Minggu Depan, Pemerintah Tarik Utang Rp 25 Triliun

Kompas.com - 13/01/2022, 16:38 WIB
ilustrasi rupiah, ilustrasi anggaran thikstockphotosilustrasi rupiah, ilustrasi anggaran

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah berencana menarik utang dengan melakukan lelang Surat Utang Negara (SUN) dalam mata uang rupiah pada Selasa, (18/1/2022). Target indikatifnya mencapai Rp 25 triliun dengan target maksimal Rp 37,5 triliun.

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mengungkapkan, lelang dibuka mulai pukul 09.00 WIB dan ditutup pukul 11.00 WIB. Tanggal Setelmen ditetapkan pada Kamis, 20 Januari 2022.

"Pelaksanaan lelang dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168/PMK 08/2019 tentang Lelang Surat Utang Negara di Pasar Perdana Domestik dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 38/PMK.02/2020," sebut DJPPR, Kamis (13/1/2022).

Baca juga: Pemerintah Janji Penarikan Utang Tahun 2022 Lebih Rendah dari Target APBN

Dalam lelang kali ini, ada 7 jenis seri yang dirilis dengan tanggal jatuh tempo berbeda-beda. Seri tersebut, yakni SPN03220420, SPN12230105, FR0090, FR0091, FR0093, FR0092, dan FR0089. Masing-masing tanggal jatuh temponya yaitu 20 April 2022, 5 Januari 2023, 15 April 2027, 15 April 2032, 15 Juli 2037, 15 Juni 2042, dan 15 Agustus 2051.

Adapun besaran kupon untuk SPN03220420 dan SPN12230105 adalah diskonto. Sementara kupon masing-masing seri FR, yakni FR0090 adalah 5,12 persen; FR0091 sebesar 6,37 persen; FR0093 sebesar 6,37 persen; FR0092 adalah 7,12 persen; dan FR0089 sebesar 6,87 persen.

Alokasi pembelian non kompetitif untuk seri SPN03220420 dan SPN12230105 maksimal 50 persen dari yang dimenangkan. Sementara seri lainnya maksimal 30 persen dari yang dimenangkan.

"Penjualan SUN tersebut akan dilaksanakan dengan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia," beber DJPPR.

Peserta lelang SUN sendiri terdiri dari dealer utama, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Bank Indonesia (BI). Dealer utama yang dimaksud, ialah Citibank N.A., Deutsche Bank AG, PT Bank HSBC Indonesia, PT Bank Central Asia, Tbk., PT Bank Danamon Indonesia, Tbk., dan PT Bank Maybank Indonesia, Tbk.

Baca juga: Utang Indonesia Membengkak, Sri Mulyani: Pasti Bisa Bayar Lagi...

Kemudian PT Bank Mandiri (Persero), Tbk., PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk., PT Bank OCBC NISP, Tbk., PT Bank Panin, Tbk., PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk., PT Bank Permata, Tbk., PT Bank CIMB Niaga Tbk., PT Bank ANZ Indonesia., Standard Chartered Bank, JP Morgan Chase Bank N.A., PT. Bahana Sekuritas, PT. BRI Danareksa Sekuritas, PT. Mandiri Sekuritas, dan PT. Trimegah Sekuritas Indonesia, Tbk.

"Lelang bersifat terbuka (open auction), menggunakan metode harga beragam (multiple price). Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian kompetitif (competitive bids) akan membayar sesuai dengan yield yang diajukan," jelas DJPPR.

Lalu, pemerintah memiliki hak untuk menjual ketujuh seri SUN tersebut lebih besar atau lebih kecil dari jumlah indikatif yang ditentukan. SUN yang akan dilelang mempunyai nominal per unit sebesar Rp 1 juta.

"Pemenang lelang mengajukan penawaran pembelian non-kompetitif (non-competitive bids) akan membayar sesuai dengan yield rata-rata tertimbang (weighted average yield) dari penawaran pembelian kompetitif yang dinyatakan menang," sebut  DJPPR.

Baca juga: Bayar Utang Luar Negeri Pemerintah, Cadangan Devisa RI Merosot Jadi 144,9 Miliar Dollar AS

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Segera Manfaatkan, Subsidi Bunga KUR 3 Persen Berlanjut Tahun Ini

Segera Manfaatkan, Subsidi Bunga KUR 3 Persen Berlanjut Tahun Ini

Whats New
Gandeng BNI, Surge Tawarkan Biaya KUR Suku Bunga 6 Persen kepada UMKM

Gandeng BNI, Surge Tawarkan Biaya KUR Suku Bunga 6 Persen kepada UMKM

Rilis
Resmi, Harga Minyak Goreng Jadi Rp 14.000 Per Liter Mulai 19 Januari

Resmi, Harga Minyak Goreng Jadi Rp 14.000 Per Liter Mulai 19 Januari

Whats New
Kemendag Sebut 29 Perusahaan Sudah Kembali Ekspor Batu Bara

Kemendag Sebut 29 Perusahaan Sudah Kembali Ekspor Batu Bara

Whats New
Indonesia Berpeluang Jadi Hub Data Center Asia, Setelah Singapura dan Hongkong

Indonesia Berpeluang Jadi Hub Data Center Asia, Setelah Singapura dan Hongkong

Rilis
Durasi Pemadaman Listrik Turun Jadi 6 Jam Per Pelanggan

Durasi Pemadaman Listrik Turun Jadi 6 Jam Per Pelanggan

Whats New
Sri Mulyani Akui Dana Pemindahan IKN Masuk Anggaran PEN 2022

Sri Mulyani Akui Dana Pemindahan IKN Masuk Anggaran PEN 2022

Whats New
Insentif PPnBM Diperpanjang, Menperin Optimis Mobil di Bawah Rp 250 Juta Bakal Laku Keras

Insentif PPnBM Diperpanjang, Menperin Optimis Mobil di Bawah Rp 250 Juta Bakal Laku Keras

Whats New
Batik Air Kembali Buka Rute Jakarta-Banyuwangi, Ini Jadwal dan Harga Tiketnya

Batik Air Kembali Buka Rute Jakarta-Banyuwangi, Ini Jadwal dan Harga Tiketnya

Whats New
Kinerja Ekspor 2021 Capai 231,5 Miliar Dollar AS, Mendag Lutfi: Ini Tertinggi Sepanjang Sejarah

Kinerja Ekspor 2021 Capai 231,5 Miliar Dollar AS, Mendag Lutfi: Ini Tertinggi Sepanjang Sejarah

Whats New
Menperin: Pemerintah Lanjutkan Diskon PPnBM Pembelian Mobil Baru

Menperin: Pemerintah Lanjutkan Diskon PPnBM Pembelian Mobil Baru

Whats New
'Banjir' Penawaran Surat Utang Negara Terus Berlanjut

"Banjir" Penawaran Surat Utang Negara Terus Berlanjut

Whats New
Ini Penyebab Harga Cabai Hingga Telur Naik Selama Nataru

Ini Penyebab Harga Cabai Hingga Telur Naik Selama Nataru

Whats New
Survei Mandiri Institute: Omzet Mayoritas UMKM Mulai Naik Akhir 2021, Digitalisasi Jadi Kunci

Survei Mandiri Institute: Omzet Mayoritas UMKM Mulai Naik Akhir 2021, Digitalisasi Jadi Kunci

Rilis
Kampung Aksara Pacibita Hadir di Yogyakarta

Kampung Aksara Pacibita Hadir di Yogyakarta

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.