Startup Pengelola Sampah RI Raih Pendanaan dari Investor Singapura

Kompas.com - 12/01/2022, 10:33 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com – Perusahaan rintisan atau startup asal Indonesia bernama Reciki Solusi Indonesia (Reciki) resmi meraih pendanaan dari Circulate Capital Ocean Fund (CCOF), perusahaan manajemen investasi berbasis di Singapura.

Melalui investasi yang dilakukan oleh CCOF, Reciki berencana untuk menambah fasilitasnya di seluruh Indonesia, dengan ambisi untuk memproses lebih dari 1.000 ton sampah per hari.

Hal ini akan mereplikasi efisiensi sistem Reciki dalam memproses setidaknya enam kali lebih banyak sampah dibandingkan layanan serupa yang tersedia di pasar pada tahun 2020.

Baca juga: Di Indonesia Pavilion Expo 2020 Dubai, Telkom Unggulkan Produk Digital dan Startup Terbaik

Selain itu, ekspansi Reciki diharapkan dapat menciptakan lebih dari 400 lapangan kerja yang aman, stabil, dan bermartabat di sektor formal dan membuka jalan untuk formalisasi pekerja sektor informal di industri pengelolaan sampah.

“Kami berharap dapat bermitra dengan Circulate Capital untuk mengembangkan dan meningkatkan skala operasi kami guna memenuhi permintaan mendesak akan pengelolaan limbah yang efektif dan ramah lingkungan,” ujar CEO dan Pendiri Reciki Bhima Aries Diyanto dalam jeterangannya, dikutip pada Rabu (12/1/2022).

“Kami percaya solusi kami dapat mengubah industri pengelolaan limbah Indonesia, mengurangi krisis polusi plastik di negara ini, dan memberikan nilai lebih dari bahan bekas dengan cara yang memberdayakan masyarakat lokal untuk menjadi bagian dari solusi,” tandasnya.

Baca juga: Apa Itu Startup Unicorn: Definisi, Contoh, dan Bedanya dengan Decacorn

Pendiri dan CEO dari Circulate Capital Rob Kaplan menyatakan hal senada. Pinjaman yang diberikan kepada Reciki sendiri, sebagian didukung oleh United States International Development Finance Corporation (DFC), bekerja sama dengan United States Agency for International Development (USAID).

"Kami percaya Reciki akan memberikan dampak nyata dan membantu Indonesia mencapai ambisi kepemimpinan dalam pencegahan polusi plastik," kata Rob Kaplan.

Reciki didirikan pada tahun 2019 sebagai solusi homegrown atau buatan lokal terhadap pengelolaan sampah yang memenuhi kebutuhan spesifik kota-kota di Indonesia.

Visi Reciki adalah untuk mencapai ambisi zero- waste-to-landfill melalui fasilitas pemulihan material atau material recovery facilities (MRF) terdepan.

Baca juga: Simak 6 Level Startup, Tak Hanya Unicorn

Reciki memilah sampah yang berasal dari rumah tangga dan kawasan komersial, serta memulihkan bahan yang dapat didaur ulang, termasuk plastik bekas minuman kemasan gelas, botol dan plastik lain untuk dikembalikan ke dalam mata rantai daur ulang.

Keberhasilan Reciki dibangun atas kemampuannya dalam menyesuaikan dengan kebutuhan setiap kota dan memungkinkan tingkat pemulihan yang lebih tinggi. Berkat dukungan mitra pionernya, Danone Aqua, Reciki saat ini mengoperasikan dua MRF di Lamongan (Jawa Timur) dan Badung (Bali).

Dalam mengatasi inefisiensi dan terbatasnya kapasitas di tempat pembuangan akhir (TPA) di banyak kota-kota Indonesia, Reciki menawarkan model bisnis pengelolaan sampah yang berpotensi dapat meningkatkan jumlah sampah terdaur ulang secara signifikan.

Selain itu, model bisnis Reciki secara unik juga scalable karena Reciki tidak mengadopsi model yang sama persis untuk direplika di kota-kota di Indonesia yang mana kebutuhannya tentu tidak sama.

Baca juga: Dorong Startup Lokal, Erick Thohir: Ayo, Mana Superhero Indonesia

Dalam mengembangkan solusi penyortiran dan distribusi, Reciki menyesuaikan pendekatannya di setiap kota dengan mempertimbangkan aspek karakterisasi sampah, infrastruktur yang ada, profil rumah tangga, dan sebagainya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.