Kompas.com - 30/12/2021, 09:28 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak pada zona hijau di awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis (30/12/2021). Demikian juga dengan mata uang rupiah yang menguat pada perdagangan pasar spot.

Melansir data RTI, pukul 09.09 WIB, IHSG berada pada level 6.604,08 atau naik 3,4 poin (0,05 persen) dibanding penutupan sebelumnya pada level 6.600,67.

Sebanyak 191 saham melaju di zona hijau dan 172 saham di zona merah. Sedangkan 216 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 726,8 miliar dengan volume 2,14 miliar saham.

Baca juga: IHSG Berpeluang Menguat, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Bursa Asia mixed dengan kenaikan Hang Seng Hong Kong 0,42 persen, dan Shanghai Komposit 0,52 persen. Sementara itu, Nikkei turun 0,16 persen, dan Strait Times melemah 0,11 persen.

Wall Street pagi ini mayoritas hijau dengan kenaikan Dow Jones Industrial Average (DJIA) 0,25 persen, dan S&P 500 menguat 0,14 persen. Sementara Nasdaq turun 0,1 persen.

Sebelumnya, Research Analyst Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper mengatakan, secara teknikal candlestick membentuk higher high dan higher low disertai indikator kenaikan volume mengindikasikan potensi akan mengalami penguatan dalam jangka pendek.

“IHSG diprediksi menguat. Pergerakan diperkirakan masih akan cukup terbatas dikarenakan minimnya sentimen dalam negeri serta adanya kekhawatiran akan tingginya kasus Covid-19 di AS dan Eropa,” kata Dennies dalam rekomendasinya.

Baca juga: Beberapa Saham yang Diprediksi Jadi Leader di Tahun 2022, Apa Saja?

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot pagi ini menguat. Melansir Bloomberg, pukul 09.06 WIB rupiah bergerak pada level Rp 14.244 per dollar AS, atau naik 12 poin (0,08 persen) dibanding penutupan sebelumnya di level Rp 14.256 per dollar AS.

Pengamat pasar uang Ariston Tjendra mengatakan, penguatan rupiah terjadi karena kembalinya minat pasar ke mata uang yang berisiko. Dari dalam negri, pasar mungkin masih mewaspadai perkembangan penularan lokal Omicron.

"Nilai tukar rupiah mungkin berbalik menguat pada perdagangan hari ini dengan kembalinya minat pasar terhadap mata uang yang lebih berisiko. Kekhawatiran pasar terhadap Omicron sedikit mereda, namun bila ada aturan pembatasan kegiatan yang lebih ketat, ini bisa memberikan tekanan ke rupiah," ujar Ariston.

Aristom memprediksi rupiah hari ini akan bergerak pada kisaran Rp 14.220 per dollar AS hingga Rp 14.280 per dollar AS.

Baca juga: Meneropong Prospek Pasar Saham 2022

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.