Tanggapan Mind ID Soal Buka-Tutup Ekspor Batu Bara

Kompas.com - 15/01/2022, 20:27 WIB
Ilustrasi negara tujuan ekspor batu bara Indonesia. KOMPAS/AMBROSIUS HARTOIlustrasi negara tujuan ekspor batu bara Indonesia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah membuka kembali keran ekspor batu bara secara bertahap mulai 12 Januari 2022. Sebelumnya, pada 1 Januari 2022 ekspor batu bara dilarang guna mengamankan pasokan untuk pembangkit listrik PLN.

BUMN Holding Industri Pertambangan, Mining Industry Indonesia (MIND ID) menanggapi polemik terkait buka-tutup ekspor batu bara. Kepala Divisi Institutional Relations Mind ID Niko Chandra mengatakan, perseroan akan selalu mematuhi kebijakan pemerintah.

"Mind ID sebagai bagian dari BUMN, tentunya kami comply (mematuhi) terhadap segala regulasi atau aturan yang ditetapkan pemerintah, termasuk terkait dengan kebutuhan batu bara dalam negeri atau DMO," ungkapnya dalam diskusi virtual, Jumat (14/1/2022).

Baca juga: PLN: Masalah Pasokan Batu Bara Telah Terselesaikan

DMO atau domestic market obligation merupakan kewajiban produsen batu bara domestik untuk memasok produksi batu bara bagi kebutuhan dalam negeri. Kewajiban DMO diatur sebesar 25 persen dari total produksi dengan patokan harga 70 dollar AS per metrik ton.

Niko mengatakan, PT Bukit Asam Tbk (PTBA), anak usaha Mind ID yang bergerak di pertambangan batu bara, juga dipastikan telah memenuhi 100 persen kewajiban DMO yang ditetapkan pemerintah.

"Kalau lihat secara track record di anak usaha, PTBA itu telah memenuhi bahkan melebihi DMO yang ditetapkan pemerintah. Ini merupakan bagian dari kami mendukung ketahanan energi nasional," ungkap Niko.

Baca juga: Ekspor Dibuka Bertahap, 18 Kapal Dapat Izin Angkut Batu Bara ke Luar Negeri

Kementerian ESDM pastikan stok batu bara PLN aman

Sebelumnya, Menteri ESDM Arifin Tasrif memastikan, pasokan batu bara PLN saat ini dalam kondisi aman. Hal itu berdasarkan laporan PLN kepada pemerintah terkait perkembangan upaya pemulihan stok batu baranya.

"Dari hasil terakhir kemarin malam, sudah ada statment dari PLN, bahwa PLN sudah bisa meyakinkan (pasokan batu bara cukup). Karena kontraknya juga sudah disclose," ungkapnya dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR, Kamis (13/1/2022).

Adapun total kebutuhan batu bara PLN untuk mencapai hari operasi (HOP) yang ideal yakni minimal 20 hari atau berkisar antara 16 juta-20 juta metrik ton.

Arifin menjelaskan, PLN telah berhasil menambah stok batu baranya sebanyak 5,1 juta metrik ton. Sehingga untuk sepanjang Januari 2022 stok batu bara PLN sudah mencapai 16,2 juta metrik ton.

Berdasarkan stok itu, saat ini beberapa PLTU milik PLN yang berlokasi strategis, berkapasitas besar, dan berada di jantung distribusi bisa diamankan pasokannya untuk memenuhi stok 15 hari operasi.

Sementara untuk PLTU yang berlokasi di daerah-daerah yang jauh, dipatok bahwa pasokannya harus memenuhi stok 20 hari operasi. Arifin bilang, saat ini PLN sedang berupaya memenuhi stok tersebut.

"Mulai 10 atau 11 Januari, untuk lokasi-lokasi PLTU yang strategis itu sampai akhir Januari pasokannya bisa diamankan. Untuk daerah-daerah yang jauh, itu harus dipenuhi dulu stok 20 hari," pungkas Arifin.

Baca juga: Soal Pembubaran PLN Batubara, Kementerian BUMN: Supaya Pengadaan Batu Bara Efisien

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ironi Minyak Sawit: Ditanam di Tanah Negara, Dijual Mahal di Dalam Negeri

Ironi Minyak Sawit: Ditanam di Tanah Negara, Dijual Mahal di Dalam Negeri

Whats New
Pengertian Asuransi dan Jenis-jenisnya

Pengertian Asuransi dan Jenis-jenisnya

Whats New
Mengenal Tol Bawah Air yang Bakal Dibangun di Ibu Kota Baru

Mengenal Tol Bawah Air yang Bakal Dibangun di Ibu Kota Baru

Whats New
Mulai Besok, Jasa Marga Lakukan Pengaturan Lalu Lintas Secara Situasional di Tol Cipularang

Mulai Besok, Jasa Marga Lakukan Pengaturan Lalu Lintas Secara Situasional di Tol Cipularang

Whats New
Kementerian PUPR Rampungkan 838 Paket Tender Dini Proyek Infrastruktur Senilai Rp 17,5 Triliun

Kementerian PUPR Rampungkan 838 Paket Tender Dini Proyek Infrastruktur Senilai Rp 17,5 Triliun

Rilis
Mulai Besok, Tol Cisumdawu Seksi I Akan Digratiskan Selama 2 Pekan

Mulai Besok, Tol Cisumdawu Seksi I Akan Digratiskan Selama 2 Pekan

Whats New
Hunian Baru Korban Erupsi Semeru Bakal Dibangun Jadi Desa Modern

Hunian Baru Korban Erupsi Semeru Bakal Dibangun Jadi Desa Modern

Whats New
Menaker: Saya Bukan Milik Pengusaha..

Menaker: Saya Bukan Milik Pengusaha..

Whats New
Uji Coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dimulai November Tahun Ini

Uji Coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dimulai November Tahun Ini

Whats New
InJourney Angkat Mantan Direktur AirAsia Indonesia Jadi Corporate Secretary

InJourney Angkat Mantan Direktur AirAsia Indonesia Jadi Corporate Secretary

Rilis
Sandiaga Uno: Realisasi Anggaran Kemenparekraf 2021 Capai 95,7 Persen

Sandiaga Uno: Realisasi Anggaran Kemenparekraf 2021 Capai 95,7 Persen

Whats New
Cara Cek NIK KTP secara Online Tanpa Harus Datang ke Kantor Dukcapil

Cara Cek NIK KTP secara Online Tanpa Harus Datang ke Kantor Dukcapil

Whats New
Pemerintah Bakal Bangun Pelabuhan Baru di Batam, Lebih Besar dari Tanjung Priok

Pemerintah Bakal Bangun Pelabuhan Baru di Batam, Lebih Besar dari Tanjung Priok

Whats New
Viral Tarif Parkir di Malioboro Rp 350.000, Sandiaga Uno: Ini Berdampak Negatif, Khususnya Pariwisata Yogyakarta

Viral Tarif Parkir di Malioboro Rp 350.000, Sandiaga Uno: Ini Berdampak Negatif, Khususnya Pariwisata Yogyakarta

Whats New
GNI Ekspor Perdana 13.650 Ton Feronikel ke China Senilai 23 Juta Dollar AS

GNI Ekspor Perdana 13.650 Ton Feronikel ke China Senilai 23 Juta Dollar AS

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.