Saat Sri Mulyani Mengenang Vaksin Covid-19 Harus Gratis: Langsung Mumet...

Kompas.com - 28/12/2021, 13:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengenang saat harus menyediakan anggaran untuk vaksin Covid-19 gratis saat awal pandemi virus corona tersebut.

Bendahara negara ini langsung mumet ketika Presiden Joko Widodo menginstruksikan vaksin Covid-19 harus diberikan secara cuma-cuma tanpa biaya sepeserpun kepada seluruh masyarakat Indonesia.

"Maka Presiden beberapa saat langsung koreksi bahwa ini harus semuanya gratis. Lah anggarannya kita 'kan, langsung mumet," kata Sri Mulyani dalam acara Ngobrol Tempo, Selasa (28/12/2021).

Baca juga: Sah, Sri Mulyani Terbitkan Aturan Pelaksana Tax Amnesty Jilid II

Semula, vaksin Covid-19 yang sudah dipesan RI dari berbagai negara memang tidak 100 persen gratis. Pemerintah saat itu memutuskan masyarakat mampu tetap membayar biaya vaksinasi, sedangkan yang tidak mampu diberikan cuma-cuma.

Masyarakat yang tidak mampu ini tergolong dalam Penerima Bantuan Iuran (PBI) JKN-KIS dan beberapa golongan lain. Pemerintah kala itu sudah berencana menalangi 140 juta warga.

"PBI dan yang lain-lain itu ada 96 juta kali 2 plus kelompok di daerah. Berarti sekitar 130 juta-140 juta yang ditalangi pemerintah," ucap dia.

Ketika rencana itu mencuat, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mendapat kritik dan nasihat bahwa akselerasi vaksin tidak akan berhasil jika masih berbayar, meskipun hanya untuk orang-orang kaya.

Saat itulah Presiden langsung memberikan arahan bahwa vaksin Covid-19 harus gratis untuk seluruh kalangan agar mempercepat herd immunity (kekebalan komunal).

"Itu akan kompleks banget. Terus kita pikir kalau begitu, berapa jumlahnya? Dihitungnya berdasarkan offering pertama waktu itu, Sinovac berapa, Sinopharm berapa, AstraZeneca berapa," ujar Sri Mulyani.

Lebih lanjut wanita yang akrab disapa Ani ini mengucapkan, masalah tidak berhenti di situ. Ketika anggaran sudah tersedia di tahun 2020, rupanya vaksin masih belum siap.

Padahal dia sudah berasumsi, anggaran vaksin gratis akan banyak keluar pada tahun 2020. Namun, akselerasi kemudian meleset ke tahun 2021.

"Dan itu kemudian yang menyebabkan kita harus realokasi, realokasi, realokasi karena setiap tahun anggaran itu diatur dalam APBN. UU APBN harus diikuti karena saya tahu nanti kita akan diaudit, kita lakukan realokasi," pungkas Ani.

Baca juga: Menko Airlangga Ungkap Deretan Vaksin Booster, Ada Pfizer Hingga Merah Putih

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.