Meski Harga Komoditas Naik, Pemerintah Klaim Inflasi Tetap 3 Persen Sepanjang 2022

Kompas.com - 12/01/2022, 17:15 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Kebijakan Fiskal (BKF) memproyeksi tingkat inflasi tahun 2022 tetap akan terkendali di tengah naiknya harga komoditas unggulan, mulai dari kelapa sawit sampai batu bara.

Kepala BKF Febrio Kacaribu memproyeksi, tingkat inflasi berada pada kisaran sasaran 2-4 persen dengan nilai tengah 3 persen pada tahun 2022.

"Inflasi Indonesia masih sangat rendah yaitu 1,9 persen. Untuk baseline skenario 2022, walupun dengan harga komoditas yang masih cukup tinggi, kita melihat inflasi masih akan terkendali, masih ada di range 2-4 persen," kata Febrio dalam Taklimat Media, Rabu, (12/1/2022).

Baca juga: Apa itu Inflasi dan jenis-jenis inflasi?

Febrio menuturkan, naiknya harga komoditas yang mendongkrak tingginya tingkat inflasi di berbagai negara tidak terjadi di Indonesia. Tercatat, Inflasi inti (core inflation) yang mencerminkan daya beli masyarakat terpantau di bawah 3 persen.

Adapun kenaikan harga komoditas energi seperti migas dan batu bara diproyeksi masih berlanjut sampai pertengahan tahun 2022. Sementara nikel, kelapa sawit, dan karet akan mengikuti tren pertumbuhan ekonomi dunia.

"Jadi memang masih terkendali dari harga komoditas yang naik. Dampak komoditas yang naik ini terhadap APBN juga masih kita jaga sehingga tentunya kita lihat kepentingan keadaan sosial masyarakat bahwa kita fokus percepatan penguatan pemulihan ekonomi," ucapnya.

Baca juga: Lonjakan Harga Minyak Goreng Kerek Laju Inflasi

Estimasi inflasi inti 2022

Sementara untuk tahun 2022, Febrio berharap inflasi inti mulai membaik. Membaiknya tingkat inflasi inti mencerminkan pemulihan daya beli masyarakat. Komponen inflasi inti sendiri terdiri dari emas perhiasan, dan komponen pakaian dan alas kaki.

"Jika masyarakat mulai jalan-jalan, beli peralatan rumah tangga, dan mulai makan di warung dan restoran, itu komponen core inflation. Jadi kalau itu membaik, daya beli membaik," beber Febrio.

Selain inflasi inti, pihaknya juga akan menjaga inflasi dari harga yang bergejolak (volatile food) seperti daging ayam ras, minyak goreng, cabai-cabai, dan sebagainya.

"Yang terus akan dijaga adalah volatile food, makanan dijaga agar volatile food ini enggak naik turun. Administered Price/AP (tarif listrik, tarif angkutan) juga dijaga. Kami pastikan kebijakan kita tetap menjaga tren pemulihan ekonomi makin berkualitas," tandas dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.