BRI Tutup 10 Kantor Cabang pada Tahun Lalu, Ini Penyebabnya

Kompas.com - 14/01/2022, 17:19 WIB
Ilustrasi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. SHUTTERSTOCK/NandotIlustrasi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Fenomena percepatan transformasi digital yang terjadi di industri perbankan telah membuat jumlah jaringan kantor semakin menyusut.

Perbankan terus melakukan pembenahan terhadap jaringan kantornya, baik itu berupa relokasi ataupun penutupan kantor cabang guna menekan biaya operasionalnya.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai salah satu bank terbesar nasional juga terus menata jaringan kantornya, seiring dengan langkah transformasi digital yang dilakukan perseroan.

Sekretaris Perusahaan BRI Aestika Oryza Gunarto mengatakan, sampai dengan akhir tahun 2021, jumlah kantor cabang bank yang fokus pada segmen transformasi digital sebanyak 451 kantor.

Baca juga: Cara Daftar dan Mengaktifkan Mobile Banking BRI

Jumlah kantor cabang itu berkurang 10 kantor jika dibandingkan dengan posisi akhir tahun 2020 dengan jumlah kantor cabang sebanyak 461 kantor.

"Secara alami jumlah kantor cabang akan berkurang, karena masyarakat makin terbiasa bertransaksi digital," kata Aestika kepada Kompas.com, Jumat (14/1/2022).

Lebih lanjut Ia menjelaskan, secara alami, digitalisasi serta perubahan perilaku masyarakat menyebabkan keberadaan dan fungsi kantor cabang bank konvensional akan berkurang seiring dengan berjalannya waktu.

Oleh karenanya,  BRI masih akan melanjutkan penataan jaringan kantor perseroan pada 2022. Penutupan akan dilakukan bank dengan kode emiten BBRI itu terhadap sejumlah outlet konvensional.

"Untuk tahun 2022 penutupan unit kerja BRI akan didominasi oleh Teras BRI dan BRI Unit," ujar Aestika.

Baca juga: Erick Thohir Tunjuk Maya Watono Jadi Direktur Marketing InJourney

BRI meyakini, layanan konvensional perbankan akan banyak digantikan oleh sistem digital di masa mendatang. Akan tetapi, masih dibutuhkan waktu sekitar 5-10 tahun agar sistem bank digital beroperasi maksimal.

Adapun saat ini, Aestika mengatakan bahwa BRI tengah menerapkan konsep hybrid bank dalam perbaikan bisnis proses, inovasi model bisnis dan penatakelolaan jaringan kerja yang memadukan digitalisasi, jaringan serta layanan financial advisor.

"Integrasi ketiganya diyakini mampu menghadirkan layanan perbankan yang lebih efektif, efisien dan terintegrasi sesuai journey literasi digital masyarakat Indonesia," ucap dia.

Baca juga: Kemenkeu: Texmaco Tetap Mengaku Tidak Punya Utang BLBI

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Luhut: Sistem Kesehatan RI Sudah Cukup Siap Menghadapi Omicron

Luhut: Sistem Kesehatan RI Sudah Cukup Siap Menghadapi Omicron

Whats New
Mentan: PDB Sektor Pertanian Konsisten Tumbuh Positif Sejak 2020- 2021

Mentan: PDB Sektor Pertanian Konsisten Tumbuh Positif Sejak 2020- 2021

Whats New
Uang Beredar di Indonesia Terus Meningkat, Berapa Jumlahnya Saat Ini?

Uang Beredar di Indonesia Terus Meningkat, Berapa Jumlahnya Saat Ini?

Whats New
Imlek, Bank Mandiri Tebar Promo Kartu Kredit hingga KPR

Imlek, Bank Mandiri Tebar Promo Kartu Kredit hingga KPR

Spend Smart
Cek Golongan Tarif Listrik Non-subsidi yang Harganya Bakal Lebih Mahal

Cek Golongan Tarif Listrik Non-subsidi yang Harganya Bakal Lebih Mahal

Whats New
UOB Indonesia Luncurkan Fitur BI-FAST pada Aplikasi TMRW

UOB Indonesia Luncurkan Fitur BI-FAST pada Aplikasi TMRW

Rilis
Luhut Ungkap DKI Jakarta Berpotensi Masuk PPKM Level 3

Luhut Ungkap DKI Jakarta Berpotensi Masuk PPKM Level 3

Whats New
Realisasi Belanja Kementerian Pertanian 2021 Tertinggi sejak 5 Tahun Terakhir

Realisasi Belanja Kementerian Pertanian 2021 Tertinggi sejak 5 Tahun Terakhir

Whats New
Tahun Ini 150.000 Mahasiswa  Ditarget Ikut MBKM, agar Saat Lulus Memenuhi Kebutuhan Dunia Usaha

Tahun Ini 150.000 Mahasiswa Ditarget Ikut MBKM, agar Saat Lulus Memenuhi Kebutuhan Dunia Usaha

Whats New
'Travel Bubble' Indonesia-Singapura Dimulai Hari Ini, Patuhi Syaratnya

"Travel Bubble" Indonesia-Singapura Dimulai Hari Ini, Patuhi Syaratnya

Whats New
Simak Cara Cek BPJS Kesehatan Aktif atau Tidak

Simak Cara Cek BPJS Kesehatan Aktif atau Tidak

Spend Smart
Catat, Berikut 3 Tip Kelola Keuangan agar Tak Salah Perhitungan Selama Pandemi

Catat, Berikut 3 Tip Kelola Keuangan agar Tak Salah Perhitungan Selama Pandemi

BrandzView
Bahlil: Proyek Batu Bara Jadi DME di Tanjung Enim Bakal Serap Belasan Ribu Tenaga Kerja Lokal

Bahlil: Proyek Batu Bara Jadi DME di Tanjung Enim Bakal Serap Belasan Ribu Tenaga Kerja Lokal

Whats New
Mau Buka Usaha? Ini Daftar Izin Usaha yang Perlu Diurus

Mau Buka Usaha? Ini Daftar Izin Usaha yang Perlu Diurus

Smartpreneur
Groundbreaking Hilirisasi Batu Bara Jadi DME, Jokowi: Bisa Hemat Subsidi Elpiji Rp 7 Triliun

Groundbreaking Hilirisasi Batu Bara Jadi DME, Jokowi: Bisa Hemat Subsidi Elpiji Rp 7 Triliun

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.