Jaga Stabilitas Pasokan Energi Primer, PLN Sudah Dapat Suplai Batu Bara 13,9 Juta Ton

Kompas.com - 05/01/2022, 21:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT PLN (Persero) memastikan tidak ada pemadaman listrik akibat kritis pasokan energi primer. Hal ini seiring dengan upaya perseroan berupaya memenuhi pasokan batu bara.

PLN mencatat, hingga Rabu (5/1/2022) sudah mendapatkan total kontrak 13,9 juta metrik ton batu bara. Jumlah itu terdiri dari 10,7 juta metrik ton kontrak eksisting PLN dan Independent Power Producer (IPP), serta 3,2 juta metrik ton kontrak tambahan.

"Tambahan pasokan ini akan masuk ke pembangkit PLN secara bertahap. Perseroan pun terus meningkatkan kecepatan dan efektivitas bongkar muat kapal pengangkut batu barabara," ujar Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam keterangannya, Rabu (5/1/2022).

Baca juga: Krisis Pasokan Energi Primer, PLN Pastikan Tak Ada Pemadaman Listrik

Ia mengatakan, PLN terus berupaya menjaga stabilitas pasokan energi primer khususnya batu bara agar dapat memenuhi standar minimal 20 HOP (hari operasi) untuk seluruh pembangkit PLN maupun IPP, usai terbitnya kebijakan strategis pemerintah yang mengutamakan pemenuhan pasokan energi primer untuk kebutuhan nasional.

"Langkah cepat dan tegas pemerintah sangat membantu PLN dalam memastikan ketersediaan energi primer," imbuhnya.

Darmawan mengungkapkan, untuk jangka pendek strategi PLN adalah upaya menghindari pemadaman. PLN harus memastikan 20 juta metrik ton batu bara untuk membuat ketersediaan batu bara di pembangkit listrik dalam kondisi aman dengan minimal 20 hari operasi pada Januari 2022.

Jumlah itu terdiri dari, 10,7 juta metrik ton dari kontrak eksisting dan 9,3 juta metrik ton tambahan untuk meningkatkan ketersediaan batu bara ke level aman.

Di sisi lain, solusi permanen dan jangka panjang terkait pasokan energi primer PLN sangat dibutuhkan demi keandalan pasokan listrik ke masyarakat dan ketahanan energi nasional. Ia memastikan, PLN akan bekerja keras, efektif, dan efisien dalam menjaga pasokan energi primer pembangkit.

Sebagai langkah antisipasi ke depan, PLN akan melakukan kontrak jangka panjang dan perikatan volume dengan swing 20 persen.

Sementara harga batu bara tetap akan mengacu pada regulasi pemerintah dengan skema kirim cost, insurance, and freight (CIF) atau beli batu bara dengan harga sampai di tempat. Bisa pula dengan skema free on board (FOB) atau beli batu bara di lokasi tambang.

Darmawan mengatakan, di tengah pemulihan ekonomi yang terdampak pandemi Covid-19, pasokan listrik yang andal sangat dibutuhkan. Untuk itu, PLN akan memastikan bahwa listrik tidak padam.

PLN terus berupaya dalam menjaga keandalan pasokan listrik yang berkualitas, mudah diakses dan terjangkau bagi masyarakat di seluruh pelosok Tanah Air.

"Terima kasih atas dukungan para mitra pemasok batu bara yang telah membantu PLN mengamankan energi primer untuk pembangkit demi menghindari pemadaman listrik ke masyarakat," pungkas Darmawan.

Baca juga: PLN Bantah Kabar Sejumlah PLTU Padam Mulai 5 Januari, Tegaskan Tak Akan Ada Pemadaman dalam Skala Apapun

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.