IHSG dan Rupiah Bergerak Positif di Awal Perdagangan

Kompas.com - 12/01/2022, 09:21 WIB
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau pada awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu (12/1/2022). Demikian juga dengan mata uang garuda yang menguat pada perdagangan pasar spot.

Melansir data RTI, pukul 09.10 WIB, IHSG berada pada level 6.675,72 atau naik 27,75 poin (0,42 persen) dibanding penutupan sebelumnya pada level 6.647,97.

Sebanyak 253 saham melaju di zona hijau dan 171 saham di zona merah. Sedangkan 159 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 992,14 miliar dengan volume 1,85 miliar saham.

Bursa Asia hijau dengan kenaikan Nikkei 1,73 persen, Hang Seng Hong Kong 1,76 persen, Shanghai Komposit 0,3 persen, dan Strait Times 0,16 persen.

Baca juga: Chairul Tanjung: Ekosistem Allo Bank Susah Ditandingi

Sementara itu, Wall Street juga hijau dengan kenaikan Dow Jones Industrial Average (DJIA) 0,51 persen, S&P 500 menguat 0,92 persen, dan Nasdaq naik 1,41 persen.

Sebelumnya, Analis Panin Sekuritas William Hartanto mengatakan IHSG akan berpeluang menguat karena jenuh jual.

“IHSG gagal menembus resistance 6.700 namun bertahan di atas support 6.645, membuat IHSG berpeluang menguat karena jenuh jual. Hari ini IHSG berpotensi bergerak mixed cenderung menguat dalam range 6.645 - 6.754,” ungkap William.

Kurs rupiah

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot pagi ini juga menguat. Melansir Bloomberg, pukul 09.00 WIB rupiah bergerak pada level Rp 14.298 per dollar AS, atau naik 6 poin (0,04 persen) dibanding penutupan sebelumnya di level Rp 14.304 per dollar AS.

Baca juga: Ini Kata Erick Thohir soal Rencana PLN Beli Batu Bara dengan Harga Pasar

Pengamat pasar uang Ariston Tjendra mengatakan, penguatan rupiah terjadi lantaran sentiment positif pasar terhadap asset berisiko karena pernyataan Gubernur Bank Sentral AS Jerome Powell terkait percepatan kenaikan suku bunga acuan AS yang sudah diantisipasi pasar.

“Nilai tukar rupiah mungkin bisa menguat lagi terhadap dollar AS hari ini dengan sentimen positif pasar terhadap aset berisiko menanggapi pernyataan Gubernur Bank Sentral AS semalam mengenai kebijakan moneter AS. Dari dalam negeri, pencabutan larangan ekspor batubara mungkin bisa menjadi katalis positif untuk rupiah,” kata Aristorn kepada Kompas.com.

Ariston memprediksi rupiah hari ini akan bergerak pada kisaran Rp 14.250 per dollar AS hingga Rp 14.320 per dollar AS.

Baca juga: Shopee Buka Lowongan Kerja, Ini Posisi dan Persyaratannya

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.