AM Lilik Agung
Trainer bisnis

Mitra Pengelola GALERIHC, lembaga pengembangan SDM. Beralamat di lilik@galerihc.com.

Terkenang Kopi Kenangan

Kompas.com - 30/12/2021, 06:00 WIB
Ilustrasi es kopi di Kopi Kenangan, (9/9/2019). SHUTTERSTOCK/BAGUSSATRIAIlustrasi es kopi di Kopi Kenangan, (9/9/2019).
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

APA yang bisa dipelajari dari kedai kopi yang pada tahun 2017 membuka gerai pertama di Menara Standard Chartered Jakarta dan pada penghujung 2021 tersua enam ratus gerai di empat puluh lima kota Indonesia? Dengan hadiah yang didamba semua perusahaan rintisan (startup); gelar unicorn? Kenangan! Ya, kenangan tentang perusahaan rintisan yang digagas tiga kaum muda dan hari ini melewati sukses etape pertama sebagai perusahaan bernilai lebih dari Rp 14,2 triliun.

Kopi Kenangan memang layak dikenang. Selain meraih unicorn ke sepuluh di Indonesia, Kopi Kenangan didaku oleh CEO-nya, Edward Tirtanata sebagai perusahaan rintisan food and beverages (F&B) pertama di Asia Tenggara yang melewati valuasi 1 milliar dolar AS.

Baca juga: Ketambahan Kopi Kenangan, Ini Daftar Startup Unicorn di Indonesia pada 2021

Tahun 2021 Kopi Kenangan mampu menjual 40 juta cangkir. Pun produknya berkembang dengan menjual aneka kudapan, seperti roti, ayam goreng hingga cookies. Alhasil Kopi Kenangan sah disebut perusahaan F&B.

Sukses etape kedua yang ingin dicapai oleh manajemen Kopi Kenangan adalah bermain di regional dan global. Artinya pada 2022 dimana ditargetkan tercapai penjualan 5,5 juta cangkir per bulan atau 66 juta cangkir per tahun, konsumen bisa dengan mudah menemukan gerai Kopi Kenangan di Singapura, Kuala Lumpur, Bangkok, Beijing, Tokyo dan Seoul.

Selanjutnya merambah Dubai, Jeddah dan menyeberang ke Praha, Paris, London. Lalu terbang ke Los Angeles, Chicago dan New York. Sebuah visi besar menggetarkan yang jika terwujud akan menjadi kebanggaan Indonesia.

Mengapa berhasil?

Pertanyaan reflektif adalah mengapa dalam waktu lima tahun Kopi Kenangan mampu bertumbuh signifikan?

Buku babon menyoal bisnis rintisan dan menjadi rujukan banyak pihak adalah “The Lean Startup: How Today’s Entrepreneurs Use Continuous Innovation to Create Radically Successful Business” mahakarya Eric Ries.

Petuah Eric Ries jika Anda ingin mendirikan perusahaan rintisan maka Anda wajib memperhatikan tiga tahap.

Tahap pertama market validation. Bahwa perusahaan rintisan itu tetap menginjak bumi. Semua tidak di alam digital, di mana sering kenyataan dengan fantasi berbaur menjadi satu sehingga susah untuk mengidentifikasi apakah itu realitas atau bayang-bayang.

Untuk kasus Kopi Kenangan bahkan bisa dikatakan perusahaan ini bukan rintisan murni yang semua dikendalikan lewat platform dan produk turunannya. Kopi Kenangan ada produknya, ada gerainya. Platform dan perkakas digital lebih kepada perkakas pendukung.

Arti dari market validation adalah memahami kebutuhan konsumen. Berbasis pada data, yang dalam ranah digital menjelma menjadi algoritma, perusahaan memberi jalan keluar pada kebutuhan konsumen itu.

