Pupuk Indonesia Permudah Kios Jual Pupuk dengan Teknologi Digital RMS

Kompas.com - 31/12/2021, 09:30 WIB
Komisaris Utama PT Pupuk Indonesia Darmin Nasution (kedua kiri), Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Bakir Pasaman (kedua kanan), Wakil Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Nugroho Christijanto (kanan), dan Direktur Utama PT Petrokimia Gresik Dwi Satryo Annurogo (kiri) berfoto bersama saat acara Peluncuran Soft Launching Single Branding Produk pupuk komersil Urea dan Npk di Jakarta, Senin (27/12/2021). PT Pupuk Indonesia (Persero) luncurkan penyeragaman produk retail urea dan NPK dengan brand baru, yaitu Urea Nitrea dan NPK Phonska Plus 16-16-16. Kedua brand ini diluncurkan dalam rangka semakin memudahkan akses pelanggan terhadap produk retail Pupuk Indonesia. ANTARA FOTO/Reno EsnirKomisaris Utama PT Pupuk Indonesia Darmin Nasution (kedua kiri), Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Bakir Pasaman (kedua kanan), Wakil Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Nugroho Christijanto (kanan), dan Direktur Utama PT Petrokimia Gresik Dwi Satryo Annurogo (kiri) berfoto bersama saat acara Peluncuran Soft Launching Single Branding Produk pupuk komersil Urea dan Npk di Jakarta, Senin (27/12/2021). PT Pupuk Indonesia (Persero) luncurkan penyeragaman produk retail urea dan NPK dengan brand baru, yaitu Urea Nitrea dan NPK Phonska Plus 16-16-16. Kedua brand ini diluncurkan dalam rangka semakin memudahkan akses pelanggan terhadap produk retail Pupuk Indonesia.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pupuk Indonesia (Persero) memperkenalkan program digitalisasi penjualan untuk kios bernama Retail Management System (RMS).

Sistem ini dapat mempermudah dan mempercepat kios dalam memproses penjualan pupuk, baik retail, komersil maupun pupuk bersubsidi.

Wakil Menteri BUMN I Pahala Mansury berkesempatan untuk melihat langsung penerapan RMS di kios UD Lisa di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali.

Pahala mengapresiasi penerapan sistem digitalisasi RMS yang dilakukan oleh Pupuk Indonesia.

"Karena penerapan RMS ini juga sangat membantu pemilik kios untuk bisa memonitor penjualan, siapa-siapa saja dari para petani yang menjadi pembeli," kata Pahala dalam siaran persnya, dikutip Kompas.com, Jumat (31/12/2021).

Baca juga: Pupuk Indonesia Seragamkan Merek Phonska Plus dan Nitrea

Pahala meminta penerapan RMS untuk bisa dioptimalkan kembali bahkan dikerjasamakan dengan pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian khususnya dalam pemanfaatan data RDKK dan data petani yang tertangkap oleh sistem digitalisasi miliki Pupuk Indonesia ini.

"RMS ini memang digitalisasi, merupakan salah satu upaya dari Kementerian BUMN untuk melakukan perubahan daripada bisnis proses supaya bisa lebih efektif dan efisien. Karena memang masa depan adalah teknologi termasuk digital," kata Pahala.

"Bisa kita lihat tadi transaksi tinggal melakukan scanning dari KTP-nya saja dan alokasi data sudah tersedia di RMS, dan RMS ini bisa melakukan transaksi pupuk subsidi maupun non subsidi, dan juga untuk keperluan lainnya," sambung Pahala.

Baca juga: Dorong Inovasi Pertanian, Pupuk Indonesia Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi

Mempercepat distribusi pupuk

Sementara itu Wakil Direktur Utama Pupuk Indonesia, Nugroho Christijanto mengatakan, sistem digitalisasi RMS yang diterapkan Pupuk Indonesia ini digunakan oleh distributor dan kios pupuk untuk memproses penjualan pupuk retail, komersil, maupun pupuk subsidi atau PSO.

"Jadi RMS ini merupakan aplikasi digital yang digunakan oleh kios pupuk untuk memproses penjualan pupuk retail, komersial, maupun pupuk PSO. Aplikasi ini juga memiliki fitur point of sales dan terintegrasi dengan sistem internal dan eksternal perusahaan," kata Nugroho.

Sampai dengan Desember 2021, RMS telah diujicobakan ke 158 kios yang tersebar di sembilan kabupaten di Provinsi Bali. Sementara sisanya tersebar di beberapa pulau, seperti di Jawa Timur 57 Kios, Jawa Barat 30 Kios, Jawa Tengah 15 Kios, NTB, Bontang dan Riau yang sudah menggunakan sistem ini.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.