Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pasca-gempa M 6,6 di Banten, Ini Kata PVMBG Kementerian ESDM

Kompas.com - 14/01/2022, 21:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pusat Vulkanologi dan Mitigas Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing isu gempa bumi dan tsunami pasca-gempa magnitudo 6,6 di Banten.

"Kejadian gempa bumi ini diperkirakan tidak berpotensi mengakibatkan terjadinya tsunami, namun masih berpotensi menyebabkan bahaya ikutan (collateral hazard) lainnya berupa retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi, khususnya di lokasi yang berdekatan dengan pusat gempa bumi," kata Kepala PVMBG Andiani melalui siaran persnya, Jumat (14/1/2022).

PVMBG Kementerian ESDM menjelaskan, kejadian gempa bumi di Banten diakibatkan oleh aktivitas penunjaman lempeng Indo-Australia ke bawah lempeng Eurasia di selatan Jawa bagian barat (sekitar Selat Sunda), dengan mekanisme sesar naik yang berarah relatif barat laut-tenggara.

"Guncangan gempa bumi terasa cukup kuat di sekitar lokasi pusat gempa bumi dengan intensitas diperkirakan mencapai VI-VII MMI (Modified Mercally Intensity). Menurut informasi masyarakat guncangan gempa bumi dirasakan cukup kuat seperti di Jakarta dan sekitarnya dengan intensitas III-IV MMI, di Bandung dengan intensitas II-III MMI," kata dia.

Baca juga: Berpotensi Menguat, Simak Proyeksi IHSG Pekan Depan

Berdasarkan informasi sementara, gempa bumi magnitudo 6,6 mengakibatkan kerusakan di wilayah Kabupaten Lebak dan Pandeglang, Provinsi Banten. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi terjadi pukul 16:05:41 WIB. Lokasi pusat gempa bumi terletak di darat pada koordinat 105,26 BT dan 7,01 LS.

Sedangkan menurut informasi dari The United States Geological Survey (USGS) Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 105,251 BT dan 6,929 LS dengan magnitudo M 6,6 pada kedalaman 37,2 km.

Lokasi pusat gempa bumi berada di laut selatan Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Daratan sekitar pusat gempa bumi pada umumnya berupa morfologi dataran dan perbukitan bergelombang hingga terjal yang tersusun oleh endapan sedimen berumur Kuarter hingga Tersier.

"Endapan Kkuarter dan endaapan Tersier yang telah mengalami pelapukan pada umumnya bersifat urai, lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan gempa bumi," jelas dia

Baca juga: Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Banten, PLN Pastikan Sistem Kelistrikan Jawa-Bali Aman

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menhub Targetkan Pembangunan MRT Jalur Balaraja-Cikarang Dimulai Agustus 2024

Menhub Targetkan Pembangunan MRT Jalur Balaraja-Cikarang Dimulai Agustus 2024

Whats New
Kepala Otorita: Meski IKN Jadi Kota Modern, tapi Tetap Ada Makanan Tradisional

Kepala Otorita: Meski IKN Jadi Kota Modern, tapi Tetap Ada Makanan Tradisional

Whats New
Luhut Temui Pemerintah AS Bahas Pendanaan JETP Rp 302 Triliun

Luhut Temui Pemerintah AS Bahas Pendanaan JETP Rp 302 Triliun

Rilis
Waskita Karya Tak Bisa Bayar Utang, Erick Thohir Buka Opsi PKPU

Waskita Karya Tak Bisa Bayar Utang, Erick Thohir Buka Opsi PKPU

Whats New
Watsons Tebar Promo Diskon hingga 80 Persen

Watsons Tebar Promo Diskon hingga 80 Persen

Spend Smart
Pengusaha Nilai Tol Bocimi Seksi II Bisa Tingkatkan Investasi dan Perekonomian

Pengusaha Nilai Tol Bocimi Seksi II Bisa Tingkatkan Investasi dan Perekonomian

Rilis
Lowongan Kerja PT INKA Multi Solusi untuk Lulusan D4-S1, Simak Syarat dan Cara Daftarnya

Lowongan Kerja PT INKA Multi Solusi untuk Lulusan D4-S1, Simak Syarat dan Cara Daftarnya

Work Smart
Anak Usaha INKA Buka Lowongan PKWT 8 Posisi, Simak Cara Daftarnya

Anak Usaha INKA Buka Lowongan PKWT 8 Posisi, Simak Cara Daftarnya

Whats New
Erick Thohir: Suntikan PMN Rp 3 Triliun Buat Waskita Dialihkan ke Hutama Karya

Erick Thohir: Suntikan PMN Rp 3 Triliun Buat Waskita Dialihkan ke Hutama Karya

Whats New
Tak Ada Akses Jalan, Operasional Stasiun Kereta Cepat di Karawang Berpotensi 'Molor' 6 Bulan

Tak Ada Akses Jalan, Operasional Stasiun Kereta Cepat di Karawang Berpotensi "Molor" 6 Bulan

Whats New
Manajemen Pastikan Tokopedia Tak Punya Penjual yang Berada di Luar Negeri

Manajemen Pastikan Tokopedia Tak Punya Penjual yang Berada di Luar Negeri

Whats New
Sumsel Siap Pasok 200.000 Ton Beras, SYL Pastikan Kebutuhan Beras Nasional Aman Hadapi El Nino

Sumsel Siap Pasok 200.000 Ton Beras, SYL Pastikan Kebutuhan Beras Nasional Aman Hadapi El Nino

Rilis
Menko Airlangga Sebut Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Bisa Capai Angka 6 Persen

Menko Airlangga Sebut Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Bisa Capai Angka 6 Persen

Whats New
Begini Pesan Konsultan Keamanan Siber agar Terhindar dari Kejahatan Carding

Begini Pesan Konsultan Keamanan Siber agar Terhindar dari Kejahatan Carding

BrandzView
IHSG Ditutup Menguat, Rupiah Malah Melemah

IHSG Ditutup Menguat, Rupiah Malah Melemah

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com