Bahwa kopi itu bukan sekedar minuman tetapi sudah merupakan gaya hidup. Bahwa kopi gaya hidup ini disajikan oleh perusahaan raksasa macam Starbucks, Coffee Bean and Tea Leaf, atau Excelso. Bahwa bagi pelajar, mahasiswa atau kaum muda yang baru berkarir, meneguk terus-menerus kopi gaya hidup dari kedai ini jelas akan menguras kantong.

Kopi Kenangan menawarkan jalan keluar nan cerdas. Kopi untuk gaya hidup dengan harga ekonomis. Cukup selembar duit dua puluh ribu - bahkan dapat kembalian - dapat menikmati kopi berkelas lagi elegan.

Baca juga: Jadi Unicorn, Kopi Kenangan Targetkan Punya 1.000 Gerai di Tahun 2022

Tahap kedua, product validation. Mau memakai pendekatan mbahnya manajemen Peter Drucker, bapaknya pemasaran Philips Kotler atau mahagurunya disrupsi Clayton Christensen, akhirnya yang dinikmati konsumen adalah produk/jasa. Karena itu perusahaan wajib memberikan produk yang sesuai bahkan melebihi harapan konsumen.

Menurut Eric Ries, product validation merupakan jalan keluar yang dilakukan untuk menjawab hasil kajian market validation. Perusahaan membuat prototipe yang akan diluncurkan ke pasar.

Ada kekeliruan yang banyak menghinggapi pola pikir pelaku bisnis rintisan. Bahwa menciptakan produk/jasa rintisan itu harus canggih, hebat dan sempurna. Eric Ries mendobrak kekeliruan ini.

Awal mula penciptaan produk harus sederhana yang dalam bahasa Eric Ries disebut mininum viable product (MVP). Walaupun dalam batas minimum, produk tersebut tetap memenuhi kaidah kualitas dan aman, karena produk ini yang diluncurkan ke pasar.

Cangkir kopi pertama yang dijual oleh Kopi Kenangan di gerai perdananya di Menara Standard Chartered Jakarta tak lain adalah MVP. Hanya saja MVP ini tetap dibuat berdasar pada bahan mentah (kopi) kualitas satu, susu dan gula kualitas unggulan serta mesin pembuat kopi kualitas utama.

Dengan demikian MVP Kopi Kenangan memenuhi, bahkan melebihi harapan konsumen. Menjadi hal wajar manakala pembukaan gerai perdana langsung terjual 700 cangkir dan menjadi perbincangan banyak orang. Kata magis yang ditunggu pelaku bisnis rintisan - viral - tinggal tunggu waktu.

Tahap ketiga, business validation. Menciptakan produk/jasa itu mudah. Untuk kasus produk minuman kopi, belajar satu minggu pada ahlinya, seseorang sudah bisa menciptakan minuman kopi aneka jenis.

Menjual produk memang tidak mudah, namun bukan pula rumit. Kerumitan bisa diurai dengan menjual produk di bawah harga pasar atau didiskon gede-gedean. Yang rumit itu menjual dan menghasilkan keuntungan. Untuk itu business validation diperlukan.

Pada business validation, model bisnis menjadi mantranya. Intinya bagaimana rantai pasok pada proses produksi dan pemasaran ke konsumen menghasilkan keuntungan. Pertumbuhan pun harus didesain selaras dengan karakter digital, eksponensial.

Business validation yang dilakukan Kopi Kenangan bisa disebut mendisrupsi bisnis kopi gaya hidup. Awal mula membuka gerai yang disasar Kopi Kenangan adalah perkantoran dan pusat perbelanjaan menengah atas. Memang gerai Kopi Kenangan tidak menyediakan tempat yang nyaman lagi artistik seperti kedai kopi gaya hidup lain.

Yang ditawarkan lebih pada cita rasa yang tidak kalah dibanding kedai kopi gaya hidup. Kualitas bahan baku, proses produksi hingga kemasan Kopi Kenangan sejajar dengan kopi gaya hidup lainnya yang sudah eksis. Ditambah dengan platform yang dikembangkan sehingga mudah diakses dari mana saja serta proses pembayaran yang multi channel.

