IHSG Diprediksi Melemah, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Kompas.com - 06/01/2022, 07:18 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis (6/1/2022) ini, diperkirakan akan bergerak ke arah pelemahan atau terkonsolidasi. Namun sebelumnya, pada Rabu (5/1/2022) kemarin, indeks acuan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah level 6.662,29.

Analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan, pola gerak IHSG saat ini terlihat sedang melalui rentang konsolidasi wajar pasca mengalami kenaikan jangka pendek selama dua hari ini dalam perdagangan awal tahun 2022.

"Minimnya sentimen yang dapat membooster kenaikan IHSG masih menjadi tantangan tersendiri bagi pasar modal Indonesia sehingga risiko terhadap potensi terjadinya koreksi jangka pendek tetap perlu diwaspadai. Jika terjadi koreksi wajar, para investor masih dapat melakukan akumulasi pembelian dengan target investasi jangka pendek. Hari ini IHSG berpotensi terkonsolidasi," kata dia melalui rekomendasi tersebut.

Baca juga: Kapitalisasi Saham Apple Tembus 3 Triliun Dollar AS, Warren Buffett Cuan Rp 1.716 Triliun

Prediksi serupa juga dianalisa oleh Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan. Dia bilang, IHSG ditutup melemah mengalami koreksi setelah dua hari sebelumnya naik cukup signifikan. Lagi-lagi minimnya sentimen alasan IHSG tak berdaya.

Maka harapan para investor di Pasar Modal tak lain sentimen secara global dari negara luar. Sehingga indeks acuan saham sepanjang Kamis, akan bergerak di level support 6.574-6.618 serta resistance level 6.722-6.782.

"Secara teknikal candlestick membentuk formasi bearish engulfing mengindikasikan potensi pelemahan dalam jangka pendek. Investor akan mencermati hasil dari pertemuan The Fed. Dari dalam negeri masih minim sentimen. Harga komoditas yang masih cukup kuat diharapkan mampu menopang IHSG," ujar dia.

Beda analisa dengan Panin Sekuritas yang justru optimis IHSG hari ini akan bergerak fluktuatif namun cenderung menguat. Menurut dia, terbuka peluang untuk rebound teknis. Dengan analisanya tersebut, maka IHSG akan bergerak dikisaran 6.645-6.700.

Baca juga: Dilema Investor Saham Bukalapak: Dulu Rp 1.060, Kini Hanya Rp 430

"Sesuai perkiraan IHSG mengalami koreksi dan hal ini sudah terantisipasi karena pada perdagangan dua hari yang lalu, IHSG menguat tidak disertai dengan peningkatan nilai transaksi. Namun, koreksi ini terbilang sehat dan bagus karena IHSG masih mampu bertahan di atas support 6.645 sehingga tidak mematahkan tren," jelasnya.

Dengan demikian, mungkin saham-saham pilihan dari dua sekuritas ini bisa jadi pertimbangan investor dalam memutuskan trading, yakni sebagai berikut:

1. Artha Sekuritas

ASII

  • Polanya mengalami koreksi dan breakdown support, rekomendasi sell/cut loss.
  • Target harga: 5.950-6.050
  • Entry level: 5.650-5.750
  • Stop loss di level 5.600

ANTM

  • Polanya mengalami koreksi dan breakdown support, rekomendasi sell/cut loss.
  • Target harga: 2.400-2.450
  • Entry level: 2.300-2.350
  • Stop loss di level 2.280

TOWR

  • Polanya mengalami koreksi dan masih bergerak di sekitar level support trend konsolidasi.
  • Target harga: 1.190-1.215
  • Entry level: 1.125-1.150
  • Stop loss di level 1.110

2. Panin Sekuritas

EXCL

  • Pola chart: membentuk pola long legged hammer indikasi daya beli yang besar membuka peluang untuk rebound.
  • Rekomendasi: buy di level 3.000-3.090, taking profit 3.230-3.300, stop loss kurang dari 2.860.
  • Level support: 3.000; 2.860.
  • Level resistance: 3.230; 3.300.

IRRA

  • Sideways trend: mengalami pergerakan sideways dalam area 1.905-2.210.
  • Rekomendasi: trading dalam area tersebut, taking profit setelah 2.210 adalah pada 2.400.
  • Level support: 1.905.
  • Level resistance: 2.210.

KLBF

Pola chart: mengkonfirmasi pola bullish flag menguat menembus resistance pada 1.620.
Rekomendasi: buy di level 1.600-1.620, taking profit 1.700, stop loss kurang dari 1.555.
Level support: 1.620; 1.555.
Level resistance: 1.700.

SIDO

  • Demand zone: menguat meninggalkan demand zone pada area 860-880.
  • Rekomendasi: speculative buy and hold selama harga mampu bertahan di atas demand zone, taking profit 935-950.
  • Level support: 880; 860.
  • Level resistance: 935.

Baca juga: Ini Alasan Bukalapak Beli 11,49 Persen Saham Allo Bank Senilai Rp 1,19 Triliun

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.