Gantikan Jokowi Tutup Perdagangan BEI 2021, Airlangga: Meskipun Pandemi, Kita Rebound Relatif Cepat

Kompas.com - 30/12/2021, 17:33 WIB
Tangkapan layar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Peresmian Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2021, di Jakarta, Kamis (30/12/2021). ANTARA/KUNTUM RISWANTangkapan layar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Peresmian Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2021, di Jakarta, Kamis (30/12/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com– Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) 2021 resmi ditutup pada Kamis, (30/12/2021). IHSG pun berakhir di zona merah dengan melemah 0,29 persen pada 6.581,48.

Penutupan perdagangan Bursa yang tadinya akan dilakukan Presiden Joko Widodo, digantikan oleh Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.

Dalam sambutannya Airlangga mengungkapkan bahwa perkembangan ekonomi dan pasar modal merujuk pada pemulihan ekonomi global, yang berkaitan dengan kenaiakn harga energi.

Baca juga: KAI Sediakan Layanan Tes PCR untuk Penumpang Anak di Stasiun Bekasi

Di sisi lain, Airlangga menilai kasus Evergrande akan mulai terlihat efeknya di tahun 2022. Demikian juga dengan potensi tapering off dari The Fed yang mendorong tingkat suku bunga di AS lebih rendah dari inflasi.

Airlangga menyampaikan apresiasi atas pencapaian Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas kinerjanya dalam setahun ini.

Dia menyoroti pertumbuhan penyaluran kredit perbankan di tahun 2021, kenaikan jumlah investor apsar modal, dan minat perusahaan untuk melakukan IPO.

“Kita juga melihat optimisme dari penanganan Covid-19. Sampai bulan November, kinerja perbankan dalam pertumbuhan penyaluran kredit sudah 4,82 persen, demikian juga dengan peningkatan 7,8 juta investor yang masuk retail dan kinerja IPO, sehingga aset pasar modal dikuasai oleh invstor dalam negeri, untuk itu selamat kepada seluruh stakeholder pasar modal. Meskipun pandemi, kita rebound relatif cepat,” ujar Airlangga.

Pada 2021 ini BEI mencatatkan penghimpunan dana dari penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) yang naik 1.022,35 persen persen dibandingkan dengan tahun lalu.

Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengatakan, tahun ini total penghimpunan dana IPO mencapai Rp 62,61 triliun yang berasal dari 54 perusahaan. Sementara tahun lalu, terdapat IPO sebanyak 51 perusahaan dengan dana yang dihimpun Rp 5,58 triliun.

"(Tahun ini) sebanyak 54 perusahaan yang mencatatkan saham di BEI, fund raised Rp 62,61 triliun yang merupakan penggalangan dana tertinggi sepanjang sejarah BEI,” kata Inarno secara virtual Kamis (30/12/2021).

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Sri Mulyani Putuskan Harga Pertalite dan Tarif Listrik Subsidi Tak Naik Tahun Ini

Sri Mulyani Putuskan Harga Pertalite dan Tarif Listrik Subsidi Tak Naik Tahun Ini

Whats New
Tahan Harga Pertalite, Kas Pertamina Bisa Tekor Rp 190 Triliun

Tahan Harga Pertalite, Kas Pertamina Bisa Tekor Rp 190 Triliun

Whats New
Serap Ide Masyarakat, IWIP Berikan Alat Tangkap Perikanan kepada 20 Nelayan di Halmahera Timur

Serap Ide Masyarakat, IWIP Berikan Alat Tangkap Perikanan kepada 20 Nelayan di Halmahera Timur

Rilis
IHSG Diprediksi Menguat Jelang Akhir Pekan, Simak Rekomendasi Sahamnya

IHSG Diprediksi Menguat Jelang Akhir Pekan, Simak Rekomendasi Sahamnya

Whats New
Bitcoin dkk Menguat, Cek Harga Kripto Hari Ini

Bitcoin dkk Menguat, Cek Harga Kripto Hari Ini

Whats New
Usai Jokowi Resmi Cabut Larangan Ekspor CPO, Organisasi Petani Kelapa Sawit Minta Pembenahan Regulasi di BPDPKS

Usai Jokowi Resmi Cabut Larangan Ekspor CPO, Organisasi Petani Kelapa Sawit Minta Pembenahan Regulasi di BPDPKS

Whats New
Wall Street Berakhir Merah, Investor Masih Lakukan Aksi Jual, Saham–saham Retail Masih Tertekan

Wall Street Berakhir Merah, Investor Masih Lakukan Aksi Jual, Saham–saham Retail Masih Tertekan

Whats New
SPKS Sambut Baik Keputusan Jokowi Cabut Larangan Ekspor Minyak Goreng

SPKS Sambut Baik Keputusan Jokowi Cabut Larangan Ekspor Minyak Goreng

Whats New
Syarat dan Biaya Cabut Berkas Motor Tanpa Calo

Syarat dan Biaya Cabut Berkas Motor Tanpa Calo

Spend Smart
Keran Ekspor CPO dan Minyak Goreng Dibuka Lagi, GAPKI: Terima Kasih Bapak Presiden

Keran Ekspor CPO dan Minyak Goreng Dibuka Lagi, GAPKI: Terima Kasih Bapak Presiden

Whats New
E-Toll Bakal Diganti MLFF Buat Bayar Tol, Bagaimana Nasib Uang Elektronik Perbankan?

E-Toll Bakal Diganti MLFF Buat Bayar Tol, Bagaimana Nasib Uang Elektronik Perbankan?

Whats New
[ POPULER MONEY ] Tarif Listrik Pelanggan 3.000 VA Bakal Naik | Eropa Bingung Bayar Impor Gas dari Rusia

[ POPULER MONEY ] Tarif Listrik Pelanggan 3.000 VA Bakal Naik | Eropa Bingung Bayar Impor Gas dari Rusia

Whats New
Subsidi BBM dan Listrik Bengkak, Sri Mulyani Minta Anggaran Ditambah

Subsidi BBM dan Listrik Bengkak, Sri Mulyani Minta Anggaran Ditambah

Whats New
Dapat Restu Jokowi, Sri Mulyani Siap Naikkan Tarif Listrik Orang Kaya

Dapat Restu Jokowi, Sri Mulyani Siap Naikkan Tarif Listrik Orang Kaya

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.