Lengkap sudah Kopi Kenangan sebagai kopi gaya hidup yang bisa dinikmati semua segmen. Dari pelajar yang isi dompetnya kembang kempis sampai eksekutif yang kartu kreditnya dari berbagai bank.

Selamat kepada manajemen Kopi Kenangan yang saat menutup tahun 2021 telah ditabalkan sebagai perusahaan dengan valuasi lebih dari Rp 14,2 triliun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi Mau Larang Ekspor Timah dan Bauksit Tahun Ini

Jokowi Mau Larang Ekspor Timah dan Bauksit Tahun Ini

Whats New
Ditawari Gabung ICAO, Menhub: Kemajuan Sektor Penerbangan Kita Diakui Dunia Internasional

Ditawari Gabung ICAO, Menhub: Kemajuan Sektor Penerbangan Kita Diakui Dunia Internasional

Whats New
IFG: Dana Pensiun Bisa Kurangi Ketergantungan RI dari Modal Asing

IFG: Dana Pensiun Bisa Kurangi Ketergantungan RI dari Modal Asing

Whats New
Berlaku Hari Ini, Simak Aturan Lengkap Syarat Perjalanan Dalam Negeri dengan Kapal Laut

Berlaku Hari Ini, Simak Aturan Lengkap Syarat Perjalanan Dalam Negeri dengan Kapal Laut

Whats New
Atasi Wabah PMK, Kementan Kirim Obat-obatan Senilai Rp 534,29 Juta ke Beberapa Wilayah

Atasi Wabah PMK, Kementan Kirim Obat-obatan Senilai Rp 534,29 Juta ke Beberapa Wilayah

Whats New
LKPP Segera Terbitkan Aturan Pengadaan Barang Jasa Khusus IKN

LKPP Segera Terbitkan Aturan Pengadaan Barang Jasa Khusus IKN

Whats New
Gelar Halalbihalal, J99 Corp Beri Apresiasi pada Karyawan Terbaik

Gelar Halalbihalal, J99 Corp Beri Apresiasi pada Karyawan Terbaik

Whats New
Eropa Bingung Bayar Impor Gas dari Rusia

Eropa Bingung Bayar Impor Gas dari Rusia

Whats New
Lin Chen Wei Tersangka Kasus Ekspor CPO, Anggota DPR Minta Kementerian yang Gunakan Jasanya Beri Klarifikasi

Lin Chen Wei Tersangka Kasus Ekspor CPO, Anggota DPR Minta Kementerian yang Gunakan Jasanya Beri Klarifikasi

Whats New
Tren Belanja Kuartal I-2022, Tokopedia: Masker Kesehatan Laris Manis

Tren Belanja Kuartal I-2022, Tokopedia: Masker Kesehatan Laris Manis

Whats New
Harga Sawit Petani Anjlok, Tapi Ironinya Minyak Goreng Tetap Mahal

Harga Sawit Petani Anjlok, Tapi Ironinya Minyak Goreng Tetap Mahal

Whats New
Prokes Dilonggarkan, Simak Syarat Perjalanan Lengkap Kereta Api Terbaru

Prokes Dilonggarkan, Simak Syarat Perjalanan Lengkap Kereta Api Terbaru

Whats New
Shopee Tebar Diskon Hingga 60 Persen untuk Produk Kebutuhan Rumah

Shopee Tebar Diskon Hingga 60 Persen untuk Produk Kebutuhan Rumah

Spend Smart
Larangan Ekspor Belum Mempan, Harga Minyak Goreng Masih Saja Mahal

Larangan Ekspor Belum Mempan, Harga Minyak Goreng Masih Saja Mahal

Spend Smart
Kemenkominfo Gelar Startup Gathering Road to Hub.id Summit 2022

Kemenkominfo Gelar Startup Gathering Road to Hub.id Summit 2022

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.