Ini Strategi InJourney Kembangkan Labuan Bajo, TMII, dan Sarinah

Kompas.com - 14/01/2022, 23:00 WIB
Maya Watono saat menjabat CEO Dentsu Aegis Network (DAN) Indonesia, Kamis (13/12/2018). KOMPAS.com/MURTI ALI LINGGA Maya Watono saat menjabat CEO Dentsu Aegis Network (DAN) Indonesia, Kamis (13/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian BUMN telah membentuk InJourney, atau Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung untuk mengoptimalkan potensi sektor pariwisata di Indonesia. Holding ini telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 12 Januari 2022 lalu.

Injourney pun sudah memiliki sejumlah agenda yang akan dikerjakan pada tahun ini, di antaranya mengembangkan sejumlah destinasi wisata dan memberdayakan usaha mikro, kecil, dan menengah di sektor pariwisata.

Direktur Marketing InJourney Maya Watono mengatakan, pihaknya akan melakukan pengembangan di destinasi wisata Labuan Bajo, mulai dari konservasi komodo hingga dermaga kapal. Ia bilang, rencana besar yang telah disiapkan bersama dengan pemerintah daerah setempat.

"Memang ada grand plan, kita akan mengubah layout dari labuan bajo, dermaga, dan segala macamnya akan kita kembangkan supaya membangun ekonomi pariwisata di Labuan Bajo," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Jumat (14/1/2022).

Baca juga: Erick Thohir Tunjuk Maya Watono Jadi Direktur Marketing InJourney

Selain itu, pengembangan juga akan dilakukan pada destinasi wisata Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Maya bilang, TMII akan direnovasi dan dilakukan relaunching dengan wajah baru pada tahun ini.

"Untuk jelasnya memang ini belum clear, tapi akan kita renovated dan redevelop untuk relaunched tahun ini," imbuhnya.

Kemudian, renovasi Sarinah akan rampung pada tahun ini dan dilakukan softlaunching pada Maret 2022 mendatang. Sarinah akan menjadi wadah bagi UMKM lokal untuk memasarkan produk-produknya atau disebut pula sebagai "window of Indonesia'".

Maya mengatakan, Sarinah ditargetkan bisa ekspansi ke beberapa wilayah di luar Pulau Jawa. Menurutnya, hal ini menjadi upaya BUMN memperkenalkan sekaligus membangkitkan produk-produk UMKM lokal.

"Kalau Sarinah kita memang ada wacana untuk membuat di beberapa tempat lagi di luar Jawa," kata dia.

Baca juga: Jokowi Luncurkan Injourney, Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung

Adapun dalam melakukan pengembangan dan mengintegrasikan sektor pariwisata di Indonesia, Injourney juga akan menggandeng startup-startup milenial. Ia mengatakan, kolaborasi dengan startup, komunitas, swasta, perusahaan pelat merah lainnya akan dilakukan untuk mengoptimalkan potensi pariwisata Indonesia.

"Startup milenial itu akan kami support, apalagi yang buatan dalam negeri. Kami juga akan banyak melakukan partnerhsip dan kolaborasi dalam mendukung Injourney," pungkas Maya.

Sebagai informasi, induk dari Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung adalah PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero). Sementara anggotanya terdiri dari PT Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), PT Hotel Indonesia Natour (Persero), PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero), dan PT Sarinah (Persero).

Baca juga: Erick Thohir: Gedung Sarinah akan Punya Ikon Relief Peninggalan Soekarno

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.