kualitas untuk pelanggan di Sape akan semakin meningkat,” ucap Josua.

Adapun tantangan yang dihadapi PLN dalam pembangunan SUTT Bima-Sape, yakni kontur medan yang berbukit dan menyusuri kawasan hutan dan juga situasi pandemi membuat proses pembangunan transmisi menuju ujung timur pulau Sumbawa itu tidak mudah. Josua menargetkan proyek ini bisa selesai secara keseluruhan pada Juli 2031.

Saat ini, sistem kelistrikan Pulau Sumbawa memiliki daya mampu sebesar 130,9 MW dengan beban yang ditanggung sebesar 115,1 MW. Artinya, sistem kelistrikan pulau Sumbawa memiliki daya cadangan sebesar 15,8 MW yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di pulau Sumbawa.

Baca juga: Unduh New PLN Mobile Berhadiah Hyundai Kona Electric, Berlaku Se-Indonesia, Ini Caranya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.